beritahariini.news – Aktris dan penyanyi legendaris Indonesia, Meriam Bellina, mengungkap kisah menyentuh tentang perjuangannya melawan serangan jantung yang dialaminya pada November 2024. Dalam penampilan terbarunya di program For Your Pagi (FYP) yang tayang di Trans7, Senin (7/4), Meriam menyampaikan pengalaman pribadi yang membuatnya harus menerima kenyataan menjalani pemasangan ring jantung.
Salah Diagnosis dan Penanganan Terlambat Perparah Kondisi
Meriam Bellina menceritakan bahwa pada awalnya, gejala serangan jantung yang ia rasakan justru salah didiagnosis sebagai gangguan asam lambung (GERD). Ketika ia mengunjungi instalasi gawat darurat (IGD), tim medis tidak langsung melakukan tindakan yang sesuai dan hanya memberikan obat lambung.
“Aku ke IGD aja enggak tahu. Di IGD [dokter] juga enggak tahu, dikira asam lambung, jadi cuma dikasih obat lambung,” tutur Meriam dalam wawancaranya.

Also Read
Tindakan EKG (elektrokardiogram) baru dilakukan pada pukul 03.00 pagi, padahal ia tiba sejak pukul 23.00 malam. Hasil pemeriksaan akhirnya menunjukkan tanda-tanda serangan jantung, namun sayangnya golden period untuk penanganan optimal telah terlewat.
BACA JUGA : Dita, Jinny, dan Minji SECRET NUMBER Resmi Tinggalkan Agensi VINE Entertainment
“Kami harus minta rujukan, dan itu lama sekali. Akhirnya kami memutuskan pergi sendiri pakai mobil,” kenangnya dengan nada sedih.
Pemasangan Ring Jantung: Keputusan yang Tak Terhindarkan
Setelah melewati insiden kritis tersebut, Meriam akhirnya menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit jantung. Hasil CT Scan menunjukkan adanya penyempitan pada pembuluh darah jantung, sehingga tim medis menyarankan tindakan segera berupa pemasangan ring.
“Akhirnya aku ke rumah sakit jantung, dan saat medical check up serta CT scan, langsung ketahuan ada penyempitan. Saat itu juga dokter menyarankan langsung tindakan,” jelas Meriam dengan mata berkaca-kaca.
Ketika diminta menggambarkan perasaannya saat itu, Meriam menjawab singkat namun dalam: “Takut.” Rasa cemas, ketidakpastian, dan ketakutan menyelimuti pikirannya karena ia harus menerima kenyataan tak bisa lagi beraktivitas seperti dulu.
Sosok Aktif yang Terpaksa Melambat
Meriam Bellina dikenal sebagai pribadi yang sangat aktif, baik di dalam maupun luar rumah. Ia gemar berolahraga dan rutin menjaga kebugaran tubuh. Namun, serangan jantung yang ia alami seolah memaksa dirinya untuk mengubah gaya hidup yang telah dijalani selama bertahun-tahun.
Putranya, Nigel Philo, yang turut mendampingi selama masa krisis kesehatan itu, mengatakan bahwa ibunya sangat terpukul karena tak bisa seaktif biasanya.
“Ibu memang sangat aktif, tapi sekarang harus mengurangi semua aktivitas yang berat karena kondisi jantungnya,” kata Nigel.
Meriam pun mengakui bahwa perubahan drastis tersebut membuatnya merasa tidak berdaya. “Aku ini gila olahraga, gila bersih-bersih rumah. Sekarang merasa seperti orang yang lemah banget,” ucapnya dengan suara bergetar.
Pasca Operasi: Kondisi Fisik Lebih Baik, Tapi Psikologis Masih Berproses
Setelah prosedur pemasangan ring jantung awal April 2025, Meriam mengaku merasakan perbaikan pada kondisi fisiknya. Ia merasa dadanya lebih lega dan gejala yang sempat ia alami berkurang. Namun demikian, secara psikologis, Meriam masih harus beradaptasi dengan perubahan besar yang terjadi dalam hidupnya.
“Sekarang terasa lebih lega, tapi masih sering dilanda kecemasan. Ini semua masih proses,” ucapnya dengan lirih.
Perempuan kelahiran 10 April 1965 itu akan genap berusia 60 tahun dalam waktu dekat. Pengalamannya menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan jantung, terlebih bagi individu yang telah memasuki usia lanjut.
Sosok Ikonis Perfilman Indonesia
Selain kisah kesehatan yang ia bagikan, Meriam Bellina tetap dikenang sebagai ikon seni peran Indonesia. Kariernya yang dimulai sejak 1981 telah melahirkan berbagai karakter legendaris, baik di layar lebar maupun sinetron.
Pada usia 19 tahun, Meriam berhasil meraih penghargaan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik melalui film Cinta di Balik Noda (1984), menjadikannya aktris termuda kedua yang menerima penghargaan tersebut sepanjang sejarah perfilman Indonesia.
Ia juga dikenal lewat perannya sebagai Vera dalam saga Catatan Si Boy dan sebagai tokoh antagonis di berbagai sinetron yang melekat di ingatan publik.
Kesimpulan: Kesehatan Adalah Prioritas Tertinggi
Perjalanan kesehatan Meriam Bellina memperlihatkan bahwa bahkan individu yang aktif dan sehat secara fisik pun tidak sepenuhnya kebal terhadap ancaman penyakit kardiovaskular. Kisahnya menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan dini, penanganan cepat, serta kesadaran untuk tidak menyepelekan gejala yang muncul.
Di usianya yang ke-60, Meriam tetap memberikan inspirasi, baik melalui karya maupun keteguhannya menghadapi tantangan hidup. Semoga proses pemulihan yang ia jalani menjadi awal baru menuju kesehatan dan keseimbangan hidup yang lebih baik.
Sumber: Meriam Bellina Emosional Kala Curhat Mesti Pasang Ring Jantung

















