beritahariini.news – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Sumedang menunjukkan langkah progresif dalam menjaring bibit pebulutangkis muda potensial. Melalui partisipasi aktif dalam berbagai turnamen lokal, PBSI Sumedang berupaya menggali potensi atlet dari pelosok daerah, khususnya desa-desa yang memiliki antusiasme tinggi terhadap olahraga bulutangkis.
Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah keterlibatan langsung PBSI Sumedang dalam Kejuaraan Bulutangkis Cileles Cup II, yang digelar mulai tanggal 26 Mei hingga 1 Juni 2025 di GOR Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor.
Cileles Cup II: Ajang Penjaringan dan Pemersatu Warga
BACA JUGA: Singapore Open 2025 Jadi Debut Jonatan Christie sebagai Pemain Profesional Non-Pelatnas
Turnamen yang digagas oleh Kepala Desa Cileles, Duduy Abdul Kholik, ini menjadi magnet tersendiri bagi komunitas bulutangkis lokal. Dengan melibatkan 109 pasangan dari Kelas D Lokal dan 60 pasangan dari Kelas D Open se-Bandung Raya, kompetisi ini berhasil menyedot perhatian warga serta menjadi platform pembinaan atlet muda di tingkat desa.

Also Read
“Selama saya menjabat, ini sudah turnamen kedua. Kami ingin event ini terus bergulir setiap tahun, karena antusiasme warga terhadap bulutangkis sangat besar,” ujar Duduy.
Tak hanya sebagai ajang kompetisi, Cileles Cup II juga menjadi sarana masyarakat menyalurkan minat dan bakat mereka dalam bulutangkis, yang diharapkan akan menghasilkan atlet handal masa depan dari Sumedang.
Sinergi Pemdes dan PBSI: Formula Sukses Pembinaan Atlet Daerah
Kepala Desa Cileles menaruh harapan besar terhadap PBSI Sumedang agar menjadikan turnamen semacam ini sebagai sumber inspirasi dalam menjaring atlet usia dini. Langkah ini sejalan dengan program pembinaan PBSI secara nasional yang menekankan pentingnya deteksi dan pelatihan dini terhadap calon atlet.
“Semoga melalui turnamen ini, muncul atlet-atlet yang nantinya bisa mengharumkan nama Cileles, bahkan Sumedang di level regional dan nasional,” imbuh Duduy.
Apresiasi dari PBSI Sumedang: Inspirasi untuk Daerah Lain
BACA JUGA: Malaysia Masters 2025: Chico, Alwi, dan Putri KW Melenggang ke 16 Besar, Ganda Putri Bertarung Ketat
Ketua PBSI Kabupaten Sumedang, Indra Jayaatmaja, turut hadir dan menyaksikan langsung kejuaraan tersebut. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Tata Usaha Pimpinan Kemenpora ini memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Cileles.
“Turnamen seperti ini sangat penting. Kami dari PBSI Sumedang sangat mendukung dan berharap inisiatif seperti ini bisa ditiru oleh daerah-daerah lain,” kata Indra.
Sebagai bentuk dukungan, Indra bahkan ikut bertanding dalam laga eksibisi, berpasangan dengan Deni Ruli (Deden), menghadapi pasangan Tisna Hadistia (Dempi) dan Jujun Sanusi. Partisipasi ini mencerminkan kedekatan PBSI dengan masyarakat dan komitmen nyata untuk membina olahraga dari akar rumput.
Turnamen Tarkam sebagai Pilar Pembangunan Olahraga
Kejuaraan lokal atau turnamen tingkat kampung—yang dikenal sebagai Tarkam—seringkali menjadi titik awal pembinaan atlet nasional. Melalui format kompetisi yang terbuka dan inklusif, turnamen ini bukan hanya membangun semangat kompetitif, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga.
Cileles Cup II menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa dan organisasi olahraga dapat menciptakan ruang ekspresi dan pembinaan yang produktif. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa potensi atlet berprestasi bisa muncul dari desa, jika ada dukungan yang konsisten dan berkesinambungan.
Langkah Lanjutan PBSI Sumedang: Dari Turnamen ke Program Pembinaan
PBSI Sumedang menyatakan bahwa turnamen seperti Cileles Cup II akan dijadikan ajang scouting untuk menyusun program pembinaan lebih lanjut. Pemain-pemain muda yang menonjol akan diajak bergabung dalam pelatihan lanjutan dan masuk ke dalam radar pembinaan jangka panjang.
Harapannya, para pemain muda yang potensial akan diarahkan menuju jenjang yang lebih tinggi, seperti kejuaraan kabupaten, provinsi, hingga nasional, dengan dukungan fasilitas dan pelatih yang kompeten.
Desa Cileles, Miniatur Pembinaan Olahraga Berbasis Komunitas
Apa yang dilakukan oleh Desa Cileles bersama PBSI Sumedang layak menjadi model pembinaan olahraga di tingkat akar rumput. Ketika semangat masyarakat, perhatian pemerintah, dan dukungan organisasi olahraga berpadu, maka lahirlah sistem yang mampu menghasilkan atlet unggul sekaligus memperkuat budaya olahraga lokal.
Dengan kesinambungan yang tepat, bukan tidak mungkin nama-nama atlet nasional masa depan akan muncul dari GOR sederhana di Cileles, Sumedang.















