Kunjungan Delegasi AIMEP 2025: Mempererat Hubungan Indonesia–Australia melalui Dialog Antaragama dan Pendidikan Pesantren
beritahariini.news – Sebanyak tujuh pemimpin muda Muslim dari Australia yang tergabung dalam Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP) 2025 melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Salah satu agenda penting mereka adalah mendatangi Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza’Izza di Tangerang, Banten, pada Kamis, 18 September 2025.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga sarana membangun pemahaman lintas budaya dan keagamaan. Delegasi yang berasal dari berbagai latar belakang profesi—mulai dari hukum, keuangan, layanan publik, kesehatan, hingga pengembangan komunitas—menyatakan tekad untuk memperkuat jembatan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Australia.
Program AIMEP berdiri sejak 2002 melalui inisiatif Australia-Indonesia Institute, sebuah lembaga di bawah Pemerintah Australia yang fokus membangun jembatan persahabatan kedua negara. Hingga kini, ratusan alumni AIMEP dari Indonesia dan Australia telah terlibat dalam kegiatan lintas agama, sosial, dan budaya.
Also Read
AIMEP menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya melalui pendekatan people-to-people connection atau hubungan antar masyarakat. Melalui interaksi intensif, para pemimpin muda kedua negara dapat memahami nilai, tradisi, dan praktik keberagamaan yang hidup di masyarakat masing-masing.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menekankan pentingnya hubungan antar masyarakat sebagai fondasi utama kemitraan Indonesia–Australia.
“Program ini memberi kesempatan bagi pemimpin muda Australia dan Indonesia untuk bertemu, berdialog lintas agama, mempromosikan pemahaman bersama, serta membangun hubungan yang berkelanjutan,” ujar Brazier.
Menurutnya, AIMEP tidak hanya menghubungkan dua bangsa melalui diplomasi formal, tetapi juga menciptakan ruang bagi masyarakat sipil untuk saling belajar, menghormati, dan berkolaborasi.
BACA JUGA : Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Nepal Aman Pasca Kerusuhan, Pemulangan Bertahap Dilakukan
Pimpinan Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3, KH. Zahid Purna Wibawa, menyambut baik kedatangan delegasi Australia. Ia menilai program ini membuka peluang luas bagi para santri untuk bertukar pikiran dengan tokoh-tokoh muda dari negeri tetangga.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pintu bagi santri Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Australia.
“Semoga tercipta sister school, yakni pertukaran pelajar atau santri antar negara. Dengan demikian, santri bisa merasakan pengalaman belajar di Australia, begitu pula sebaliknya,” ungkap KH. Zahid.
Menurutnya, gagasan sister school akan memperkuat jaringan pendidikan dan memperluas cakrawala para santri dalam memahami konteks global Islam yang beragam.
Selama periode 15–26 September 2025, delegasi AIMEP dijadwalkan melakukan serangkaian kegiatan di Jakarta dan Makassar, dengan didampingi 12 pemimpin muda Indonesia yang juga menjadi bagian dari program ini.
Pertemuan dengan organisasi keagamaan terkemuka.
Dialog bersama pejabat pemerintah terkait isu sosial-keagamaan.
Diskusi dengan alumni AIMEP Indonesia.
Kunjungan ke sekolah Islam dan pesantren.
Interaksi dengan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang toleransi dan kebudayaan.
Kegiatan interaktif bersama pendidik dan siswa sekolah lokal.
Diskusi dengan organisasi non-pemerintah di bidang sosial dan kemanusiaan.
Eksplorasi hubungan historis antara Makassar dengan suku Yolngu di Australia Utara, yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu melalui perdagangan dan interaksi budaya.
Agenda ini menegaskan komitmen AIMEP dalam membangun pemahaman lintas budaya yang berbasis pada sejarah panjang interaksi masyarakat kedua negara.
BACA JUGA : Komisi II DPR Desak Mendagri Hentikan Efisiensi Transfer Dana Pusat ke Daerah
Kunjungan delegasi AIMEP 2025 bukan sekadar aktivitas seremonial. Program ini menyentuh dimensi yang lebih luas, yakni diplomasi budaya dan antaragama. Dengan mempertemukan tokoh-tokoh muda dari komunitas Muslim Australia dan Indonesia, AIMEP menegaskan pentingnya nilai toleransi, saling menghargai, dan dialog dalam memperkuat harmoni sosial.
Hal ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika global yang seringkali dipenuhi ketegangan identitas. Melalui program seperti AIMEP, masyarakat kedua negara dapat menunjukkan bahwa agama dan budaya bisa menjadi sarana persatuan, bukan perpecahan.
Program ini memberikan manfaat konkret bagi generasi muda Indonesia, khususnya para santri:
Wawasan global: Santri dapat memahami bagaimana Islam berkembang di Australia dengan karakter multikultural.
Kesempatan akademik: Terbukanya peluang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Australia.
Pertukaran budaya: Kesempatan saling belajar mengenai tradisi pesantren dan kehidupan Muslim di Australia.
Jaringan internasional: Santri dapat menjalin koneksi dengan pemimpin muda Australia yang berpengaruh di bidang sosial, hukum, dan komunitas.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia selama ini tidak hanya berdiri di atas dasar politik dan ekonomi, tetapi juga pada interaksi masyarakat. AIMEP menjadi salah satu pilar penting yang memperkuat hubungan tersebut.
Program ini mendorong munculnya generasi muda yang berpikiran terbuka, toleran, dan siap berkolaborasi lintas negara. Dengan begitu, hubungan Indonesia–Australia dapat berkembang lebih kokoh di masa depan, berbasis pada saling pengertian dan persahabatan.
Kunjungan delegasi AIMEP 2025 ke Indonesia merupakan langkah nyata dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui jalur pendidikan, budaya, dan agama. Dengan melibatkan pemimpin muda dari Australia dan Indonesia, program ini bukan hanya sekadar pertukaran budaya, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang toleran dan berwawasan global.
Dialog antaragama, gagasan sister school, hingga eksplorasi sejarah hubungan Makassar–Yolngu menunjukkan bahwa persahabatan Indonesia–Australia memiliki dimensi yang luas dan mendalam. AIMEP 2025 dengan demikian menjadi momentum penting untuk mengokohkan semangat persaudaraan lintas bangsa.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…