https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/03/18/singapura-dan-malaysia-saling-klaim-soal-asal-muasal-roti-john-1742282816952.jpeg?w=700&q=90
beritahariini.news – Roti John adalah hidangan unik yang telah menjadi bagian integral dari kuliner jalanan di Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Sandwich omelet ini menggabungkan roti baguette dengan isian telur, daging cincang, bawang, dan rempah-rempah, menciptakan cita rasa yang khas dan digemari oleh banyak orang.
Asal usul roti ini sering menjadi perdebatan antara Singapura dan Malaysia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa hidangan ini pertama kali muncul di Singapura pada era 1960-an atau 1970-an. Nama “Roti John” diyakini berasal dari kebiasaan masyarakat setempat yang menyebut pria asing dengan nama “John”, sementara “roti” berarti “bread” dalam bahasa Melayu. Menurut sebuah cerita, seorang penjual makanan Melayu di Sembawang, Singapura, menciptakan hidangan ini sebagai alternatif burger untuk tentara Inggris yang meminta sandwich. Penjual tersebut menggabungkan daging cincang dan bawang dalam roti Perancis, lalu memasaknya dengan telur, dan menyajikannya sambil berkata, “Silakan makan roti ini.”
Seiring waktu, roti ini mengalami berbagai inovasi dan variasi di berbagai negara. Di Malaysia, misalnya, seorang penjual bernama Zawiah Anuar di Geylang Serai Food Centre mengadaptasi resep roti ini dengan menambahkan daging kambing, kacang polong, bawang, dan tomat pada roti Perancis. Sementara itu, di Singapura, seorang penjual bernama Shukor mulai menjual roti ini di Taman Serasi pada tahun 1976, menggunakan resep yang diperolehnya dari penjual lain di Geylang. Versi Shukor menggunakan campuran telur, bawang, daging cincang, dan sambal sebagai isian, yang kemudian dipanggang bersama roti. Kedainya menjadi sangat populer, menjual hingga 800 roti pada akhir pekan dan lebih dari 100 porsi per hari.
Also Read
BACA JUGA : 5 Khasiat Singkong Rebus untuk Buka Puasa, Sumber Energi Sehat dan Mengenyangkan
Kontroversi mengenai asal usul Roti John antara Singapura dan Malaysia mencerminkan hubungan kuliner yang erat antara kedua negara. Meskipun banyak sumber yang menunjukkan bahwa roti ini pertama kali dibuat di Singapura, popularitasnya yang meluas di Malaysia telah membuat banyak orang di sana menganggapnya sebagai bagian dari warisan kuliner mereka. Perdebatan ini menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi simbol identitas budaya dan kebanggaan nasional.
Saat ini, Roti John tidak hanya populer di Singapura dan Malaysia, tetapi juga di Indonesia dan Brunei. Di Indonesia, roti ini sering dijual di pasar malam dan bazar, terutama selama bulan Ramadan. Variasi isian pun berkembang, termasuk penggunaan sarden, ayam, dan tambahan keju. Popularitas roti ini sebagai makanan jalanan menunjukkan fleksibilitasnya dalam beradaptasi dengan selera lokal dan inovasi kuliner.
Roti John adalah contoh menarik bagaimana sebuah hidangan dapat melintasi batas geografis dan budaya, menjadi bagian dari warisan kuliner beberapa negara. Meskipun asal usul pastinya masih diperdebatkan, yang jelas adalah bahwa roti ini telah memenangkan hati banyak orang di Asia Tenggara dan terus menjadi favorit di kalangan pecinta kuliner jalanan.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…