Foto Lokasi Booth di Taman Summringah Sumerecon. Dok: beritahariini.news
beritahariini.news – Kota Bandung kembali mencuri perhatian publik dengan munculnya tren baru yang tengah viral di media sosial: gowes santai dengan suasana ala Korea. Aktivitas bersepeda ini tidak hanya menonjolkan gaya hidup sehat, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang menawan berkat desain kawasan yang mengusung konsep taman kota modern khas Korea Selatan.
Fenomena ini ramai terjadi di kawasan Summarecon Bandung, salah satu area pengembangan baru di wilayah Bandung Timur. Tempat ini disebut-sebut menawarkan kombinasi sempurna antara keindahan arsitektur, tata ruang hijau, dan kenyamanan jalur sepeda yang memanjakan pengunjung. Tak heran jika netizen ramai mengunggah konten bertema “seolah lagi di Seoul” saat bersepeda di tempat ini.
Begitu memasuki kawasan Summarecon Bandung, pengunjung langsung disambut pemandangan jalanan yang bersih, taman-taman tertata rapi, serta jalur sepeda yang lebar dan aman. Deretan pepohonan yang rindang, danau buatan, dan bangku taman yang serasi dengan nuansa pastel menciptakan atmosfer yang mirip seperti taman-taman kota di Seoul atau Busan.
Also Read
Salah satu pengunjung, Rani (27), warga asal Antapani, mengaku datang ke Summarecon Bandung karena penasaran dengan tren yang ramai dibicarakan di media sosial.
“Awalnya saya lihat di TikTok banyak yang posting suasana kayak di Korea. Ternyata memang mirip banget! Udaranya sejuk, jalanannya bersih, dan banyak spot estetik buat foto. Rasanya seperti liburan ke luar negeri, padahal cuma di Bandung,” katanya sambil tersenyum.
Tak hanya warga Bandung, beberapa wisatawan dari luar kota pun mulai berdatangan. Banyak yang datang bersama keluarga atau pasangan untuk sekadar berolahraga ringan sambil menikmati pemandangan. Suasana pada akhir pekan pun kini lebih ramai dibanding biasanya, terutama di pagi dan sore hari saat udara masih segar.
Baca Juga: Xiaomi Rilis Redmi Pad 2 Pro di Indonesia 7 November, Intip Spesifikasinya
Tren gowes ala Korea ini turut didukung oleh berbagai fasilitas yang disediakan pihak pengelola. Jalur sepeda di kawasan tersebut dirancang terpisah dari jalur kendaraan bermotor, memberikan rasa aman bagi pesepeda pemula. Di beberapa titik, tersedia area istirahat lengkap dengan tempat duduk dan area hijau terbuka.
Peminjaman sepeda juga dibuat praktis melalui sistem bike sharing lokal yang disebut “Boseh”, singkatan dari “Bandung on Bike.” Melalui sistem ini, pengunjung bisa menyewa sepeda hanya dengan menunjukkan kartu identitas dan membayar biaya sewa yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 per jam.
“Konsepnya kami ingin mendorong masyarakat untuk aktif bergerak sambil menikmati lingkungan kota yang asri,” ujar Dedi Hartono, perwakilan dari manajemen Summarecon Bandung.
“Selain itu, kami ingin menghadirkan suasana yang unik dan fotogenik agar cocok untuk semua kalangan, baik keluarga, anak muda, maupun wisatawan.”
Kawasan ini juga menerapkan konsep eco-friendly, dengan pengelolaan sampah terpisah dan penggunaan pencahayaan hemat energi. Beberapa titik menggunakan panel surya untuk mendukung penerangan taman pada malam hari.
Media sosial menjadi faktor besar di balik kepopuleran tren ini. Video-video pendek dengan tagar #GowesAlaKorea, #SummareconBandung, dan #SeoulVibesInBandung kini membanjiri platform seperti TikTok dan Instagram. Banyak konten kreator lokal yang memanfaatkan keindahan tempat ini sebagai latar untuk konten estetik, mulai dari OOTD, vlog sepeda santai, hingga couple content.
Salah satu unggahan viral memperlihatkan sepasang muda-mudi yang bersepeda di tepi danau dengan musik latar lagu “Spring Day” milik BTS. Dalam waktu kurang dari dua hari, video tersebut sudah ditonton lebih dari 1 juta kali.
“Konsepnya sederhana tapi menarik. Kita nggak harus ke luar negeri untuk ngerasain suasana kayak di Korea,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar.
Pemerintah Kota Bandung menyambut positif fenomena ini. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung, Ir. Endang Suryani, mengatakan bahwa tren bersepeda ini bisa menjadi potensi wisata baru yang memperkaya citra Bandung sebagai kota wisata kreatif.
“Konsep wisata berbasis gaya hidup sehat dan estetika seperti ini sangat sesuai dengan karakter Bandung. Kami sedang berkoordinasi dengan pengelola kawasan untuk memastikan kegiatan bersepeda tetap aman, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Endang.
Pihaknya juga tengah menyiapkan rencana pengembangan jalur sepeda yang terhubung antara Summarecon Bandung dan beberapa titik wisata lain, seperti Taman Asia Afrika dan Taman Kiara Artha Park, untuk menciptakan pengalaman bersepeda yang lebih luas.
Fenomena ini turut memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan. Beberapa kedai kopi, toko roti, dan penyewa food truck kini merasakan lonjakan pengunjung setiap akhir pekan.
“Kalau pagi rame banget, terutama Sabtu dan Minggu. Banyak yang mampir beli kopi setelah gowes. Pendapatan kami bisa naik dua kali lipat,” ujar Riko, salah satu pemilik kedai kopi di area taman Summarecon.
Selain itu, muncul pula komunitas baru seperti “Bandung Korean Vibes Cyclist”, yaitu komunitas pesepeda yang rutin mengadakan kegiatan fun ride bertema Korea lengkap dengan atribut khas seperti jersey pastel dan topi bucket hat.
Bagi yang ingin mencoba gowes santai ala Korea ini, ada beberapa tips yang bisa diikuti:
Datang lebih pagi. Waktu terbaik adalah antara pukul 06.00–08.00 untuk mendapatkan udara yang sejuk dan pencahayaan yang bagus untuk foto.
Gunakan pakaian nyaman dan berwarna lembut. Warna pastel sering digunakan agar hasil foto terlihat estetik.
Bawa kamera atau ponsel berkualitas. Banyak spot foto menarik di tepi danau dan taman yang rapi.
Jaga kebersihan dan ketertiban. Hindari membuang sampah sembarangan dan patuhi aturan jalur sepeda.
Coba kuliner lokal di sekitar lokasi. Ada banyak pilihan jajanan khas Bandung seperti cireng isi, seblak, dan kopi lokal yang bisa menemani waktu istirahat setelah bersepeda.
Tren ini mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin peduli pada kesehatan fisik sekaligus mencari hiburan visual yang menyenangkan. Di era media sosial, aktivitas sederhana seperti bersepeda bisa menjadi bentuk ekspresi diri dan bagian dari gaya hidup modern.
Selain itu, konsep “suasana Korea” memiliki daya tarik tersendiri di kalangan anak muda Indonesia. Budaya pop Korea atau Hallyu Wave yang meluas melalui musik, drama, dan mode membuat nuansa ala Korea selalu digemari. Menggabungkannya dengan kegiatan outdoor yang sehat menjadi ide yang segar dan menarik.
Tren gowes santai dengan suasana Korea di Bandung bukan sekadar gaya hidup sesaat, tetapi juga contoh nyata bagaimana ruang publik bisa bertransformasi menjadi destinasi wisata yang kreatif dan inklusif. Bandung, dengan iklim sejuk dan warganya yang inovatif, kembali membuktikan diri sebagai kota yang selalu mampu menghadirkan tren baru yang menyenangkan.
Dengan konsep ramah lingkungan, desain menawan, dan semangat kebersamaan, kegiatan ini bukan hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tapi juga memperkuat identitas Bandung sebagai kota dengan vibes yang selalu hangat, indah, dan penuh inspirasi.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…