Jangan Abaikan Skoliosis: Pencegahan, Gejala, dan Penanganan Tepat
beritahariini.news – Skoliosis merupakan kelainan pada tulang belakang di mana tulang melengkung ke samping secara abnormal, membentuk pola menyerupai huruf S atau C. Dalam kondisi normal, tulang belakang memang memiliki lengkungan ringan ke depan dan belakang, namun tetap lurus ketika dilihat dari arah belakang.
Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine, Dokter Spesialis Ortopedi dan Konsultan Tulang Belakang di RS EMC Sentul, Cikarang, dan Pekayon, skoliosis yang tidak ditangani sejak dini dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari rasa nyeri, gangguan postur tubuh, hingga masalah pernapasan akibat tekanan pada paru-paru.
Skoliosis dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Namun, data menunjukkan bahwa remaja menjelang pubertas lebih sering mengalaminya. Selain itu, wanita memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan pria.
Also Read
Gejala skoliosis tidak selalu langsung terasa. Pada tahap awal, penderita mungkin hanya merasakan pegal atau nyeri punggung ringan. Namun, tanda-tanda berikut perlu diwaspadai:
Bahu tampak tidak sejajar, salah satunya lebih tinggi.
Tulang belikat terlihat menonjol ke satu sisi.
Panggul tidak rata.
Salah satu sisi tulang rusuk menonjol saat membungkuk.
Postur tubuh condong ke kanan atau kiri.
Mudah lelah atau nyeri setelah duduk atau berdiri lama.
Pada kasus berat, muncul gangguan pernapasan akibat tekanan pada paru-paru.
Deteksi dini menjadi faktor penting agar kelainan ini tidak berkembang menjadi kondisi serius.
Skoliosis memiliki beragam penyebab, yang membagi kondisi ini menjadi beberapa jenis utama:
Skoliosis Idiopatik
Jenis paling umum, mencakup hingga 80% kasus.
Biasanya muncul saat masa pertumbuhan remaja.
Penyebab pasti belum diketahui.
Skoliosis Kongenital
Sudah ada sejak lahir akibat kelainan pembentukan tulang belakang saat janin berkembang.
Skoliosis Neuromuskular
Disebabkan gangguan saraf dan otot, misalnya pada penderita cerebral palsy, distrofi otot, atau spina bifida.
Skoliosis Degeneratif
Terjadi pada orang dewasa akibat penuaan, osteoarthritis, atau cedera tulang belakang.
Skoliosis yang tidak mendapat penanganan dapat menimbulkan konsekuensi serius, antara lain:
Nyeri kronis: akibat distribusi tekanan otot dan sendi yang tidak seimbang.
Gangguan pernapasan: lengkungan tulang menekan paru-paru dan mengurangi kapasitas pernapasan.
Penurunan rasa percaya diri: terutama pada remaja yang khawatir dengan perubahan postur tubuh.
Keterbatasan aktivitas fisik: penderita sulit melakukan kegiatan berat karena mudah lelah dan nyeri.
Tidak semua jenis skoliosis bisa dicegah, terutama yang bersifat idiopatik atau bawaan. Namun, ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko atau mencegah kelengkungan semakin parah:
Menjaga Postur Tubuh
Duduk dan berdiri dengan tegak.
Hindari membungkuk atau menopang tubuh pada satu sisi terlalu lama.
Menggunakan Tas dengan Benar
Anak-anak sebaiknya memakai tas punggung di kedua bahu, bukan hanya di satu sisi.
Hindari membawa beban berlebihan.
Olahraga Teratur
Aktivitas seperti berenang, yoga, atau latihan khusus punggung dapat memperkuat otot penyangga tulang belakang.
Pemeriksaan Rutin pada Anak
Lakukan skrining skoliosis secara berkala, terutama saat anak memasuki masa pertumbuhan cepat.
Nutrisi Seimbang
Konsumsi makanan kaya kalsium, vitamin D, serta protein untuk memperkuat tulang dan otot.
BACA JUGA : Hong Kong Larang Konsumsi Mi Instan Indonesia Mengandung Etilen Oksida, BPOM Lakukan Penelusuran
Perawatan skoliosis tergantung pada usia pasien, tingkat keparahan lengkungan, serta jenis skoliosis. Berikut pendekatan medis yang umum dilakukan:
Untuk skoliosis ringan (kurva <20 derajat), dokter biasanya hanya melakukan observasi berkala setiap 6–12 bulan.
Metode seperti Schroth Method atau Scientific Exercise Approach to Scoliosis (SEAS) terbukti membantu memperbaiki postur dan memperlambat progresi kelengkungan.
Brace direkomendasikan untuk remaja dalam masa pertumbuhan dengan kurva 25–40 derajat. Fungsinya bukan untuk menyembuhkan, tetapi mencegah kondisi semakin parah.
Jika kelengkungan melebihi 45–50 derajat, dokter dapat menyarankan operasi fusi tulang belakang. Prosedur ini menyatukan beberapa ruas tulang dengan alat logam khusus untuk memperbaiki posisi tulang.
Menurut dr. Buddy, deteksi sejak dini merupakan kunci agar skoliosis dapat ditangani secara efektif. Skoliosis yang teridentifikasi pada tahap awal memiliki peluang lebih besar untuk ditangani tanpa perlu operasi besar.
“Skoliosis memang sering dianggap remeh, tetapi dampaknya bisa serius. Deteksi dini dan penanganan tepat dapat mencegah komplikasi jangka panjang,” jelasnya.
Di berbagai negara, skoliosis pada remaja sering ditemukan melalui pemeriksaan sekolah. Program ini memungkinkan anak-anak dengan gejala ringan segera ditangani sebelum masuk tahap berat.
Di Indonesia, edukasi soal skoliosis masih perlu ditingkatkan. Banyak kasus baru diketahui ketika pasien sudah mengalami nyeri kronis atau postur tubuh yang jelas terlihat miring.
Skoliosis bukan hanya masalah estetika, melainkan kondisi medis yang bisa menurunkan kualitas hidup jika diabaikan. Mulai dari deteksi dini, pencegahan sederhana, hingga penanganan medis modern, semua langkah harus dilakukan sesuai kebutuhan pasien.
Menjaga postur tubuh, rutin berolahraga, mengatur nutrisi, serta melakukan pemeriksaan berkala sangat penting untuk mengurangi risiko. Pada tahap lebih serius, brace atau bahkan operasi fusi tulang belakang bisa menjadi solusi.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi, masyarakat dapat memahami bahwa skoliosis bukan sekadar keluhan ringan, melainkan masalah kesehatan serius yang perlu perhatian penuh.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…