Luhut Pandjaitan Minta Masyarakat Tak Khawatir soal Pertumbuhan Ekonomi 4,87%

Priscilla Austin

Luhut Pandjaitan Minta Masyarakat Tak Khawatir soal Pertumbuhan Ekonomi 4,87%
https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/12/02/70c70f01-f729-45a8-848c-acf2f9232b0a_169.jpeg

beritahariini.news – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2025 tercatat hanya sebesar 4,87% year-on-year (yoy). Angka ini menjadi sorotan publik karena berada di bawah ambang psikologis 5%. Namun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap perlambatan ini. Menurutnya, kondisi tersebut masih dalam batas wajar, terlebih Indonesia saat ini sedang memasuki fase transisi pemerintahan.

Konteks Ekonomi Global dan Nasional: Tantangan yang Bertumpuk

Luhut menyebut bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi bukanlah hal yang asing dalam masa transisi kekuasaan. Ia mencontohkan periode transisi pemerintahan tahun 2014, di mana pada kuartal I dan II pertumbuhan juga sempat berada di bawah 5%. Hal ini menunjukkan bahwa masa penyesuaian pemerintahan memang kerap memicu dinamika ekonomi yang belum stabil.

“Menurut saya dalam suatu proses transisi pemerintahan, bisa saja terjadi perlambatan ekonomi. Jadi saya pikir tidak ada yang terlalu dikhawatirkan,” tegas Luhut melalui akun Instagram resminya, Selasa (6/5/2025).

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi global yang tidak stabil akibat perang tarif antara Amerika Serikat dan China, yang ikut mempengaruhi iklim ekspor Indonesia. Di tengah gejolak geopolitik dan tekanan perdagangan internasional, Luhut menilai capaian ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik.

BACA JUGA: Kebangkitan Industri Tekstil: Duniatex Group Butuh 5.000 Karyawan Baru

Kontraksi Konsumsi Pemerintah Jadi Faktor Kunci

Salah satu penyebab utama lemahnya pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini adalah kontraksi pada konsumsi pemerintah. Belanja negara yang belum maksimal menyebabkan mesin ekonomi domestik tidak bekerja secara optimal.

Namun, Luhut menegaskan bahwa pemerintah telah menyadari hambatan tersebut dan kini tengah mempercepat belanja anggaran untuk menggenjot kembali roda perekonomian nasional.

“Yang penting kita sudah tahu masalahnya, dan Presiden sudah memberikan arahan bahwa kita akan perbaiki ini. Percepatan belanja negara menjadi kunci utama,” ujarnya.

Program Makan Bergizi (MBG): Pendorong Ekonomi Desa

Dalam upaya meningkatkan realisasi belanja pemerintah dan menciptakan efek berantai ke sektor-sektor produktif, Luhut menyoroti Program Makan Bergizi (MBG) sebagai salah satu pendorong utama. Program ini tak hanya menyasar perbaikan gizi anak-anak, namun juga membuka peluang ekonomi baru di daerah pedesaan.

MBG disebut mampu membentuk simpul ekonomi lokal, karena melibatkan:

  • Petani sayuran

  • Peternak ayam

  • Pengepul telur

  • Pelaku UMKM

Dengan rantai pasok yang menyebar ke berbagai lini, MBG diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa-desa terpencil, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi sektor riil.

Tantangan Ekonomi Domestik: Masih Ada yang Perlu Diwaspadai

Meski optimistis, Luhut juga tak menutup mata terhadap beberapa tantangan ekonomi internal yang harus diatasi, yakni:

  • Perlambatan konsumsi rumah tangga

  • Investasi yang belum pulih maksimal

  • Tekanan terhadap ekspor

  • Ketimpangan pertumbuhan antarwilayah

Hal ini, menurut Luhut, menjadi pengingat penting bahwa pembangunan tidak boleh berpusat hanya di wilayah tertentu, dan perlu disertai dengan strategi pemerataan serta percepatan pertumbuhan secara simultan.

Deregulasi dan Investasi: Arah Baru Pemerintahan Prabowo

Di sisi lain, Luhut mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan deregulasi aturan-aturan yang menghambat investasi. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor, baik asing maupun domestik, untuk berinvestasi di Indonesia.

“Presiden telah memerintah agar segera dilakukan deregulasi untuk membuka lebih banyak ruang bagi investasi,” ujar Luhut.

Ia menambahkan bahwa dalam kondisi seperti sekarang, kolaborasi lintas sektor, kerja nyata, dan keberanian mengambil keputusan besar sangat diperlukan agar Indonesia bisa tetap melaju.

Kesimpulan

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2025 tercatat hanya 4,87%, Luhut Pandjaitan menilai kondisi ini masih dalam batas wajar, terutama di tengah transisi pemerintahan dan tekanan global. Pemerintah saat ini tengah mempercepat belanja negara, mendorong ekonomi desa melalui Program Makan Bergizi, dan melakukan deregulasi untuk menarik investasi.

Dengan pendekatan strategis yang menyentuh sektor riil dan memperkuat daya beli masyarakat, serta didukung oleh kepemimpinan baru yang berkomitmen terhadap reformasi kebijakan, Indonesia diyakini mampu kembali menembus pertumbuhan ekonomi di atas 5% dalam waktu dekat.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...