https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/03/11/nia-ramadhani-1741681558864_169.png?w=900&q=90
beritahariini.news – Nia Ramadhani, istri dari pengusaha Ardi Bakrie, baru-baru ini membagikan pengalamannya dalam mendidik putri sulungnya, Mikhayla Zalina Bakrie, yang kini telah memasuki usia remaja. Mikhayla, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-12, menghadapi fase kehidupan baru yang penuh tantangan, terutama di era perkembangan teknologi dan pergaulan yang semakin bebas. Sebagai seorang ibu, Nia Ramadhani menyadari betapa pentingnya menjaga kedekatan dengan sang putri untuk menghadapi tantangan tersebut.
Nia Ramadhani mengungkapkan bahwa mendidik anak di era modern seperti sekarang ini tidaklah mudah. Perkembangan teknologi dan pergaulan yang semakin bebas menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. “Kita nggak boleh berharap yang muluk-muluk juga sih sebenarnya. Untuk melihat keadaan sekarang, mungkin yang ada pada saat dulu aku pergi-pergi umur 16-17 tahun, sekarang emang udah makin muda, gitu,” ujar Nia, seperti dikutip dari detikcom pada Minggu (16/3).
Ia menyadari bahwa anak-anak zaman sekarang terpapar informasi dan pengaruh luar lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini membuatnya harus lebih bijak dalam mengambil langkah untuk mendidik Mikhayla. Nia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kedekatan dengan sang putri sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut.
Also Read
BACA JUGA : Nikita Willy Ungkap Pengalaman Buruk dengan Oncom, Ternyata Trauma Makan Combro
Nia Ramadhani memilih pendekatan yang lebih personal dalam mendidik Mikhayla. Menurutnya, hubungan yang dekat dan harmonis antara orang tua dan anak adalah kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan di era modern. “Pokoknya kita berusaha untuk lebih dekat,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Mikhayla memiliki hubungan yang sangat dekat. Sang putri bahkan terbuka dalam berbagai hal, termasuk memberikan akses kepada Nia untuk melihat pesan-pesan singkat di ponselnya. “Dia tiap malam juga memperbolehkan aku untuk melihat chat-nya. Tapi, tidak boleh bereaksi. Jadi kita udah kaget-kaget sendiri. Tapi, besoknya harus udah santai aja gitu,” jelas Nia.
Meski sempat kaget dengan beberapa isi pesan yang dibacanya, Nia berjanji untuk tidak memberikan reaksi berlebihan. Hal ini dilakukan agar Mikhayla tetap merasa nyaman dan tidak kehilangan kepercayaan terhadapnya. “Tapi, setidaknya dia terbuka. Setelah buka, dia juga cerita dan emang harus. Jadi, ibu mungkin sekarang masih tetap belajar, harus pintar beradaptasi kalo ya,” tambahnya.
Nia Ramadhani mengaku bahwa dirinya masih terus belajar dalam menjalani peran sebagai seorang ibu. Ia menyadari bahwa setiap fase kehidupan anak membutuhkan pendekatan yang berbeda. “Ibu mungkin sekarang masih tetap belajar, harus pintar beradaptasi,” ujarnya.
Ia juga merasa bersyukur karena Mikhayla merupakan anak yang terbuka dan mau berbagi cerita dengannya. Hal ini memudahkan Nia untuk memahami dunia sang putri dan memberikan bimbingan yang tepat. “Setidaknya dia terbuka. Setelah buka, dia juga cerita dan emang harus,” ungkap Nia.
Nia Ramadhani menerapkan beberapa strategi untuk menghadapi tantangan dalam mendidik Mikhayla. Pertama, ia selalu berusaha menjaga komunikasi yang baik dengan sang putri. Kedua, Nia memberikan kepercayaan kepada Mikhayla untuk memiliki privasi, namun tetap memantau aktivitasnya dengan bijak. Ketiga, ia tidak memberikan reaksi berlebihan ketika menemukan sesuatu yang mengejutkan, agar Mikhayla tetap merasa nyaman dan tidak kehilangan kepercayaan.
Selain itu, Nia juga menekankan pentingnya adaptasi sebagai orang tua. Menurutnya, orang tua harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan perubahan yang terjadi pada anak. “Harus pintar beradaptasi,” ujarnya.
Nia Ramadhani berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi orang tua lainnya yang menghadapi tantangan serupa. Ia menekankan bahwa kedekatan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern. “Pokoknya kita berusaha untuk lebih dekat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi orang tua adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Setiap fase kehidupan anak membutuhkan pendekatan yang berbeda, dan orang tua harus selalu siap untuk beradaptasi. “Ibu mungkin sekarang masih tetap belajar, harus pintar beradaptasi,” tutup Nia.
Nia Ramadhani menghadapi tantangan tersendiri dalam mendidik Mikhayla Zalina Bakrie yang kini beranjak remaja. Perkembangan teknologi dan pergaulan yang semakin bebas membuatnya harus lebih bijak dalam mengambil langkah. Namun, dengan menjaga kedekatan dan komunikasi yang baik, Nia berhasil membangun hubungan harmonis dengan sang putri. Pengalamannya menjadi bukti bahwa menjadi orang tua adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti, dan adaptasi adalah kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Sumber : Nia Ramadhani Ungkap Tantangan dalam Mendidik Mikhayla Sang Putri yang Beranjak Remaja
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…