beritahariini.news – Program Kartu Prakerja terus mencatatkan prestasi luar biasa sebagai salah satu inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP), Denni Puspa Purbasari, mengungkapkan bahwa program ini berhasil mencatatkan return of investment (ROI) sebesar 14 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam acara “Indonesia Development Talks 18: Future of Work and Youth Employability” yang digelar di Bandung pada Jumat, 6 Desember 2024.
ROI 14 Persen: Bukti Efektivitas Program Kartu Prakerja
Dalam paparannya, Denni menjelaskan bahwa penerima program ini mengalami peningkatan pendapatan setidaknya 10 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok nonpenerima. Dengan analisis mendalam, nilai ROI program ini mencapai 14 persen, yang menunjukkan dampak positif dari pelatihan dan dukungan yang diberikan.
“Penerima Prakerja rupanya peningkatan pendapatannya setidaknya 10 persen lebih tinggi dibandingkan nonpenerima. Kalau ini kemudian dihitung, ternyata ROI-nya adalah 14 persen,” ungkap Denni.
Lebih lanjut, Denni juga menyoroti efisiensi luar biasa dalam pelaksanaan program ini. Hanya 1 persen dari total anggaran operasional yang digunakan untuk mencapai hasil yang signifikan, membuat Kartu Prakerja menjadi contoh implementasi program yang hemat dan tepat sasaran.
Tingkat Penyelesaian Tinggi dan Dampak Sosial
Keberhasilan Kartu Prakerja tidak hanya tercermin dari ROI, tetapi juga tingkat penyelesaian peserta yang mencapai angka impresif, yakni 96 persen. Dari peserta yang berhasil menyelesaikan program:
- 26 persen sebelumnya menganggur kini berhasil mendapatkan pekerjaan.
- 2 persen lainnya beralih dari pekerjaan informal ke pekerjaan formal.
Dampak program ini juga dirasakan di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data menunjukkan bahwa 5 persen peserta berhasil meningkatkan status dari UMKM tak terdaftar menjadi UMKM terdaftar. Hal ini memberikan kontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Pelatihan Kartu Prakerja yang Relevan dengan Kebutuhan Pasar
Sebagai salah satu inisiatif berbasis pelatihan, Kartu Prakerja terus menyesuaikan kontennya dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Berdasarkan analisis portal pencarian kerja, keterampilan yang paling banyak dicari mencakup:
- Content Planner
- Talent Acquisition
- Quality Assurance
- UX Designer
- Epidemiologi
- Carbon Accounting
- Sustainable Reporting
Menanggapi tren global, program ini telah menambahkan lebih dari 14 pelatihan terkait green skills dan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence). Dengan ini, peserta dibekali keterampilan yang relevan untuk menjawab tantangan di era digital dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mitra penyedia pelatihan untuk bergabung dalam ekosistem Prakerja,” ujar Denni.
Mengundang Mitra Pelatihan untuk Bergabung
Keberhasilan Kartu Prakerja juga berkat kolaborasi dengan berbagai mitra pelatihan di seluruh Indonesia. Denni mengundang lebih banyak penyedia pelatihan untuk bergabung dan mendukung pengembangan sumber daya manusia.
“Setidaknya ada beberapa praktik baik di sini yang bisa diperluas, diterapkan, dan diadaptasi. Dengan begitu, kita bisa menggunakan anggaran secara lebih efektif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dengan ekosistem pelatihan yang terus berkembang, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta dan mencetak tenaga kerja yang andal di berbagai sektor.
Masa Depan Program Kartu Prakerja
Sebagai investasi strategis, Kartu Prakerja tidak hanya memberikan dampak jangka pendek bagi pesertanya, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan efisiensi anggaran dan pelatihan yang tepat sasaran, program ini menjadi model yang bisa ditiru untuk berbagai inisiatif serupa di masa depan.
Melalui pendekatan inovatif dan komitmen terhadap kualitas, program ini membuktikan bahwa program pelatihan kerja dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah tantangan global.