Aplikasi Resmi GoPay Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan Kartu Fisik: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Dompet Digital
GoPay Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan Kartu Fisik: Waspadai Modus Penipuan Berkedok Dompet Digital
beritahariini.news– Dompet Digital GoPay secara resmi menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan kartu fisik dalam bentuk apa pun. Pernyataan ini dirilis menyusul meningkatnya laporan dari masyarakat mengenai praktik penipuan yang mengatasnamakan GoPay, melalui penawaran pembuatan “kartu GoPay” dengan beragam iming-iming keunggulan tambahan.
Audrey Progastama Petriny, selaku Head of Corporate Affairs GoPay, menekankan bahwa seluruh layanan GoPay, termasuk GoPay Later, hanya tersedia secara digital melalui aplikasi resmi GoPay dan Gojek. Tidak ada layanan atau fasilitas dalam bentuk fisik yang dikeluarkan oleh perusahaan, dan seluruh aktivitas operasional GoPay dilakukan secara elektronik melalui platform resmi.
“Kami tidak pernah menerbitkan kartu fisik untuk GoPay atau layanan GoPay Later. Semua layanan hanya dapat diakses melalui aplikasi resmi yang terdaftar,” tegas Audrey dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis, 12 Juni 2025.
Fenomena penipuan yang mengatasnamakan GoPay ini bukanlah hal baru, namun semakin canggih dalam penyampaiannya. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan saluran tidak resmi seperti media sosial, aplikasi perpesanan instan, dan email palsu untuk menawarkan kartu fisik. Dalam komunikasi tersebut, pelaku sering kali menjanjikan fitur-fitur tambahan, seperti kemudahan transaksi, diskon eksklusif, hingga fasilitas cicilan, guna meyakinkan calon korban.
Namun di balik tawaran tersebut, tujuan utama pelaku adalah mengumpulkan data pribadi masyarakat, termasuk informasi identitas, nomor telepon, alamat email, hingga informasi keuangan seperti nomor rekening dan kode OTP. Data ini kemudian digunakan untuk tindakan kejahatan siber, seperti peretasan akun, pencurian dana elektronik, dan penipuan transaksi.
Kanal Resmi GoPay: Sumber Informasi yang Dapat Dipercaya
Audrey mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang disampaikan di luar kanal resmi, serta tidak memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak terverifikasi. GoPay menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai produk, promo, dan layanan hanya disampaikan melalui:
Aplikasi resmi GoPay (melalui Gojek)
Website resmi GoPay
Akun Instagram resmi @gopayindonesia
Notifikasi aplikasi yang tervalidasi
Email dari domain resmi perusahaan
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa GoPay tidak pernah menghubungi pengguna secara pribadi untuk menawarkan kartu fisik maupun meminta data rahasia. Segala bentuk komunikasi dari pihak GoPay selalu dilakukan melalui medium resmi dan tidak pernah memaksa pengguna memberikan informasi pribadi.
Tips Pencegahan Penipuan Digital yang Mengatasnamakan GoPay
Guna melindungi masyarakat dari praktik penipuan berbasis digital, GoPay juga merilis panduan perlindungan akun Dompet Digital agar pengguna dapat menjaga keamanan data pribadi dan transaksi mereka. Berikut langkah-langkah preventif yang disarankan:
1. Gunakan Aplikasi Resmi
Pastikan Anda mengunduh aplikasi GoPay hanya dari Google Play Store atau Apple App Store. Hindari mengunduh dari tautan tidak dikenal yang dapat mengandung malware atau aplikasi palsu.
2. Jangan Klik Tautan Mencurigakan
Apabila Anda menerima pesan, email, atau tautan yang tidak dikenal dan menawarkan layanan atau hadiah dari GoPay, jangan pernah mengeklik tautan tersebut. Tautan palsu seringkali menjadi pintu masuk bagi pencurian data atau peretasan akun.
3. Jaga Kerahasiaan Data Pribadi
Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau data akun kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku dari GoPay. GoPay tidak pernah meminta informasi pribadi secara langsung kepada pengguna.
4. Gunakan Kata Sandi yang Kuat
Aktifkan sistem keamanan dengan kata sandi kuat dan unik, serta lakukan pembaruan PIN secara berkala. Hindari penggunaan tanggal lahir atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
5. Aktifkan Verifikasi Dua Faktor (2FA)
Jika tersedia, aktifkan verifikasi dua langkah sebagai lapisan keamanan tambahan untuk mencegah akses tidak sah ke akun Anda.
6. Laporkan Aktivitas Mencurigakan
Apabila Anda mencurigai adanya tindakan penipuan, segera laporkan kepada pihak berwenang dan tim keamanan GoPay. Penanganan cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian.
Perlindungan Kolektif: Tanggung Jawab Bersama
GoPay menekankan bahwa keberhasilan dalam melindungi pengguna dari penipuan digital tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga merupakan hasil dari kewaspadaan kolektif antara pengguna, regulator, dan penyedia layanan. Semakin banyak masyarakat yang waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan, semakin sempit ruang gerak pelaku kejahatan siber.
Dalam upaya mendukung lingkungan digital yang aman, GoPay terus memperkuat teknologi keamanan, melakukan edukasi kepada masyarakat, dan bekerja sama dengan otoritas berwenang untuk menindak pelaku penipuan secara hukum.
Apabila Anda merasa telah menjadi korban dari penipuan kartu fisik GoPay palsu, segera lakukan tindakan berikut:
Laporkan kejadian tersebut ke Call Center GoPay
Blokir akses akun GoPay sementara melalui aplikasi
Laporkan ke pihak berwenang, seperti kepolisian atau unit siber
Ubah kata sandi dan PIN akun Anda
Pantau aktivitas transaksi secara berkala untuk mendeteksi transaksi mencurigakan
Respons cepat akan sangat membantu dalam mengurangi risiko kerugian finansial yang lebih besar.
Penegasan dan Imbauan Akhir dari GoPay
Menutup pernyataan resminya, Audrey Progastama menekankan kembali bahwa GoPay tidak pernah mengeluarkan kartu fisik dalam bentuk apapun. Penawaran seperti itu murni merupakan penipuan, dan masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh bujuk rayu atau klaim palsu yang tersebar di media sosial dan saluran informal lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menolak dengan tegas setiap bentuk penawaran kartu fisik yang mengatasnamakan GoPay, dan segera melaporkan ke kanal resmi apabila menemukan aktivitas mencurigakan,” pungkas Audrey.
Edukasi Digital Jadi Kunci Hadapi Kejahatan Siber
Di tengah meningkatnya penggunaan dompet digital dan layanan keuangan berbasis teknologi, literasi digital menjadi senjata utama masyarakat dalam melindungi diri dari kejahatan siber. Kasus penipuan yang mengatasnamakan GoPay melalui tawaran kartu fisik palsu hanyalah salah satu bentuk dari ancaman digital yang harus diwaspadai.
Dengan membangun kesadaran kolektif, memperkuat edukasi keamanan digital, serta mengandalkan kanal resmi untuk segala bentuk transaksi dan informasi, pengguna dapat menikmati manfaat teknologi keuangan secara aman, nyaman, dan terlindungi.