https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/08/lokasi-penyembelihan-sapi-kurban-di-desa-bentangan-klaten-yang-jadi-viral-karena-sapinya-bisa-berdiri-lagi-sabtu-762025-1749379388654_43.jpeg
beritahariini.news – Peristiwa mengejutkan terjadi di Dusun Kajen, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, saat seekor sapi kurban tiba-tiba berdiri kembali usai disembelih. Kejadian ini sontak menarik perhatian masyarakat dan viral di media sosial, termasuk diunggah oleh akun @klaten_24jam dan @merapi_uncover. Banyak warga yang terkejut sekaligus bingung, karena kejadian seperti ini tergolong jarang terjadi dan menimbulkan pertanyaan seputar prosedur penyembelihan hewan kurban.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 6 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam video berdurasi 15 detik yang viral di Instagram, terlihat seekor sapi berukuran besar sudah dalam kondisi tergeletak usai disembelih, namun secara tiba-tiba bangkit berdiri kembali, membuat warga di sekitarnya panik dan berteriak.
Menurut keterangan Sudadi (49), salah satu peserta kurban sekaligus warga setempat, penyembelihan dilakukan oleh warga sendiri tanpa bantuan jagal profesional. Hal ini dilakukan dalam rangka belajar menyembelih secara mandiri. Sayangnya, proses penyembelihan tersebut tidak sempurna, sehingga menyebabkan sapi masih memiliki kemampuan refleks yang cukup untuk berdiri kembali.
Also Read
BACA JUGA: Sapi Kurban Mengamuk di Bandung, 4 Anak dan 1 Orang Dewasa Jadi Korban
“Sudah disembelih, ambruk, tapi setelah itu berdiri. Mungkin karena potongannya terlalu atas, dekat kepala, bukan di titik yang seharusnya,” terang Sudadi.
Menanggapi viralnya video ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten melalui Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Nugroho, memberikan penjelasan ilmiah. Ia menyebut bahwa penyembelihan yang tidak sempurna menjadi penyebab utama fenomena sapi yang bangkit kembali usai disembelih.
“Penyembelihan yang tidak sempurna, refleks otot, serta aliran darah yang belum sepenuhnya terputus dapat membuat hewan masih bisa bergerak atau bahkan berdiri,” jelas Agung.
Pernyataan ini diperkuat oleh M Husni Thamrin, perwakilan dari komunitas jagal halal JagalMU Klaten. Menurutnya, kasus seperti ini bisa terjadi jika urat utama di bagian leher tidak terputus semua, atau jika posisi penyembelihan terlalu dekat dengan rahang, bukan di bagian tengah leher bawah seperti yang dianjurkan dalam syariat.
“Kalau penyembelihannya tepat, urat dan pembuluh darah utama terputus semua, mustahil sapi bisa berdiri lagi. Kasus ini menunjukkan pentingnya pelatihan sebelum menyembelih,” ujar Husni.
BACA JUGA: Klarifikasi Korem Soal Viral Anggota TNI Datangi Polres Gorontalo, Bukan karena Asmara
Kejadian ini menjadi pengingat penting tentang betapa vitalnya pengetahuan dan keterampilan dalam penyembelihan hewan kurban. Menurut Husni, menyembelih hewan kurban memang sebaiknya dilakukan oleh sohibul kurban sendiri, namun jika tidak memiliki keahlian, sangat dianjurkan meminta bantuan jagal bersertifikat.
“Kami dari JagalMU sudah sering mengadakan pelatihan, bahkan bersama BAZNAS dan Juleha (Juru Sembelih Halal), agar masyarakat bisa menyembelih sesuai syariat dan aman secara medis,” tambahnya.
Pelatihan ini mencakup teori dan praktik penyembelihan, penentuan titik sayat yang tepat, serta cara memastikan hewan benar-benar mati secara syar’i sebelum dilakukan proses selanjutnya.
Tak hanya mengejutkan secara visual, kejadian ini juga menimbulkan kegelisahan di kalangan warga, terutama terkait keabsahan kurban dan kekhawatiran akan penularan penyakit atau kelalaian dalam proses penyembelihan. Namun para ahli memastikan bahwa sapi yang sudah disembelih dan sempat berdiri kembali tetap halal selama proses awalnya sudah memenuhi ketentuan syariat, meskipun secara teknis dianggap belum sempurna.
Warganet juga banyak memberikan reaksi beragam dari rasa ngeri, penasaran, hingga menganggap kejadian ini sebagai peringatan untuk lebih berhati-hati dan serius dalam penyembelihan kurban.
Insiden sapi kurban yang berdiri kembali setelah disembelih di Klaten menjadi pelajaran penting bahwa penyembelihan bukan hanya soal niat, tetapi juga soal kompetensi teknis dan kepatuhan terhadap syariat. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan jagal profesional dan pelatihan yang memadai bagi masyarakat yang ingin menyembelih hewan kurban secara mandiri.
Semoga ke depan, kesadaran masyarakat akan pentingnya penyembelihan yang tepat dan halal semakin meningkat, demi menjaga keselamatan, ketenangan batin, dan kesempurnaan ibadah kurban.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…