beritahariini.news – Penyanyi dan aktris Indonesia, Shanty, mengonfirmasi kabar perceraiannya dengan Sebastian Paredes dan kini memilih menetap di Bali demi kebahagiaan anak-anaknya. Langkah besar ini diambil dengan penuh kesadaran dan dedikasi sebagai seorang ibu tunggal yang juga terus menekuni dunia hiburan.
Perceraian Shanty dan Sebastian: Akhir dari Perjalanan 14 Tahun Pernikahan
Pernikahan Shanty dengan pria berdarah Ekuador, Sebastian Paredes, yang dimulai pada 24 Juli 2010, kini telah resmi berakhir. Kabar mengenai retaknya rumah tangga mereka mulai mencuat ketika publik menyadari hilangnya nama belakang “Paredes” dari akun media sosial Shanty. Hilangnya foto-foto kebersamaan pun menjadi sinyal yang tak bisa diabaikan.
Shanty akhirnya mengonfirmasi secara terbuka bahwa ia telah bercerai. Ia menyebut bahwa keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan matang, terutama terkait keseimbangan antara peran sebagai ibu dan komitmennya terhadap dunia seni.

Also Read
“Komitmen saya untuk kembali berkarier sama besarnya dengan komitmen saya terhadap anak-anak,” ujar Shanty dalam wawancara terbaru.
Kembali ke Bali: Shanty Pilih Dekat dengan Anak-Anak
BACA JUGA: Fenomena Dinding Rumah Dilapisi Kotoran Sapi di India
Usai perceraian, Shanty menetap di Bali, yang kini menjadi pusat kehidupannya bersama anak-anak. Keputusannya untuk tinggal di Bali dilatarbelakangi oleh keinginan untuk tetap hadir secara fisik dan emosional dalam kehidupan buah hatinya.
Shanty tak segan melakukan perjalanan rutin dari lokasi pekerjaannya untuk segera kembali ke Bali setiap kali selesai manggung atau syuting.
“Sebisa mungkin begitu selesai acara, first flight pagi saya pasti sudah ke Bali,” ungkapnya.
Komitmen kuat ini mencerminkan betapa besar prioritas Shanty terhadap keluarga di tengah kesibukannya sebagai seorang artis.
Peran Baru sebagai Single Parent: Tantangan dan Pembelajaran
Menjadi ibu tunggal bukanlah hal yang mudah, namun Shanty menanggapi peran barunya dengan kepala tegak. Ia tak menutupi bahwa perjalanan sebagai single parent penuh dengan dinamika yang menantang, namun ia tetap menjalani semuanya dengan hati yang lapang dan tekad kuat.
“Satu hal yang menurut saya penting adalah jadi seorang ibu itu harus ibu yang bahagia. Jadi bukan ibu yang mengorbankan segala sesuatunya buat keluarga, buat anak. Nggak,” tegasnya.
Shanty yakin bahwa kebahagiaan seorang ibu adalah pondasi utama bagi kesehatan mental dan emosional anak-anak. Ia tak ingin menjadi figur ibu yang menekan diri sendiri, tetapi justru menjadi sumber cinta dan inspirasi.
Tetap Profesional di Dunia Hiburan
Di tengah transisi hidupnya, Shanty tetap menjalani kariernya di dunia hiburan dengan penuh semangat. Ia tetap aktif tampil di berbagai acara dan memenuhi jadwal pekerjaan yang padat. Meski demikian, ia selalu menyempatkan diri untuk hadir di momen penting anak-anaknya, termasuk pertandingan olahraga dan aktivitas sekolah.
“Kadang begitu sampai saya langsung ke pertandingan soccer anak saya, panas-panasan, digigit nyamuk, tapi itu komitmen saya,” kisahnya.
Tanggung jawab sebagai ibu tidak membuatnya mundur dari panggung. Justru, Shanty menjadikan anak-anaknya sebagai sumber kekuatan untuk terus berkarya.
Komitmen sebagai Ibu dan Inspirasi bagi Banyak Perempuan
Shanty dengan tegas menyatakan bahwa menjadi ibu dan artis bukanlah pilihan yang saling meniadakan. Ia menolak untuk menjadikan perannya sebagai alasan untuk mengorbankan kebahagiaan pribadi.
“Ibu yang kuat akan membahagiakan anak-anaknya, akan melindungi anak-anaknya,” katanya penuh keyakinan.
Dengan berbagai tantangan yang ia hadapi, Shanty berusaha menjadi panutan bagi anak-anaknya sekaligus inspirasi bagi banyak ibu yang menghadapi situasi serupa. Ia menunjukkan bahwa dengan keteguhan hati, cinta, dan komitmen, semua hal dapat dijalani dan diatasi dengan baik.
Menyongsong Hidup Baru dengan Semangat dan Cinta
Keputusan Shanty untuk resmi bercerai dan kembali ke Bali bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru dalam hidupnya. Ia tak hanya menjadi ibu yang bertanggung jawab, tetapi juga tetap memegang teguh cita-citanya di dunia seni.
Shanty membuktikan bahwa menjadi wanita yang bahagia dan mandiri bukanlah sesuatu yang harus dikorbankan demi peran sebagai ibu. Justru, kebahagiaan dan keberanian itulah yang memperkuat peran keibuannya.
Dalam setiap langkahnya, Shanty tidak hanya meneguhkan posisinya sebagai seorang artis berprestasi, tetapi juga sebagai ibu tangguh yang siap menghadapi dunia dengan cinta dan komitmen yang tak tergoyahkan.

















