Viral

Klarifikasi Korem Soal Viral Anggota TNI Datangi Polres Gorontalo, Bukan karena Asmara

beritahariini.news – Sebuah video yang menunjukkan sejumlah anggota TNI datangi Polres Gorontalo mendadak viral di media sosial dan memicu spekulasi liar, termasuk dugaan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh masalah asmara. Namun, Korem 133/Nani Wartabone dengan tegas membantah kabar tersebut dan memberikan penjelasan resmi mengenai insiden sebenarnya yang terjadi.

Kedatangan TNI untuk Lapor Pemukulan, Bukan Cekcok Asmara

Kepala Penerangan Korem 133/Nani Wartabone, Kapten Inf Suyono, menepis kabar yang menyebut adanya cekcok bernuansa asmara antara personel TNI dan aparat kepolisian. Ia menegaskan bahwa tidak ada anggota TNI yang datang ke Polres Gorontalo untuk membuat keributan atau berteriak-teriak seperti yang disebutkan dalam narasi video yang beredar.

“Tidak benar, tidak ada motif asmara. Tidak ada anggota kami teriak-teriak di Polres Gorontalo. Kejadiannya hanya salah paham,” ujar Kapten Suyono saat dikonfirmasi pada Kamis (5/6/2025).

BACA JUGA: Viral Akun Instagram Gibran Follow Judol, Setwapres Klarifikasi dan Laporkan ke Komdigi

Suyono menjelaskan bahwa kedatangan sejumlah anggota TNI ke Polres Gorontalo pada Rabu malam (4/6) bertujuan untuk melaporkan dugaan kasus pemukulan yang menimpa seorang anggota TNI. Laporan tersebut dibuat secara resmi melalui prosedur hukum yang berlaku.

Kronologi Kejadian: Salah Paham di Kompleks Polres

Peristiwa bermula ketika salah satu anggota TNI tengah menumpangi becak motor (bentor) dan hendak melintas di sebuah kompleks perumahan di kawasan Polres Gorontalo. Namun, jalan masuk terhalang oleh sejumlah sepeda motor yang diparkir sembarangan di bahu jalan. Anggota tersebut kemudian meminta pemilik kendaraan untuk memindahkannya.

Sayangnya, permintaan tersebut ditanggapi secara keliru oleh dua orang yang diduga anggota Brimob. Mereka merasa tersinggung atas perkataan sang anggota TNI, yang pada saat itu tidak menyebutkan identitas militer secara langsung.

“Mereka tersinggung dan langsung melakukan pemukulan. Anggota kami tidak sendirian, ada juga tujuh warga sipil yang berada di lokasi. Mereka semua tidak mengetahui bahwa korban merupakan anggota TNI aktif,” jelas Suyono.

Oknum Brimob Diduga Mabuk Saat Insiden Terjadi

BACA JUGA: Viral Tarif Parkir Motor Rp 5 Ribu di Bali, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Beri Penjelasan

Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak Korem, dua orang yang diduga melakukan penganiayaan tersebut merupakan anggota Brimob dari Polda Papua Barat yang sedang berada di Gorontalo dalam rangka cuti. Saat kejadian berlangsung, kedua pelaku diduga dalam kondisi mabuk, yang semakin memperkeruh suasana dan mempercepat terjadinya kekerasan fisik.

“Oknum ini baru berhenti memukul setelah korban menyebutkan bahwa dirinya adalah anggota TNI. Setelah itu, situasi langsung diredam,” tambahnya.

Damai dan Saling Memaafkan

Kapten Suyono menuturkan bahwa pihak TNI dan kepolisian setempat telah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Proses mediasi dilakukan pada pukul 23.00 WITA malam itu juga. Kedua belah pihak anggota TNI dan pelaku dari Brimob dipertemukan, melakukan klarifikasi, dan saling meminta maaf secara terbuka.

“Keduanya sudah bertemu, bersalaman, dan menyampaikan permintaan maaf. Masalah sudah selesai secara kekeluargaan,” pungkas Suyono.

Polisi Masih Belum Memberikan Keterangan

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Gorontalo, khususnya Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Faisal Ariyoga A Harianja, masih belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden yang menyeret personel dari dua institusi negara tersebut.

Video Viral Picu Miskonsepsi

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah anggota TNI berseragam lengkap mendatangi Polres Gorontalo. Namun, narasi yang menyertainya mengarah pada spekulasi konflik asmara antara anggota TNI dan Brimob. Korem 133 menilai bahwa informasi tersebut menyesatkan dan sangat berisiko mencoreng hubungan baik antara TNI dan Polri.

Suyono berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kebenaran dari informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak berwenang.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

6 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

6 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

6 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

6 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

6 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

6 bulan ago