Pj Gubernur NTB Dorong Petani Bawang Kembangkan Inovasi Pertanian Modern

Priscilla Austin

Petani Bawang
https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2025/01/25/1000631671.jpg.webp

beritahariini.news – Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, mengajak para petani bawang untuk meningkatkan inovasi dan adaptasi dalam mengelola pertanian, terutama di Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Dalam kunjungan kerja yang disertai panen bawang merah, Hassanudin menekankan pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan teknologi modern untuk menghadapi berbagai tantangan pertanian di era globalisasi.

Inovasi sebagai Kunci Keberhasilan Petani Bawang

Dalam pidatonya, Pj Gubernur Hassanudin menegaskan bahwa inovasi pertanian menjadi elemen vital dalam mendukung keberhasilan sektor agraris. Ia mencontohkan pentingnya penggunaan teknologi pertanian modern, efisiensi pola tanam, dan strategi pemasaran yang lebih luas agar hasil produksi petani bawang merah dapat bersaing di pasar domestik maupun global.

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, baik dari segi teknologi maupun pola tanam. Ini semua untuk memastikan hasil produksi kita tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Hassanudin, Sabtu (25/1/2025), dalam acara panen bawang merah di Desa Lopok.

Pj Gubernur menambahkan bahwa komoditas bawang merah dari Sumbawa memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu unggulan NTB. Hal ini dapat dicapai melalui kerja sama erat antara petani, pemerintah, sektor swasta, serta lembaga keuangan.

“Bawang merah dari Sumbawa adalah salah satu kebanggaan NTB. Potensinya besar untuk menembus pasar nasional hingga ekspor. Kolaborasi menjadi kunci, bukan untuk mengambil peran satu sama lain, tetapi untuk bersama-sama menyelesaikan tantangan,” imbuhnya.

Petani Bawang Merah sebagai Komoditas Unggulan NTB

Bawang merah telah lama menjadi salah satu komoditas andalan di NTB, khususnya di Sumbawa. Namun, tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pasar, hingga risiko penyakit tanaman kerap menjadi hambatan bagi petani. Dalam kesempatan tersebut, Hassanudin mengapresiasi kerja keras para petani yang berhasil meningkatkan produksi bawang merah di tengah situasi sulit.

“Para petani kita telah menunjukkan kerja keras dan dedikasi yang luar biasa. Dengan inovasi yang terus dilakukan, bawang merah NTB akan semakin dikenal sebagai komoditas berkualitas tinggi,” ungkap Hassanudin.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan hasil panen yang optimal agar kualitas bawang merah tetap terjaga selama proses distribusi. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat infrastruktur pertanian, termasuk irigasi dan penyediaan alat-alat modern.

Sekolah Lapang Tematik: Terobosan di Tengah Tantangan

Keberhasilan para petani di Lopok dalam menanam bawang merah di musim hujan tidak lepas dari program sekolah lapang tematik yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ni Wayan Rusmawati, menjelaskan bahwa program ini memberikan pelatihan intensif kepada petani untuk mengelola risiko, seperti serangan penyakit layu (fusarium), yang sering kali menyebabkan gagal panen.

BACA JUGA : Harga Batu Bara Terus Melonjak di Awal Tahun 2025

“Sebelumnya, petani hanya berani menanam bawang merah di musim kemarau karena risiko penyakit lebih rendah. Namun, dengan pelatihan dan inovasi teknologi, petani kini berhasil menanam bawang merah di musim hujan dan tetap mendapatkan hasil yang memuaskan,” tutur Ni Wayan.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, para petani mampu meningkatkan produktivitas mereka sekaligus mengurangi risiko gagal panen.

Aspirasi dan Harapan Petani Bawang

Dalam acara tersebut, Syamsudin, anggota Kelompok Tani Bawang Merah Desa Lopok, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah, khususnya dari Pj Gubernur Hassanudin. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan, terutama dalam penyediaan alat-alat pertanian modern seperti traktor roda empat untuk membantu proses pembuatan bedeng tanam bawang merah.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Bapak Gubernur. Semoga ke depan pemerintah dapat membantu kami dengan alat-alat modern agar proses pembuatan bedeng lebih mudah dan efisien,” ujar Syamsudin.

Syamsudin juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bawang merah di pasar, sehingga petani tidak dirugikan oleh fluktuasi harga yang sering terjadi.

Komitmen Pemerintah untuk Pertanian Berkelanjutan

Dalam penutupannya, Pj Gubernur Hassanudin menegaskan komitmen pemerintah NTB untuk terus mendukung sektor pertanian, khususnya komoditas bawang merah. Ia menyatakan bahwa program-program inovatif seperti sekolah lapang dan penyediaan fasilitas pertanian modern akan terus diperkuat demi kesejahteraan petani.

“Kita tidak hanya bicara soal peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian ini memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani dan keluarga mereka. Dukungan pemerintah akan terus mengalir, baik dalam bentuk program pelatihan, bantuan alat, maupun infrastruktur pertanian,” pungkas Hassanudin.

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan petani, bawang merah Sumbawa diyakini akan semakin berjaya dan menjadi salah satu komoditas unggulan yang membawa nama NTB ke tingkat nasional maupun internasional.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...