Presiden Prabowo Sambut Bahagia Listrik Masuk Pulau Lipang, Perbatasan RI-Filipina Kini Terang Berkat PLTS

Priscilla Austin

Presiden Prabowo Sambut Bahagia Listrik Masuk Pulau Lipang, Perbatasan RI-Filipina Kini Terang Berkat PLTS

beritahariini.news – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa bahagia dan kebanggaannya setelah menerima laporan menggembirakan dari Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa masyarakat Pulau Lipang, yang terletak di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina, kini telah menikmati aliran listrik berkat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh PT PLN (Persero).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berdialog secara daring dengan Bupati Sangihe dalam sebuah sesi konferensi video yang digelar di Bali pada hari Kamis. Dialog tersebut juga disiarkan secara resmi oleh Sekretariat Presiden.

Transformasi Energi di Pulau Terpencil: Bukti Komitmen Pemerintah

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran listrik di Pulau Lipang merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun dan menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah-wilayah terpencil, terutama daerah perbatasan. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus berupaya menjamin seluruh desa di Indonesia agar dapat terakses jaringan listrik yang memadai dan berkelanjutan.

“Terima kasih. Saya sangat bahagia melihat saudara-saudara kita di perbatasan sudah menikmati listrik dalam keadaan baik. Ini bukan titik akhir, justru awal dari upaya berkelanjutan untuk menerangi seluruh negeri,” ujar Presiden Prabowo dalam dialog tersebut.

Presiden juga menambahkan bahwa langkah-langkah menuju swasembada energi akan terus digalakkan, khususnya dengan memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan. Hal ini bertujuan agar Indonesia dapat semakin mandiri dan tidak bergantung pada sumber energi impor di masa mendatang.

BACA JUGA : BGN Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Penyaluran Bahan Baku dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dampak Listrik Bagi Warga Pulau Lipang: Dari Perikanan Hingga Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Michael Thungari menjelaskan secara rinci dampak signifikan dari kehadiran listrik bagi masyarakat Pulau Lipang. Ia menyampaikan bahwa sebelum masuknya PLTS, masyarakat hidup dalam keterbatasan dan minim akses terhadap teknologi.

Setelah listrik hadir, banyak aspek kehidupan masyarakat mengalami perubahan drastis. Para nelayan kini dapat menyimpan hasil tangkapan ikan menggunakan lemari pendingin, sehingga nilai jual ikan meningkat dan kualitas hasil tangkap tetap terjaga. Selain itu, anak-anak di Pulau Lipang kini memiliki kesempatan untuk belajar pada malam hari dengan pencahayaan yang memadai.

“Listrik tidak hanya membawa terang, tetapi juga harapan. Anak-anak kami belajar dengan tenang, nelayan kami berkembang, dan fasilitas kesehatan pun bisa berfungsi optimal,” ujar Bupati Michael dengan penuh haru.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Presiden dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas perhatian nyata pemerintah terhadap warga di garis terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Laporan dari Solok Selatan: Potensi Energi Panas Bumi yang Besar

Selain menerima laporan dari Kepulauan Sangihe, Presiden Prabowo juga mendengarkan perkembangan di sektor energi lainnya dari Bupati Solok Selatan, Khairunas. Dalam laporannya, Bupati Khairunas menyampaikan bahwa dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tengah dikembangkan di wilayahnya, masing-masing dengan potensi energi sebesar 310 Megawatt (MW) dan 86 Megawatt (MW).

Lebih lanjut, Khairunas mengusulkan percepatan pembangunan PLTP tahap ketiga yang ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2030. Presiden Prabowo menyambut baik laporan tersebut dan menyatakan dukungannya secara penuh terhadap pengembangan potensi energi nasional.

“Saya sangat gembira dengan perkembangan ini. Kita harus percepat pembangunan dan perluas ke seluruh daerah. Saya melihat potensi kita sangat besar dan masa depan energi Indonesia sangat cerah,” kata Presiden Prabowo.

Energi Terbarukan sebagai Arah Masa Depan Indonesia

Presiden menegaskan bahwa pemanfaatan energi baru dan terbarukan adalah kunci dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi alam yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dalam pidatonya, Presiden juga memberikan pesan penting kepada seluruh aparatur negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar menjalankan tugas dengan efisien dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan negara. Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengangkat Indonesia menjadi negara yang makmur dan berdaulat secara energi.

“Kita akan terus tingkatkan kinerja, hindari hal-hal negatif, dan bangkit sebagai bangsa yang kuat serta mandiri,” tegas Presiden Prabowo.

BACA JUGA : Klarifikasi Hoaks Foto Pembangunan Patung Dedi Mulyadi dengan Analisis Digital

Listrik Bukan Sekadar Cahaya, Tapi Simbol Kehadiran Negara

Kehadiran listrik di Pulau Lipang bukan hanya sebatas pembangunan infrastruktur semata, melainkan simbol konkret dari kehadiran negara di wilayah-wilayah perbatasan. Penerangan menjadi indikator penting bahwa pembangunan merata sedang berlangsung dan tidak ada satu pun warga negara yang dilupakan.

PLTS yang diresmikan di Pulau Lipang menjadi salah satu contoh sukses implementasi energi terbarukan di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjadi model percontohan untuk daerah-daerah terpencil lainnya di seluruh nusantara.

Pemerataan Energi sebagai Prioritas Nasional

Dengan masuknya listrik ke Pulau Lipang dan pengembangan proyek PLTP di Solok Selatan, Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam membangun kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan. Pemerataan energi menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda besar pemerintah dalam menyejahterakan rakyat dan memperkuat ketahanan nasional.

Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan akses energi sebagai hak dasar warga negara yang harus dijamin, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan. Harapan pun terus tumbuh, bahwa dari Pulau Lipang hingga pelosok Nusantara lainnya, cahaya akan terus bersinar dan menyinari masa depan bangsa.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...