beritahariini.news – Momen Idul Adha di kawasan Gang Pabrik Kulit Selatan, Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, diwarnai insiden mengejutkan. Seekor sapi kurban berbobot lebih dari 250 kilogram mengamuk dan menyeruduk kerumunan warga, menyebabkan empat anak dan satu orang dewasa mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.
Sapi Kurban Lepas dan Seruduk Warga
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, saat warga tengah menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban di gang permukiman padat penduduk. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, sejumlah warga, termasuk anak-anak, terlihat berkerumun dengan antusias menyaksikan proses penurunan sapi dari truk.
Namun, situasi berubah drastis ketika sapi tersebut lepas dari ikatan tali saat hendak diikat ke tiang. Dengan agresif, hewan itu melompat dan langsung berlari ke arah kerumunan. Dalam kondisi panik, warga berhamburan menyelamatkan diri. Beberapa orang, terutama anak-anak, tak sempat menghindar dan menjadi korban amukan sapi tersebut.

Also Read
Kondisi Korban dan Evakuasi
BACA JUGA: Viral Akun Instagram Gibran Follow Judol, Setwapres Klarifikasi dan Laporkan ke Komdigi
Febri Gunawan, salah satu panitia kurban yang berada di lokasi, menyampaikan bahwa sapi telah menunjukkan perilaku agresif sejak dalam perjalanan. Ketika diturunkan, kerumunan warga justru memperparah kondisi stres hewan tersebut.
“Waktu mau diturunkan dari truk, sapinya sudah tampak gelisah. Banyaknya warga, terutama anak-anak, yang berkerumun dan menonton, membuat sapi semakin panik dan akhirnya menyeruduk,” jelas Febri.
Dalam insiden itu, empat anak dan satu pria dewasa mengalami luka setelah diseruduk dan bahkan sempat diinjak oleh sapi. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Tingkat luka yang diderita beragam, mulai dari memar, luka gores, hingga cedera yang memerlukan perawatan intensif.
Sapi Belum Dievakuasi, Diamankan di Halaman Rumah Warga
Usai menyeruduk warga, sapi tersebut kabur ke arah Gang Pabrik Kulit Utara, yang berjarak sekitar 100 meter dari titik awal. Dalam pelariannya, sapi sempat menabrak dua sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan.
Hingga pukul 15.00 WIB, menurut Febri, sapi belum berhasil dievakuasi ke lokasi pemotongan. Namun hewan tersebut sudah diamankan di halaman rumah warga setelah secara tidak sengaja masuk ke dalam pekarangan.
“Sapi itu belok ke halaman rumah warga. Pas saya ke sana, gerbang langsung ditutup supaya sapinya tidak kabur lagi,” ungkap Febri. Pihak panitia kurban masih berupaya menenangkan sapi dan menunggu waktu yang aman untuk mengevakuasinya kembali.
Peringatan Soal Keamanan dan Manajemen Kurban
BACA JUGA: Klarifikasi Korem Soal Viral Anggota TNI Datangi Polres Gorontalo, Bukan karena Asmara
Insiden ini memicu perhatian serius dari berbagai pihak, terutama terkait manajemen keamanan dalam pelaksanaan kurban, khususnya di kawasan padat penduduk. Peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Hewan kurban yang dalam kondisi stres tinggi dapat menjadi sangat berbahaya, terutama jika tidak ditangani oleh petugas berpengalaman dan tanpa pengamanan memadai.
Para ahli peternakan dan dokter hewan juga telah berkali-kali mengingatkan bahwa hewan seperti sapi sangat sensitif terhadap kerumunan, suara keras, serta perubahan lingkungan yang tiba-tiba. Tanpa pendekatan yang tepat, hewan bisa berontak dan membahayakan orang-orang di sekitarnya.
Upaya Pencegahan di Masa Depan
Untuk menghindari insiden serupa, sejumlah langkah perlu diterapkan dalam pelaksanaan kurban, antara lain:
-
Membatasi kerumunan warga, khususnya anak-anak, di sekitar lokasi penurunan dan penyembelihan hewan.
-
Menggunakan pagar pengaman atau kandang sementara sebagai penghalang antara hewan dan penonton.
-
Melibatkan tenaga profesional atau petugas berpengalaman dalam menangani hewan kurban.
-
Mengatur jadwal kedatangan dan penyembelihan hewan secara tertib untuk mencegah penumpukan massa.
Kesimpulan
Insiden amukan sapi kurban di Bandung menambah daftar panjang peristiwa yang disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan kurban. Meskipun semangat berbagi menjadi esensi utama Idul Adha, aspek keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih di kawasan padat penduduk.
Hingga berita ini ditulis, kondisi korban masih dalam observasi pihak rumah sakit, dan proses evakuasi sapi masih dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh panitia setempat.

















