beritahariini.news – Fenomena aurora borealis selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengamat langit di Bumi. Namun, pemandangan tersebut semakin menakjubkan ketika direkam dari luar angkasa. Astronaut NASA Jonny Kim baru-baru ini rekam aurora yang menakjubkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), memperlihatkan keindahan planet Bumi dari perspektif kosmos.
Melalui video time-lapse yang diunggah ke media sosial, Kim berhasil menangkap momen langka berupa aurora beriak, badai petir, dan cahaya lampu kota yang berpadu menjadi panorama luar biasa saat ISS mengorbit Bumi dengan kecepatan tinggi. Ini menjadi salah satu rekaman visual paling memukau dari luar angkasa sepanjang 2025.
Profil Jonny Kim: Astronaut, Marinir, dan Teknisi Penerbangan
Jonny Kim bukanlah astronaut biasa. Sebelum bergabung dengan NASA, ia dikenal sebagai mantan Marinir Amerika Serikat, dokter, dan lulusan Harvard Medical School. Ia diluncurkan ke luar angkasa pada 8 April 2025 menggunakan pesawat antariksa Soyuz buatan Rusia, bergabung dalam misi Ekspedisi 73 di ISS selama delapan bulan sebagai teknisi penerbangan.

Also Read
Misi ini menjadi titik penting dalam karier Kim di luar angkasa, tidak hanya secara ilmiah, tetapi juga dalam hal dokumentasi visual yang memperlihatkan keindahan dan kerentanan Bumi dari luar atmosfernya.
Persiapan Sebelum Mengambil Rekaman
BACA JUGA: Babi Hutan Lepas di Pejaten Barat: Kejar-kejaran dengan Warga hingga Dilepasliarkan ke Hutan Bandung
Sebelum merekam aurora perdananya, Kim terlebih dahulu berkonsultasi dengan sesama anggota kru, Nichole “Viper” Ayers, astronaut NASA yang rutin mengunggah astrofotografi di akun media sosialnya. Ayers dikenal luas karena kemampuannya menangkap gambar luar angkasa yang memesona.
“Berkat beberapa petunjuk dan kiat dari @Astro_Ayers, saya menangkap aurora pertama saya,” tulis Kim dalam unggahan akun X (dulu Twitter).
Kim menyamakan proses perekaman dengan memancing, karena diperlukan kesabaran dan ketepatan teknis, mulai dari penyesuaian kamera, dudukan, sudut pengambilan, hingga pengatur waktu. Saat hasilnya didapatkan, ia mengaku langsung ketagihan menangkap momen luar biasa tersebut.
Isi Rekaman: Kombinasi Fenomena Alam dan Aktivitas Manusia
Rekaman time-lapse Bumi dari ISS yang dibuat Kim memperlihatkan perpaduan yang luar biasa antara:
-
Aurora berwarna hijau yang menari di langit
-
Badai petir yang menyala-nyala di awan
-
Lampu kota yang menyinari sisi malam Bumi
-
Gerakan panel surya ISS yang bergeser secara otomatis untuk menangkap cahaya Matahari
Rekaman dimulai ketika Matahari terbenam di balik cakrawala Bumi, menandai dimulainya malam di ISS. Dalam waktu sekitar 45 menit, stasiun luar angkasa itu melewati sisi gelap planet, memungkinkan bintang-bintang tampak bersinar terang di langit di atas garis atmosfer yang tampak bercahaya lembut.
Aurora Hijau Beriak: Proses Terbentuknya dan Lokasi Pengamatan
Menjelang akhir video, tampak aurora hijau terang beriak di langit malam, seiring ISS melewati wilayah Asia Tenggara dan Australia. Cahaya ini timbul akibat interaksi antara partikel bermuatan dari angin Matahari dengan molekul oksigen dan nitrogen di atmosfer bagian atas Bumi.
Ketika partikel angin Matahari menghantam medan magnet Bumi, sebagian dari partikel tersebut diarahkan ke kutub utara dan selatan magnetosfer, menghasilkan cahaya berwarna-warni di langit malam. Warna hijau yang dominan biasanya merupakan hasil eksitasi atom oksigen.
Pengalaman Visual yang Langka
Time-lapse ini menangkap keragaman keindahan Bumi dari luar angkasa, termasuk:
-
Atmosfer tipis Bumi yang tampak seperti cahaya biru menyala di batas horizon.
-
Lampu-lampu kota sebagai bukti aktivitas manusia di malam hari.
-
Petir yang menyambar di lapisan awan dan terlihat jelas dari ketinggian 400 kilometer di atas permukaan laut.
Ini menjadi pengingat bahwa meskipun aktivitas manusia terlihat kecil dari luar angkasa, dampaknya tetap besar terhadap planet yang dihuni oleh miliaran manusia ini.
Siklus Orbit ISS dan Kecepatan Luar Angkasa
Dalam video tersebut, terlihat bagaimana ISS menyelesaikan satu orbit penuh selama 90 menit, dan dalam satu hari, ISS berputar mengelilingi Bumi sebanyak 16 kali. Hal ini memungkinkan para astronaut melihat matahari terbit dan terbenam sebanyak 16 kali dalam 24 jam.
Kecepatan orbit ISS mencapai 28.000 km/jam, menjadikan perjalanan dari malam ke siang dan sebaliknya terasa sangat cepat. Perekaman visual seperti ini membutuhkan ketelitian tinggi agar hasilnya tetap stabil meskipun platform pengambilan gambar terus bergerak cepat.
Makna Simbolis di Balik Aurora
Bagi banyak orang, aurora bukan hanya fenomena alam, tetapi juga simbol dari keindahan semesta, kerapuhan bumi, dan keagungan ciptaan alam semesta. Melihat aurora dari luar angkasa memperkuat perspektif bahwa Bumi hanyalah satu dari sekian banyak planet di alam raya yang memiliki kondisi unik untuk menopang kehidupan.
Astronaut seperti Jonny Kim tidak hanya menjadi pelaksana misi ilmiah, tetapi juga duta visual dan emosional bagi miliaran manusia di Bumi, menghadirkan gambaran betapa berharganya planet yang kita tinggali ini.
Kesimpulan: Visualisasi Indah, Pesan Mendalam
Rekaman yang diunggah astronaut NASA Jonny Kim menjadi dokumentasi langka sekaligus pengingat bahwa aurora, badai petir, dan cahaya malam kota bukan hanya fenomena biasa, tetapi bukti keterhubungan antara Bumi dan kosmos.
Astronaut NASA rekam aurora bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga planet ini. Dalam waktu singkat, visual tersebut telah menjadi viral dan dikagumi banyak pihak, termasuk komunitas ilmiah dan pencinta astronomi di seluruh dunia.
Ke depan, rekaman semacam ini diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih mencintai ilmu pengetahuan, eksplorasi luar angkasa, dan pelestarian lingkungan hidup.

















