News

Polisi Gerebek Apartemen di Kalibata, Bongkar Gudang Uang Palsu Dolar dan Rupiah Senilai Puluhan Juta

beritahariini.news – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu dengan menggerebek sebuah apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Aksi kepolisian yang dilakukan pada Rabu malam (10/9/2025) itu membuahkan hasil dengan ditangkapnya dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku utama jaringan peredaran uang palsu tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipali, menegaskan bahwa kasus ini menjadi salah satu bentuk kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat, terutama karena melibatkan mata uang asing yang berpotensi mengacaukan stabilitas keuangan.

Identitas dan Peran Dua Pelaku

Dua tersangka yang berhasil diamankan berinisial H (45) dan WG (45). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya memiliki peran berbeda dalam sindikat ini.

  • WG berperan sebagai penyedia uang palsu dalam bentuk dolar Amerika Serikat.

  • H bertugas mencari korban dengan menawarkan iming-iming keuntungan besar melalui transaksi uang tersebut.

Modus yang digunakan keduanya adalah dengan meyakinkan korban untuk menukarkan uang asli dengan janji akan mendapatkan keuntungan dari uang dolar yang disediakan. Namun, uang yang diedarkan ternyata palsu dan tidak memiliki nilai tukar resmi.

Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Dalam penggerebekan di unit apartemen yang dijadikan markas oleh para pelaku, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan praktik ilegal ini.

BACA JUGA : KPI Tegaskan Perlindungan Publik Jadi Prioritas Utama Regulasi Penyiaran di Era Digital

Barang bukti yang berhasil disita antara lain:

  • 88 lembar uang pecahan USD 100 palsu.

  • 32 lembar uang pecahan Rp100.000 palsu.

  • Satu koper yang digunakan untuk menyimpan dan menyamarkan uang palsu tersebut.

Polisi memastikan seluruh barang bukti kini diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Modus Penipuan dengan Iming-Iming Keuntungan

Kapolres Nicolas Ary Lilipali menjelaskan bahwa modus penipuan ini dilakukan dengan cara memberikan janji keuntungan besar kepada calon korban. Para pelaku berupaya meyakinkan bahwa uang dolar yang mereka miliki dapat ditukarkan dengan nilai tukar tinggi.

Dalam praktiknya, WG menyediakan uang palsu tersebut, sedangkan H bertugas membujuk korban agar tertarik menukarkan uangnya. Berdasarkan keterangan polisi, sedikitnya lima orang telah menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp75 juta.

Dampak dan Potensi Ancaman

Kejahatan pemalsuan uang, terutama yang melibatkan mata uang asing seperti dolar AS, berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Selain menimbulkan kerugian finansial langsung kepada korban, praktik ini juga dapat merusak stabilitas perdagangan jika tidak segera ditangani.

Kapolres Nicolas menegaskan, pihak kepolisian tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga berkomitmen untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik kasus ini.

Proses Hukum dan Pengembangan Kasus

Saat ini kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Penyidik tengah menelusuri jejak transaksi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran uang palsu ini.

“Penyidikan masih berlangsung. Kami mendalami apakah ada aktor lain yang terlibat serta jaringan yang lebih besar di balik penyediaan uang palsu ini,” ungkap Kombes Nicolas.

Polisi juga menekankan bahwa kedua tersangka akan dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pemalsuan uang dan penipuan, yang ancaman hukumannya bisa mencapai belasan tahun penjara.

BACA JUGA : Ledakan Misterius di Pamulang, Gegana Pastikan Tidak Ada Bom, Puslabfor Selidiki Penyebab

Pencegahan dan Himbauan kepada Masyarakat

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima atau melakukan transaksi uang, terutama dalam jumlah besar dan melibatkan mata uang asing.

Kepolisian memberikan beberapa himbauan:

  1. Cek keaslian uang dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).

  2. Transaksi valuta asing sebaiknya dilakukan di lembaga resmi yang terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia.

  3. Laporkan ke pihak berwenang jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran uang palsu.

Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, diharapkan ruang gerak para pelaku kejahatan pemalsuan uang dapat semakin sempit.

Jejak Kasus Pemalsuan Uang di Indonesia

Kasus penggerebekan apartemen di Kalibata ini menambah daftar panjang kasus peredaran uang palsu yang berhasil diungkap aparat kepolisian di Indonesia. Pemalsuan uang bukanlah kejahatan baru, namun selalu menjadi ancaman serius karena melibatkan kepercayaan publik terhadap instrumen keuangan.

Sebelumnya, sejumlah kasus serupa juga terungkap di beberapa daerah dengan modus yang bervariasi, mulai dari pencetakan uang palsu di percetakan rumahan hingga kerja sama antarjaringan internasional.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada regulasi dan pengawasan ketat, peredaran uang palsu tetap membutuhkan tindakan tegas dan koordinasi lintas lembaga.

Penggerebekan apartemen di Kalibata yang dijadikan gudang uang palsu menunjukkan keseriusan kepolisian dalam memberantas tindak pidana ekonomi. Dengan ditangkapnya dua tersangka, H dan WG, serta diamankannya barang bukti berupa dolar dan rupiah palsu, Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mencegah potensi kerugian yang lebih besar di masyarakat.

Kasus ini menjadi pelajaran bahwa kejahatan pemalsuan uang tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam stabilitas sistem keuangan negara. Aparat berkomitmen melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan lebih luas, sementara masyarakat diimbau tetap waspada dan hanya melakukan transaksi keuangan di lembaga resmi.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

7 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

7 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

7 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

7 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

8 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

8 bulan ago