https://asset.kompas.com/crops/BVDNGx5HRacbGv4qmtIyS8cT_oE=/170x0:2328x1439/1200x800/data/photo/2025/03/28/67e665968d825.jpeg
beritahariini.news – Sebuah foto udara yang memperlihatkan aktivitas pembukaan lahan di kawasan dekat Gunung Tangkuban Perahu viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @denisugani. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana wisata di lereng barat daya Tangkuban Perahu. Fenomena ini memicu kekhawatiran publik, khususnya terkait potensi dampak ekologis seperti risiko banjir dan longsor akibat hilangnya area resapan air di kawasan pegunungan.
Setelah ditelusuri, proyek pembangunan tersebut ternyata merupakan milik PT Eigerindo Multi Produk Industri, perusahaan di balik merek outdoor ternama Eiger. Perusahaan ini berencana membangun fasilitas bernama Eiger Camp di kawasan tersebut.
Menanggapi viralnya pemberitaan tersebut, pihak Eiger memberikan klarifikasi resmi. Jemy Septendi, Penyusun Dokumen Amdal dari PT Mitra Reka Buana, menyatakan bahwa semua dokumen perizinan proyek Eiger Camp telah lengkap dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Dokumen dan perizinan lengkap, termasuk Amdal dan Andal,” ungkap Jemy dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Jumat (28/3/2025).
Also Read
Eiger telah mengantongi persetujuan dari berbagai lembaga pemerintah, mulai dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Perhubungan, hingga pihak kepolisian Kabupaten Bandung Barat.
BACA JUGA: Viral Kisah Wanita Alami Kanker Nasofaring Setelah Cabut Gigi: Fakta Medis di Baliknya
Dalam dokumen DPMPTSP KBB nomor SK-PBG-321702-30032023-12 tanggal 30 Maret 2023, disetujui pembangunan Eiger Camp di Kampung Sukawana, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat.
Berdasarkan penjelasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat, area yang diajukan untuk pembangunan Eiger Camp sebagian besar merupakan kawasan peruntukan hutan rakyat dengan luas sekitar 470.350 meter persegi. Kegiatan yang diizinkan di zona ini meliputi pengembangan hutan berkelanjutan, sistem tebang pilih, serta keharusan melakukan reboisasi.
Selain itu, terdapat bagian lahan seluas 11.650 meter persegi yang masuk dalam kategori kawasan hutan lindung. Aktivitas di wilayah ini dibatasi hanya untuk pemanfaatan ruang guna meningkatkan kawasan, dengan ketentuan tidak boleh mengubah bentang alam, dan harus membatasi penggunaan ruang di area rawan bencana.
Dalam surat resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang KBB nomor 654/PUTR/SP-56/IX/2022, site plan pembangunan Eiger Camp akhirnya disetujui. Total luas lahan yang digunakan mencapai 482.000 meter persegi, dengan komitmen menjaga Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 368.033 meter persegi.
“Selain untuk camping ground, sebagian lahan digunakan untuk pembangunan kolam retensi, area helipad, area parkir, dan fasilitas pendukung lainnya. Koefisien dasar bangunan juga hanya mencapai dua persen dari total izin yang diberikan,” jelas Jemy.
Mengenai kekhawatiran masyarakat tentang potensi gangguan terhadap sistem resapan air yang dapat memicu banjir, Eiger telah mendapatkan rekomendasi teknis Peil Banjir dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Berdasarkan kajian teknis tersebut, kawasan pembangunan dinyatakan aman dengan sejumlah prasyarat wajib, di antaranya:
Pembuatan saluran air yang memadai.
Pembangunan bak resapan dan sumur resapan.
Perbaikan terhadap saluran air yang sudah ada untuk memastikan aliran air mengarah ke perairan umum.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem air dan mencegah risiko bencana hidrologi di sekitar kawasan Tangkuban Perahu.
Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Lembang, Cucu Supriatna, menyatakan bahwa setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi, dipastikan bahwa proyek Eiger Camp berada di luar kawasan hutan yang dikelola oleh Perhutani.
Hal ini mempertegas bahwa pembukaan lahan tersebut bukan bagian dari kawasan hutan negara yang dilindungi, sehingga aktivitas pembangunan yang dilakukan Eiger berada dalam koridor legal yang telah diatur.
Dengan klarifikasi resmi ini, Eiger menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Pembangunan Eiger Camp diharapkan tidak hanya menjadi sarana wisata alam yang berkualitas, tetapi juga tetap menjaga kelestarian ekosistem di sekitar Gunung Tangkuban Perahu.
Meskipun demikian, publik tetap diimbau untuk mengawasi perkembangan proyek ini secara kritis, guna memastikan bahwa seluruh janji perlindungan lingkungan benar-benar dilaksanakan di lapangan.
Sumber: Viral Foto Pembukaan Lahan di Dekat Tangkuban Parahu, Eiger Angkat Bicara
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…