beritahariini.news – Nama Pinkan Mambo kembali mencuat ke publik, kali ini bukan karena karya musiknya, melainkan dari usaha kecil-kecilan yang ia rintis: jualan donat rumahan. Siapa sangka, bisnis sederhana ini justru viral dan diserbu ribuan pembeli hingga antrean mengular dan pesanan membludak.
Donat Pinkan Mambo Jadi Incaran
Dalam tayangan Pagi Pagi Ambyar Trans TV (Sabtu, 26/7/2025), Pinkan mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan.
“Ramainya tuh sampai nggak ketolong, sampai ribuan. Percaya nggak percaya, sampai sehari itu seribu WA. HP aku yang Rp 5 juta belum lunas aja sampai nggak kuat nampung pesanannya,” ungkap Pinkan.
Animo masyarakat begitu besar hingga antrean pembelian bisa mencapai sebulan penuh. Pinkan menggambarkan pembeli seperti “ngamuk” karena berebut ingin mencicipi produknya.
Meski viral, usaha kuliner Pinkan juga menuai kontroversi. Banyak warganet menilai harga donat Pinkan terlalu mahal dan tidak sebanding dengan kemasan yang sederhana.
Satu kotak donat dengan varian lengkap dijual Rp200 ribu.
Kritik diarahkan pada kemasan yang dinilai tidak menarik untuk harga setinggi itu.
Namun, meski dikritik, tidak sedikit pelanggan yang justru memuji rasa donat tersebut.
“Donatnya enak dan aman dimakan,” kata beberapa konsumen yang sudah mencoba.
Pinkan Mambo: Tak Masalah Dihujat, Asal Orderan Deras
Alih-alih terpukul dengan hujatan, Pinkan justru menanggapinya dengan santai. Baginya, meski dihujat, yang terpenting adalah orderan donatnya terus meningkat.
“Sumpah demi Allah ini benar. Ramainya tuh ngamuk, orang-orang belinya ngamuk. Sampai antreannya sebulan ke depan,” ucap Pinkan.
Dengan variasi tersebut, Pinkan mencoba menghadirkan sensasi berbeda dari donat rumahan pada umumnya.
Fenomena Donat Pinkan Mambo
Fenomena donat Pinkan Mambo menunjukkan bagaimana personal branding seorang artis bisa memberi pengaruh besar dalam dunia bisnis kuliner. Meski produknya sederhana, faktor keunikan, rasa penasaran, dan popularitas sang pemilik usaha mampu membuat ribuan orang rela antre.
Namun, polemik soal harga premium dan kemasan juga menjadi pelajaran penting bagi Pinkan untuk berbenah, agar bisnisnya bisa bertahan jangka panjang dan tidak hanya sekadar viral sesaat.