Foto: beritahariini.news/Priscilla
beritahariini.news – Setelah resmi meluncur di pasar global pada awal November 2025, Xiaomi 15T Series langsung menarik perhatian para penggemar teknologi berkat inovasi pada sektor kamera. Namun, di balik spesifikasi utama yang sering dibahas seperti sensor 200 MP dan prosesor Snapdragon 8 Gen 4, terdapat fitur-fitur kamera tersembunyi yang jarang diketahui pengguna tetapi punya kemampuan luar biasa.
Seri ini terdiri dari Xiaomi 15T dan 15T Pro, dua varian yang membawa pembaruan signifikan dibanding pendahulunya, terutama dalam hal kecerdasan buatan (AI) pada sistem fotografi. Dengan pendekatan baru terhadap computational photography, Xiaomi mengklaim seri ini mampu menghadirkan hasil gambar yang lebih realistis dan adaptif di berbagai kondisi pencahayaan.
Kamera utama Xiaomi 15T Pro menggunakan sensor 200 MP ISOCELL HP3 Ultra buatan Samsung, dengan ukuran sensor 1/1.3 inci dan aperture f/1.7. Sensor ini dilengkapi teknologi AI Pixel Fusion 2.0, yang memungkinkan kamera menggabungkan hingga 16 piksel menjadi satu untuk menangkap lebih banyak cahaya saat kondisi minim penerangan.
Also Read
Namun yang paling menarik perhatian bukan sekadar resolusinya, melainkan fitur tersembunyi yang hanya bisa diaktifkan melalui mode pengembang atau pengaturan lanjutan. Fitur ini disebut AI Scene Composer, yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mempelajari kebiasaan fotografi pengguna dan menyesuaikan komposisi otomatis secara real-time.
“AI Scene Composer bekerja layaknya asisten fotografer digital. Sistemnya mengenali pola pengguna apakah sering memotret makanan, pemandangan, atau wajah dan secara otomatis menyesuaikan eksposur, warna, hingga fokus,” jelas Li Wei, Kepala Inovasi Kamera Xiaomi Global, dalam konferensi pers di Beijing.
Salah satu fitur tersembunyi yang baru ditemukan oleh komunitas pengguna adalah AI Light Balance, yang tersembunyi di menu “Experimental Features” dalam aplikasi kamera bawaan MIUI 16. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur keseimbangan cahaya secara otomatis dengan tingkat presisi tinggi berdasarkan deteksi arah sumber cahaya dan pantulan objek.
Berbeda dari HDR biasa, AI Light Balance bekerja dengan pemindaian tiga dimensi menggunakan sensor ToF (Time of Flight) dan memetakan jarak antar objek untuk mengatur pencahayaan selektif. Hasilnya, foto tetap seimbang antara area terang dan gelap, bahkan saat diambil di bawah sinar matahari terik atau ruangan redup.
Baca Juga: Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 Pro di Indonesia 7 November, Intip Spesifikasinya
Banyak pengguna di forum Xiaomi Community Global melaporkan bahwa fitur ini meningkatkan hasil potret hingga 35% lebih baik dalam uji banding dengan mode standar.
Selain fitur foto, Xiaomi 15T Series juga menyimpan mode video tersembunyi bernama “Cinematic AI”, yang tidak ditampilkan secara langsung di menu utama. Untuk mengaksesnya, pengguna harus mengetik kode tertentu di aplikasi kamera, mirip seperti developer shortcut.
Mode ini memungkinkan perekaman video dengan rasio 21:9 dan frame rate 24fps, lengkap dengan color grading otomatis bergaya film klasik. Menariknya, Cinematic AI juga mampu meniru karakter warna dari kamera profesional seperti Arri Alexa atau Sony Venice.
“Fitur ini awalnya dikembangkan untuk kebutuhan sinematografi mobile. Kami ingin pengguna mampu membuat video bergaya film tanpa perlu alat tambahan,” ujar Lei Jun, CEO Xiaomi, dalam wawancara dengan Android Authority.
Fitur tersembunyi lain yang terdeteksi dari firmware internal adalah Xiaomi Natural Focus, sistem autofokus adaptif yang meniru cara kerja mata manusia.
Dengan bantuan dua sensor cahaya dan satu sensor pergerakan tambahan, kamera bisa menilai kedalaman bidang (depth of field) dan mengunci fokus dengan kecepatan 0,02 detik.
Fitur ini bekerja terutama pada mode potret, menghasilkan efek bokeh yang lebih halus tanpa memotong tepi objek secara kasar seperti yang sering terjadi pada kamera ponsel lain. Hasil foto terlihat alami, seolah diambil dengan lensa kamera DSLR.
Untuk pengguna tingkat lanjut, Xiaomi menyembunyikan menu profesional rahasia di aplikasi kamera yang bisa diakses dengan mengetuk tujuh kali bagian versi perangkat lunak kamera. Menu ini disebut “Pro Hidden Menu”, dan di dalamnya terdapat kontrol manual penuh untuk ISO, shutter speed hingga 32 detik, white balance, hingga kurva tone warna.
Selain itu, mode ini juga membuka akses ke format RAW 16-bit, yang sebelumnya hanya tersedia di ponsel flagship kelas atas seperti iPhone Pro Max atau Galaxy S Ultra. Format ini memungkinkan fotografer melakukan pengeditan ekstrem tanpa kehilangan detail.
Salah satu alasan Xiaomi 15T mampu menjalankan semua fitur kamera canggih tersebut adalah karena diperkuat oleh AI Photonic Engine, chip kecerdasan buatan internal yang dikembangkan Xiaomi sendiri. Chip ini bertugas memproses data gambar secara langsung di perangkat tanpa harus mengandalkan cloud, sehingga proses pemotretan tetap cepat dan aman.
AI Photonic Engine dapat mengenali hingga 2.000 skenario pemotretan berbeda dan menyesuaikan algoritma warna serta pencahayaan untuk setiap kondisi. Hal ini membuat hasil foto konsisten dan tidak bergantung pada lokasi atau waktu pemotretan.
Baca Juga: Ditemukan Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia, Dihuni Lebih dari 100 Ribu Laba-laba di Dalam Gua
Sejumlah reviewer teknologi ternama seperti GSMArena dan Android Central memberikan pujian terhadap kemampuan kamera Xiaomi 15T Series. Mereka menyebut seri ini sebagai salah satu kamera ponsel paling inovatif tahun 2025.
“Xiaomi tidak hanya mengejar megapiksel, tapi juga menghadirkan inovasi tersembunyi yang benar-benar berguna. Mode Cinematic AI dan Natural Focus adalah terobosan besar,” tulis GSMArena dalam ulasannya.
Sementara di Indonesia, antusiasme pengguna juga terlihat di media sosial. Banyak pembuat konten menyebut Xiaomi 15T sebagai “kamera profesional dalam genggaman”, terutama setelah mengetahui keberadaan fitur tersembunyi tersebut.
Dengan berbagai fitur tersembunyi yang tidak banyak diketahui pengguna umum, Xiaomi 15T Series membuktikan dirinya sebagai ponsel kamera yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga penuh kejutan di balik layar.
Mulai dari AI Scene Composer hingga Cinematic AI, semua fitur tersebut menunjukkan arah baru fotografi mobile yang semakin cerdas dan personal. Bagi pengguna yang gemar eksplorasi, seri ini menjadi bukti bahwa kadang fitur terbaik justru tersembunyi di balik pengaturan yang jarang disentuh.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…