beritahariini.news – Pasar kuliner malam di Thailand kembali menyita perhatian warganet. Bukan hanya karena sajian makanannya yang menggoda, namun juga karena sosok penjual pizza seksi yang mencuri fokus pengunjung. Seorang wanita bernama Yanisa Pinket, pemilik gerai I Am Pizza, menjadi viral berkat penampilannya yang seksi dan keahliannya dalam meracik pizza.
Dikenal luas di TikTok, Yanisa menggabungkan keunikan penampilan, keramahan layanan, dan kelezatan menu untuk membangun daya tarik usahanya. Fenomena ini sekali lagi membuktikan bahwa dalam dunia usaha makanan, tampilan visual penjual bisa menjadi strategi pemasaran yang kuat.
Sosok di Balik “Thai Queen Pizza”
Yanisa Pinket bukanlah penjual kaki lima biasa. Berlokasi di Pasar Thippaket, Distrik Bang Phli, Samut Prakan, Thailand, ia telah membangun reputasi sebagai “Thai Queen Pizza” berkat kecepatan dan ketelitiannya dalam membuat pizza secara langsung di hadapan pelanggan.

Also Read
Berpenampilan terbuka dan modis, Yanisa sering tampil mengenakan pakaian dengan potongan rendah di bagian dada. Penampilannya yang mencolok tentu mengundang perhatian banyak orang, baik pengunjung pasar maupun pengguna media sosial.
BACA JUGA: 12 Makanan Hits di Bandung yang Wajib Dicoba
Namun, lebih dari sekadar penampilan, keramahan dan kemampuan profesionalnya dalam menyajikan pizza turut menjadi magnet yang membuat pelanggannya kembali.
Kedai “I Am Pizza”: Kombinasi Rasa dan Citra
Gerai I Am Pizza menyajikan pizza panggang segar yang dibuat sesuai pesanan pelanggan. Tidak seperti restoran cepat saji, proses pembuatan pizzanya dilakukan secara langsung di tempat, memungkinkan pembeli melihat seluruh proses mulai dari adonan, penambahan topping, hingga pemanggangan.
Topping yang ditawarkan telah dimodifikasi sesuai cita rasa lokal Thailand, di antaranya:
-
Irisan kepiting imitasi
-
Saus tom yam khas Thailand
-
Smoked beef
-
Keju leleh
-
Taburan parsley kering sebagai penyegar aroma
Pizza disajikan hangat, dipotong menjadi enam bagian dan dikemas rapi dalam kotak khusus. Penampilan akhir pizzanya terlihat menggoda dan estetik, menjadikannya objek menarik bagi konten media sosial.
Viral di TikTok dan Strategi Marketing yang Cerdas
Konten video Yanisa yang dibagikan akun TikTok @food_vendor pada 7 Mei 2025 langsung menyedot perhatian. Dalam waktu kurang dari 24 jam, video tersebut ditonton lebih dari 2.800 kali. Banyak netizen yang bukan hanya terpikat dengan tampilannya, tetapi juga penasaran dengan rasa dari pizza yang ditawarkan.
“Kelihatannya lezat, menu apa saja yang ada di sana?” tulis seorang pengguna TikTok dalam kolom komentar.
Popularitas Yanisa bukan hanya dari kedainya. Ia juga dikenal sebagai konten kreator kuliner dengan jumlah pengikut TikTok lebih dari 209 ribu follower, menjadikannya salah satu food vendor influencer terkemuka di Thailand.
Antara Citra dan Kualitas
Kehadiran sosok seperti Yanisa mencerminkan perubahan lanskap promosi UMKM kuliner di era digital. Di satu sisi, penampilan menjadi alat untuk menarik perhatian awal, namun kualitas makanan dan pelayanan tetap menjadi fondasi keberlangsungan bisnis.
Yanisa Pinket berhasil menggabungkan kedua unsur tersebut secara seimbang. Banyak pelanggannya datang bukan hanya karena rasa penasaran terhadap visual sang penjual, tetapi karena rasa pizzanya memang menggugah selera.
Fenomena Penjual Makanan Berpenampilan Unik di Thailand
Thailand memang dikenal sebagai negara yang kreatif dalam menciptakan pengalaman belanja kuliner yang tak terlupakan. Di berbagai pasar malam, penjual dengan penampilan unik dan nyentrik menjadi pemandangan yang lumrah.
Beberapa alasan mengapa tren ini terus populer:
-
Membangun daya tarik visual untuk media sosial.
-
Menarik minat kunjungan ulang pelanggan yang merasa “terhibur”.
-
Menciptakan cerita di balik produk yang dijual.
Fenomena seperti ini memperlihatkan bahwa pemasaran kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang pengalaman menyeluruh yang dibangun melalui interaksi, tampilan, dan cerita personal.
Kesimpulan: Ketika Kuliner dan Personal Branding Bersatu
Kisah Yanisa Pinket menunjukkan bahwa di era digital, keberhasilan usaha kuliner tidak cukup hanya dengan resep yang enak. Personal branding, kreativitas konten, dan interaksi langsung dengan pelanggan memainkan peran penting.
Dengan kombinasi penampilan yang mencolok, keramahan, dan sajian makanan yang berkualitas, Yanisa berhasil menciptakan brand image kuat bagi I Am Pizza. Hal ini bukan hanya meningkatkan penjualan secara langsung, tetapi juga memperluas jangkauan bisnisnya melalui platform digital seperti TikTok.

















