Berapa Lama Merebus Telur Agar Salmonella Mati? Hati-Hati dengan Telur Setengah Matang
beritahariini.news – Telur merupakan salah satu sumber protein paling populer dan mudah diolah. Namun, tidak semua telur yang tampak bersih dan segar bebas dari ancaman bakteri berbahaya. Salah satu patogen yang sering ditemukan pada telur adalah Salmonella, bakteri penyebab infeksi usus serius hingga penyakit tipes.
Keracunan akibat telur terkontaminasi Salmonella dapat menimbulkan gejala mulai dari mual, sakit perut, diare hebat, hingga demam tinggi. Lebih dari itu, dalam kasus berat, bakteri ini bisa memasuki aliran darah dan menimbulkan komplikasi yang membahayakan jiwa, terutama pada anak-anak, lansia, serta individu dengan sistem imun lemah.
Bakteri Salmonella sangat sensitif terhadap panas. Studi dari Universitas Terbuka Jakarta oleh Titi Nur Rahayu dan Shofia Hanifa menyebutkan bahwa perebusan dengan suhu lebih dari 65,5°C selama 15–20 menit efektif membunuh Salmonella baik yang berada di cangkang maupun di dalam isi telur.
Also Read
Dalam laporan penelitian tersebut, Salmonella masih bisa bertahan hidup pada suhu 55°C hingga satu jam, dan pada suhu 60°C hingga 20 menit. Artinya, jika telur hanya direbus sebentar, masih ada kemungkinan bakteri tetap hidup di dalamnya.
Oleh karena itu, merebus telur minimal 15 menit sangat disarankan agar benar-benar aman dikonsumsi.
Meskipun populer karena tekstur kuning telur yang lembut dan lezat, konsumsi telur setengah matang tetap menyimpan risiko tinggi. Bagian putih telur yang tampak matang belum tentu menjamin bagian kuningnya mencapai suhu cukup untuk membunuh Salmonella.
Menurut Hello Sehat, risiko semakin meningkat jika:
Telur setengah matang digunakan sebagai bahan saus, salad, atau adonan kue.
Telur tidak dicuci bersih sebelum dimasak.
Telur dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam sebelum diolah.
Dengan kondisi tersebut, peluang infeksi Salmonella tetap terbuka lebar.
BACA JUGA : Koki Lituania Raih Gelar Juara Dunia Kompetisi Sushi 2025 di Jepang
Infeksi Salmonella bukan sekadar menimbulkan gangguan pencernaan ringan. Gejala dapat muncul antara 6 jam hingga 6 hari setelah mengonsumsi telur terkontaminasi. Beberapa gejala umum meliputi:
Demam tinggi di atas 39°C.
Diare hebat yang bisa berlangsung berhari-hari.
Kram perut akibat peradangan usus.
Mual dan muntah berulang.
Dehidrasi berat.
Pada kondisi parah, Salmonella bisa memicu radang usus, infeksi sistemik, bahkan tipes. Risiko komplikasi semakin tinggi pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
Kontaminasi telur oleh Salmonella dapat terjadi melalui dua jalur utama:
Kontaminasi Internal
Terjadi ketika telur masih berada di dalam ovarium ayam.
Bakteri terbawa melalui saluran reproduksi sehingga masuk langsung ke dalam isi telur.
Kontaminasi Eksternal
Terjadi setelah telur dikeluarkan dari tubuh ayam.
Telur bisa terkontaminasi kotoran ayam yang mengandung Salmonella.
Bakteri dapat masuk melalui pori-pori mikro pada cangkang, terutama jika cangkang retak, tipis, atau kotor.
Laman kesehatan pemerintah Australia menegaskan bahwa bahkan retakan mikro yang tidak terlihat kasat mata dapat menjadi jalur masuk Salmonella.
Salmonella tidak mengubah warna, bau, atau tekstur telur, sehingga sulit dikenali tanpa pemeriksaan laboratorium. Namun, secara kasat mata, Anda bisa menghindari telur berisiko dengan memperhatikan ciri berikut:
Cangkang retak, pecah, atau tipis.
Permukaan cangkang kotor, berlendir, atau masih menempel kotoran ayam.
Cangkang berpori besar atau tampak rapuh.
Telur dengan ciri tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi, apalagi dalam kondisi setengah matang.
BACA JUGA : 5 Khasiat Belimbing Wuluh: Herbal Ampuh untuk Asam Urat dan Hipertensi
Pencegahan infeksi Salmonella dapat dilakukan dengan menerapkan langkah sederhana namun konsisten, mulai dari pemilihan hingga penyajian telur.
Saat Membeli:
Pilih telur dengan cangkang utuh, bersih, dan tanpa retakan.
Ambil telur yang disimpan di dalam lemari pendingin.
Saat Memasak:
Rebus telur minimal 15 menit agar bakteri mati total.
Hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang.
Cuci tangan serta peralatan masak yang bersentuhan dengan telur mentah.
Saat Menyimpan:
Simpan telur mentah di kulkas dengan masa simpan maksimal 3 minggu.
Telur rebus bisa bertahan 7 hari jika disimpan dalam lemari es.
Jangan biarkan telur matang berada di suhu ruangan lebih dari 2 jam.
Pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat perlu memperkuat edukasi tentang bahaya Salmonella. Konsumsi telur yang aman tidak hanya melibatkan proses perebusan, tetapi juga cara penyimpanan, kebersihan, serta kesadaran konsumen terhadap risiko makanan setengah matang.
Kampanye pola konsumsi sehat harus terus digalakkan, terutama di kalangan anak muda yang sering menyukai menu setengah matang. Dengan informasi yang benar, masyarakat bisa menikmati manfaat telur tanpa takut terkena infeksi bakteri berbahaya.
Salmonella adalah ancaman nyata yang bisa bersembunyi dalam telur, baik di bagian cangkang maupun isinya. Untuk memastikan keamanan, telur harus direbus minimal 15 menit agar suhu panas membunuh bakteri secara tuntas. Telur setengah matang tetap menyimpan risiko tinggi karena bagian kuningnya bisa saja belum mencapai suhu steril.
Infeksi Salmonella dapat menimbulkan gejala serius, mulai dari diare parah hingga komplikasi tipes. Pencegahan dapat dilakukan dengan memilih telur berkualitas, mengolah dengan benar, serta menyimpannya sesuai aturan.
Dengan langkah sederhana namun disiplin, masyarakat dapat tetap menikmati telur sebagai sumber gizi tinggi tanpa harus khawatir terhadap bahaya Salmonella.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…