https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/02/05/george-foreman.jpeg?w=700&q=90
beritahariini.news – Dunia tinju berduka. George Foreman, legenda tinju kelas berat yang namanya harum sebagai juara dunia dua kali, telah meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kabar duka ini diumumkan oleh keluarga Foreman melalui akun Instagram resmi mereka pada Jumat, 21 Maret 2025. Foreman menghembuskan napas terakhirnya di Amerika Serikat, dikelilingi oleh orang-orang tercinta.
Keluarga Foreman menyampaikan kesedihan mendalam mereka melalui unggahan di Instagram. “Hati kami hancur. Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan meninggalnya George Edward Foreman Sr. yang terkasih. Dia meninggal dengan tenang pada tanggal 21 Maret 2025, dikelilingi oleh orang-orang terkasih,” tulis mereka.
Unggahan tersebut juga menggambarkan Foreman sebagai sosok yang penuh dedikasi dan inspirasi. “Dia adalah seorang pendeta yang taat, suami yang berbakti, ayah yang penyayang, dan kakek buyut yang membanggakan. George menjalani kehidupan yang ditandai oleh iman yang tak tergoyahkan, kerendahan hati, dan tujuan yang mulia.”
Also Read
BACA JUGA : Respons Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5
Keluarga juga menekankan warisan Foreman sebagai seorang atlet dan humanis. “Sebagai atlet Olimpiade, juara dunia tinju kelas berat dua kali, dan seorang yang kuat untuk kebaikan, George Foreman selalu berjuang tanpa lelah untuk menjaga nama baiknya dan melindungi warisannya bagi keluarganya.”
George Foreman lahir di Marshall, Texas, pada 10 Januari 1949. Dia memulai karier tinju profesionalnya setelah memenangkan medali emas Olimpiade di Meksiko 1968 pada usia 19 tahun. Prestasi ini menjadi batu loncatan bagi Foreman untuk memasuki dunia tinju profesional, di mana dia segera mencatatkan namanya sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa.
Pada 22 Januari 1973, Foreman mencapai puncak kariernya dengan mengalahkan Joe Frazier dalam pertandingan yang digelar di Kingston, Jamaika. Kemenangan ini memberinya gelar juara dunia kelas berat. Namun, masa kejayaannya sebagai juara dunia tidak berlangsung lama. Pada 30 Oktober 1974, Foreman mengalami kekalahan pertama dalam kariernya saat bertanding melawan Muhammad Ali dalam pertarungan legendaris yang dikenal sebagai “The Rumble in the Jungle”. Pertandingan yang berlangsung di Kinshasa, Zaire ini berakhir dengan kekalahan KO di ronde kedelapan.
Meskipun sempat kehilangan gelar juara dunia, Foreman berhasil bangkit dan kembali meraih gelar juara dunia kelas berat pada tahun 1994, saat dia mengalahkan Michael Moorer di usia 45 tahun. Ini menjadikannya petinju tertua yang pernah memenangkan gelar juara dunia kelas berat. Sepanjang kariernya, Foreman mencatat rekor 76 kemenangan (68 di antaranya melalui KO) dan 5 kekalahan.
Selain dikenal sebagai petinju legendaris, George Foreman juga meninggalkan warisan di luar ring. Dia menjadi sosok yang inspiratif melalui perjalanan hidupnya yang penuh liku. Setelah pensiun dari tinju, Foreman beralih menjadi pendeta dan pengusaha sukses. Namanya semakin dikenal luas berkat produk George Foreman Grill, yang menjadi salah satu alat masak paling populer di dunia.
Foreman juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh kasih sayang. Dia selalu menekankan pentingnya keluarga dan iman dalam hidupnya. “Saya tidak pernah ingin dikenal hanya sebagai petinju. Saya ingin dikenal sebagai orang yang mencintai keluarganya dan berusaha melakukan yang terbaik untuk orang lain,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Kabar meninggalnya George Foreman menyebar cepat, memicu gelombang duka dari seluruh dunia, terutama dari komunitas tinju dan olahraga. Banyak rekan sejawatnya, termasuk mantan lawan dan sesama legenda tinju, menyampaikan penghormatan terakhir mereka.
Muhammad Ali Jr., putra dari almarhum Muhammad Ali, menyatakan, “George Foreman bukan hanya lawan yang hebat bagi ayah saya, tetapi juga teman yang baik. Dia adalah sosok yang luar biasa, baik di dalam maupun di luar ring.”
Sementara itu, Mike Tyson, mantan juara dunia kelas berat, menulis di media sosial, “George Foreman adalah inspirasi bagi semua petinju. Dia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Selamat jalan, legenda.”
George Foreman meninggalkan warisan yang tak ternilai, baik sebagai petinju legendaris maupun sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan dedikasi. Kepergiannya bukan hanya kehilangan besar bagi dunia tinju, tetapi juga bagi semua orang yang mengenal dan mengaguminya. Semangatnya, kerendahan hatinya, dan dedikasinya untuk keluarga serta iman akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi mendatang.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…