EKS DANPASPAMPRES MENINGGAL - Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko saat di Mako Paspampres, Jakarta, Sabtu (7/1/2023). Eks Danpaspampres era Presiden ke7 Jokowi itu meninggal dunia di usia 54 tahun.
beritahariini.news – Kabar duka menyelimuti lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mantan Komandan Paspampres, Marsekal Muda (Marsda) TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Berita kepergian sosok yang dikenal tegas, disiplin, namun juga humanis itu pertama kali diumumkan oleh akun resmi PPID Paspampres melalui unggahan di Instagram pada pagi hari. Dalam unggahan tersebut, disertakan ucapan belasungkawa dari seluruh keluarga besar Paspampres, termasuk Danpaspampres saat ini, Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha.
“Segenap keluarga besar Pasukan Pengamanan Presiden mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Marsekal Muda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko. Selamat jalan Komandan, jasa dan pengabdianmu akan selalu kami kenang,” tulis akun resmi PPID Paspampres, Minggu (19/10).
Marsekal Muda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko lahir pada 16 September 1971. Ia merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993, berasal dari korps Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat) yang dikenal sebagai pasukan elite TNI AU.
Selama lebih dari tiga dekade pengabdian, Wahyu Hidayat dikenal sebagai sosok prajurit profesional yang meniti kariernya dengan dedikasi tinggi. Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI AU dan Paspampres.
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:
Komandan Batalion Komando 462/Paskhas (2006)
Komandan Skadron Udara Karbol I Wingkar AAU (2008)
Wadan Grup A Paspampres dan Komandan Grup C Paspampres (2014–2015)
Asisten Operasi Korpaskhas (2016)
Wakil Danpaspampres (2021–2022)
Danpaspampres (2022–2023)
Dankopasgat (2023–2024)
Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (2024–2025)
Jabatan sebagai Danpaspampres menjadi salah satu puncak kariernya. Dalam posisi itu, Wahyu Hidayat bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya. Ia juga dikenal sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo, yang kala itu masih menjabat periode kedua.
Bagi banyak anak buahnya, Wahyu Hidayat bukan hanya komandan, tetapi juga mentor dan panutan. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi kehormatan korps dan memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan prajurit.
Sejumlah mantan anggota Paspampres yang pernah bertugas di bawah kepemimpinannya mengenang beliau sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan di lapangan dan tidak segan turun langsung dalam latihan maupun pengamanan penting kenegaraan.
“Beliau itu tegas tapi juga sangat peduli dengan prajurit. Kami sering diajak diskusi, tidak hanya soal tugas tapi juga soal keluarga dan kehidupan setelah dinas,” ujar seorang mantan anggota Grup A Paspampres yang enggan disebutkan namanya.
Di lingkungan TNI AU, Wahyu Hidayat juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kemampuan Kopasgat. Saat menjabat Dankopasgat, ia mendorong modernisasi peralatan, peningkatan pelatihan pasukan lintas udara, dan memperkuat kerja sama dengan satuan elite TNI lainnya.
Kabar Duka dan Reaksi Para Pejabat
Kabar meninggalnya Marsda Wahyu Hidayat segera menyebar di kalangan perwira tinggi TNI. Ucapan duka datang dari berbagai pihak, mulai dari Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Dalam keterangan tertulis, Kasau menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang telah memberikan dedikasi luar biasa bagi TNI AU.
“TNI AU kehilangan salah satu putra terbaiknya. Marsda Wahyu Hidayat adalah prajurit sejati yang selalu mengutamakan tugas di atas segalanya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Kasau.
Panglima TNI juga menyebut Wahyu Hidayat sebagai figur yang berperan besar dalam menjaga stabilitas keamanan Presiden di masa-masa penting.
“Beliau adalah bagian dari sejarah penting TNI dalam menjaga kehormatan negara dan simbol-simbol kenegaraan,” ungkap Panglima TNI dalam keterangannya.
Rencana Pemakaman
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari keluarga mengenai penyebab meninggalnya Marsda Wahyu Hidayat. Namun, sejumlah sumber menyebutkan beliau wafat karena komplikasi kesehatan yang sudah beberapa bulan terakhir dideritanya.
Jenazah rencananya akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (20/10) pagi. Upacara pemakaman akan dipimpin langsung oleh perwakilan TNI AU, dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi militer dan tokoh nasional.
Keluarga meminta doa dari seluruh masyarakat agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kesalahannya.
Kepergian Marsda Wahyu Hidayat meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar TNI AU, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang mengenalnya. Dalam masa kepemimpinannya, Wahyu kerap menekankan pentingnya integritas dan loyalitas dalam setiap tugas negara.
Ia juga dikenal sangat mendukung transformasi Paspampres menjadi satuan yang adaptif terhadap ancaman modern. Di bawah kepemimpinannya, Paspampres mulai memperkuat kemampuan cyber defense dan pengamanan berbasis teknologi digital sebuah warisan yang kini terus dikembangkan oleh generasi penerusnya.
“Beliau punya visi jauh ke depan. Selalu bilang bahwa prajurit masa depan harus tangguh, disiplin, dan melek teknologi,” ujar seorang perwira menengah Paspampres yang pernah menjadi ajudannya.
Meski telah tiada, nilai-nilai kepemimpinan dan dedikasi Marsda Wahyu Hidayat akan terus hidup dalam semangat para prajurit muda yang meneruskan perjuangannya.
beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...
beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...
beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...