https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/06/08/gicqueldelrue-raih-gelar-juara-ganda-campuran-indonesia-open-2025-1749379012320_169.jpeg
beritahariini.news – Turnamen bulutangkis bergengsi Indonesia Open 2025 resmi berakhir pada Minggu, 8 Juni 2025, dengan hasil final Indonesia Open yang tak sesuai harapan tuan rumah. Indonesia harus mengakui dominasi pebulutangkis mancanegara setelah seluruh gelar juara disapu oleh wakil-wakil dari Korea Selatan, Prancis, China, Denmark, dan Malaysia. Hasil terbaik bagi Merah Putih hanya berupa predikat runner-up di sektor ganda putra, melalui pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Sebagai tuan rumah, Indonesia kembali gagal mengamankan satu pun gelar juara di turnamen level Super 1000 ini. Sektor ganda putra yang kerap menjadi andalan, nyaris memberi harapan saat Sabar/Reza melaju ke final. Namun mereka akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dalam pertandingan tiga gim yang berlangsung ketat.
Hasil ini memperpanjang puasa gelar Indonesia di ajang Indonesia Open sejak terakhir kali dimenangi oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada edisi 2021. Di musim 2025 ini pun, pencapaian terbaik Indonesia hanya datang dari dua gelar turnamen level Super 300: Thailand Masters dan Taipei Open.
Also Read
BACA JUGA: Adnan/Indah Sari Jamil Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Babak Kedua
Berikut hasil lengkap pertandingan partai final Indonesia Open 2025:
Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis)
vs Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand)
Skor: 21-16, 21-18
Pasangan Prancis tampil solid dan mampu mengalahkan unggulan keenam dari Thailand dalam dua gim langsung. Ini menjadi pencapaian fenomenal bagi Gicquel/Delrue, serta menjadi gelar penting bagi Prancis di level Super 1000.
An Se Young (Korea Selatan)
vs Wang Zhi Yi (China)
Skor: 13-21, 21-19, 21-15
An Se Young membuktikan statusnya sebagai tunggal putri terbaik dunia saat ini. Meski sempat tertinggal di gim pertama, pemain asal Korea Selatan ini bangkit dan tampil dominan di dua gim berikutnya, menambah koleksi gelar Super 1000 untuk dirinya.
BACA JUGA: Komitmen PBSI Sumedang dalam Pembinaan Atlet Muda
Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)
Skor: 23-25, 21-12, 21-19
Pertarungan dramatis terjadi di sektor ganda putri. Liu/Tan dari China tampil konsisten meski kehilangan gim pertama. Mereka bangkit dan merebut dua gim terakhir dengan keunggulan teknis dan stamina.
Anders Antonsen (Denmark)
vs Chou Tien Chen (Taiwan)
Skor: 22-20, 21-14
Anders Antonsen sukses menuntaskan final dengan permainan tajam dan tenang. Ia mengalahkan Chou Tien Chen dengan straight game dan menambah koleksi gelarnya di ajang Super 1000, mempertegas kekuatan tunggal putra Eropa.
Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan)
vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia)
Skor: 18-21, 21-19, 21-12
Pertandingan ini sempat membuka asa bagi Indonesia saat Sabar/Reza merebut gim pertama. Namun Kim/Seo menunjukkan pengalaman dan ketahanan mental untuk membalikkan keadaan. Kemenangan ini menjadi gelar kedua untuk Korea Selatan dalam satu hari.
| Negara | Gelar Juara |
|---|---|
| 🇰🇷 Korea Selatan | 2 (WS & MD) |
| 🇫🇷 Prancis | 1 (XD) |
| 🇨🇳 China | 1 (WD) |
| 🇩🇰 Denmark | 1 (MS) |
| 🇮🇩 Indonesia | 0 (1x runner-up MD) |
Kegagalan mendulang gelar di ajang sebesar Indonesia Open 2025 menjadi alarm serius bagi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Minimnya wakil Indonesia yang mampu bersaing hingga partai final menunjukkan penurunan daya saing, terutama di level Super 500 ke atas. Fokus pembinaan atlet dan strategi pelatnas harus segera diperbaiki agar Indonesia bisa kembali kompetitif di turnamen level dunia.
Sektor tunggal putra dan ganda campuran menjadi sorotan khusus, karena tidak ada satu pun wakil yang menembus semifinal. Sementara sektor ganda putra dan ganda putri masih menunjukkan potensi, tetapi belum mampu tampil konsisten saat melawan pemain-pemain unggulan dunia.
Hasil Indonesia Open 2025 berakhir jauh dari harapan bagi tuan rumah. Dominasi Korea Selatan, China, dan Eropa menjadi bukti bahwa peta kekuatan bulutangkis dunia semakin merata. Sementara Indonesia harus segera melakukan pembenahan dari segala lini agar dapat kembali bersaing di kancah internasional, terutama pada turnamen-turnamen besar yang akan datang seperti World Championship dan Asian Games.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…