beritahariini.news – Sejarah baru tercipta bagi Paris Saint-Germain (PSG) dan sepak bola Prancis. Klub raksasa ibu kota itu akhirnya menyabet gelar Liga Champions UEFA pertama mereka setelah menaklukkan Inter Milan dengan skor mencolok 5-0 pada partai final di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025). Kemenangan monumental ini disambut antusias oleh segenap rakyat Prancis, termasuk Presiden Republik, Emmanuel Macron, yang secara langsung menyambut skuad PSG di Istana Élysée, Paris.
PSG Ukir Sejarah, Disambut Pemimpin Negara
Kemenangan PSG menjadi tonggak sejarah karena mereka berhasil menjadi klub Prancis kedua yang meraih trofi Liga Champions, setelah Olympique Marseille pada 1993. Kemenangan ini juga sekaligus menjawab penantian panjang para pendukung Les Parisiens, yang selama lebih dari satu dekade membangun tim bertabur bintang untuk mencapai dominasi Eropa.
Rombongan PSG, dipimpin oleh kapten Marquinhos dan Presiden Klub Nasser Al-Khelaifi, tiba di Paris pada Senin dini hari (2/6) waktu Indonesia Barat. Mereka langsung menuju Istana Élysée untuk bertemu Presiden Macron, sebelum melanjutkan perayaan juara bersama para suporter di Stadion Parc des Princes.

Also Read
Trofi Liga Champions Dipersembahkan kepada Macron
BACA JUGA: Fabio Quartararo Menangis di Sirkuit Silverstone, Gagal Menang Akibat Masalah Teknis
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh apresiasi itu, skuad PSG mempersembahkan trofi Liga Champions UEFA kepada Presiden Macron. Sang presiden menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas pencapaian gemilang PSG, yang menurutnya telah mengangkat nama sepak bola Prancis di panggung tertinggi Eropa.
“Kemenangan PSG adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Prancis. Prestasi ini menjadi bukti kekuatan, dedikasi, dan semangat juang yang patut diteladani,” ujar Macron, dikutip dari sumber resmi istana.
Presiden Klub: “Saya Merasa Seluruh Prancis Mendukung Kami”
Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas sambutan luar biasa dari Presiden Macron dan rakyat Prancis. Dalam pernyataannya kepada media Prancis L’Équipe, ia mengaku terharu dengan dukungan nasional yang luar biasa.
“Sejujurnya, ini sangat mengharukan. Mendapat sambutan seperti ini dari Presiden Republik adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya sangat bangga sebagai Presiden PSG,” tutur Al-Khelaifi.
Ia juga menambahkan bahwa selama sepekan terakhir, antusiasme masyarakat terlihat di berbagai penjuru negeri.
“Saya belum pernah melihat dukungan seperti ini sebelumnya. Seluruh Prancis menyatu untuk kami. Ini sangat spesial,” lanjutnya.
Perayaan Juara Berlanjut di Parc des Princes
Usai dari Istana Élysée, skuad PSG langsung menuju markas kebanggaan mereka, Stadion Parc des Princes, untuk menggelar perayaan kemenangan bersama ribuan suporter. Stadion penuh sesak oleh pendukung yang menyambut para pahlawan Paris dengan sorakan, nyanyian, dan kembang api.
Pemain-pemain seperti Kylian Mbappé, Marquinhos, Achraf Hakimi, dan Gianluigi Donnarumma mendapat sambutan luar biasa. Pelatih Luis Enrique pun mendapat aplaus panjang atas taktik briliannya yang membawa PSG menjuarai Liga Champions dengan dominasi penuh di laga final.
Momentum Nasional: Macron Baru Pulang dari Indonesia
Menariknya, Presiden Emmanuel Macron baru saja kembali dari lawatan kenegaraan ke Indonesia pada 27–29 Mei 2025, di mana ia dan Ibu Negara Brigitte Macron bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, serta melakukan kunjungan budaya ke Candi Borobudur dan Akademi Militer Magelang. Setibanya di Prancis, Macron langsung menyiapkan waktu khusus untuk menyambut PSG sebagai bentuk penghargaan negara terhadap prestasi olahraga.
Dampak Positif Kemenangan PSG terhadap Sepak Bola Prancis
Kemenangan PSG diyakini akan membawa dampak besar terhadap perkembangan sepak bola Prancis, baik dari segi:
-
Popularitas Ligue 1 di tingkat global
-
Peningkatan investasi asing
-
Daya tarik pemain top dunia untuk bergabung
-
Semangat pembinaan pemain muda lokal
Dengan keberhasilan ini, PSG tidak hanya mengangkat nama klub, tetapi juga memperkuat citra Prancis sebagai negara dengan kekuatan sepak bola yang solid di Eropa.
Kesimpulan
Penyambutan Paris Saint-Germain oleh Presiden Emmanuel Macron menandai pengakuan resmi negara atas keberhasilan luar biasa klub ibu kota tersebut. Setelah bertahun-tahun mencoba dan gagal, PSG akhirnya menaklukkan Eropa dengan meyakinkan, dan kemenangan ini dirayakan sebagai kebanggaan nasional.
Kehadiran Presiden Macron bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memegang peran penting dalam membangun identitas dan persatuan bangsa.















