beritahariini.news – Momen perayaan gelar juara Liverpool di Liga Inggris menjadi sorotan, salah satunya karena aksi Darwin Nunez siram Mohamed Salah dengan sampanye. Namun, tenang saja, sampanye yang digunakan dalam perayaan tersebut dipastikan tidak mengandung alkohol, sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan para pemain muslim di skuad The Reds.
Liverpool Rayakan Gelar Juara
Liverpool memastikan gelar juara Liga Inggris setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor telak 5-1 di Anfield, Minggu (27/4/2025) malam WIB. Meski masih menyisakan empat pertandingan, perolehan poin Liverpool sudah tidak terkejar lagi oleh Arsenal yang berada di peringkat kedua.
Saat ini, Liverpool mengantongi 82 poin, sementara Arsenal baru mengoleksi 67 poin, dengan poin maksimal yang bisa diraih The Gunners hanyalah 79 poin. Dengan demikian, Liverpool secara resmi mengunci gelar juara dan menggelar perayaan meriah di markas kebanggaan mereka.

Also Read
BACA JUGA: Barcelona Taklukkan Real Madrid dan Raih Gelar Juara Copa del Rey 2025
Insiden Lucu di Tengah Perayaan
Dalam suasana penuh suka cita, para pemain Liverpool saling menyemprotkan sampanye yang telah disiapkan oleh klub. Darwin Nunez, dalam salah satu momen, menghampiri Mohamed Salah yang tampak berusaha menghindar sambil mengangkat tangannya menolak. Namun, Nunez tetap menyiram kepala Salah, yang akhirnya direspons dengan tawa oleh keduanya.
Insiden tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial, namun banyak netizen mempertanyakan soal penggunaan sampanye terhadap Salah yang diketahui sebagai seorang muslim taat.
Sampanye Non-Alkohol untuk Hormati Pemain Muslim
Mengutip laporan Daily Mail, Liverpool telah mengambil langkah bijak untuk menghormati para pemain muslim di dalam skuad mereka. Sejak meraih gelar Liga Inggris pada musim 2019-2020, manajemen klub secara khusus menyediakan sampanye non-alkohol (0,0%) dalam setiap perayaan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pemain, terlepas dari latar belakang agama, dapat ikut merayakan momen penting tersebut tanpa melanggar prinsip kepercayaan mereka.
“Sampanye itu tidak mengandung alkohol, demi menghormati Salah dan Mane,” ujar kapten Liverpool saat itu, Jordan Henderson.
Ia menambahkan, langkah tersebut mencerminkan nilai toleransi yang kuat di dalam tubuh Liverpool, serta menjadi contoh yang baik untuk diikuti oleh lingkungan luar, baik di dunia olahraga maupun masyarakat umum.
Kontribusi Mohamed Salah Musim Ini
Musim ini, Mohamed Salah kembali menunjukkan perannya yang krusial dalam perjalanan Liverpool menuju gelar juara. Penyerang asal Mesir tersebut berhasil mencetak 28 gol dan menyumbangkan 18 assist dari 34 pertandingan yang dilakoninya.
Produktivitas dan konsistensinya di lapangan tidak hanya membantu Liverpool meraih kemenangan demi kemenangan, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah klub.
Simbol Toleransi di Tengah Euforia
Keputusan Liverpool untuk menggunakan sampanye non-alkohol mencerminkan bagaimana nilai-nilai toleransi dan saling menghargai dapat berjalan berdampingan dengan tradisi perayaan di dunia olahraga. Dalam pesta kemenangan yang penuh euforia, perhatian terhadap keyakinan dan nilai pribadi para pemain tetap dijaga dengan baik.
Langkah Liverpool ini menuai pujian luas dari berbagai kalangan dan menjadi contoh nyata bahwa prestasi besar dapat dirayakan bersama tanpa mengorbankan prinsip keberagaman.
Sumber: Viral Nunez Siram Salah Pakai Sampanye, Tenang saja Non-Alkohol















