Jumlah Pemudik Lebaran 2025 Tembus 146,48 Juta, Kendaraan Pribadi Jadi Pilihan Utama

Priscilla Austin

Pemudik Lebaran
https://images.bisnis.com/posts/2025/04/08/1867353/nagreg3_1743231556.jpg

beritahariini.news – Pemerintah secara resmi mencatat bahwa jumlah pemudik pada momen Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran tahun 2025 diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu 146,48 juta orang. Angka Pemudik Lebaran tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga di kampung halaman.

Fenomena mudik ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang luas terhadap sektor-sektor penunjang lainnya, seperti perdagangan, jasa, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tujuan mudik.

Moda Transportasi Favorit Pemudik Lebaran

Berdasarkan data resmi yang tercantum dalam laporan Buku Ekonomi Kita edisi Maret 2025, kendaraan pribadi menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh para pemudik. Sebesar 23 persen dari total pemudik memilih mobil pribadi sebagai alat transportasi utama. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat yang menginginkan kenyamanan dan fleksibilitas dalam perjalanan mudik mereka.

Sementara itu, moda transportasi lain yang juga menjadi pilihan masyarakat adalah:

  • Bus antarkota: 16,9 persen

  • Kereta api antarkota: 16,1 persen

  • Pesawat terbang: 13,5 persen

  • Sepeda motor: 8,7 persen

  • Mobil sewa: 7,7 persen

  • Mobil travel: 7,1 persen

  • Kapal laut Pelni: 2,2 persen

  • Kapal penyeberangan ASDP: 2,1 persen

Selain moda utama tersebut, terdapat juga enam moda transportasi lain yang proporsinya lebih kecil namun tetap menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat, yakni:

  • Kereta perkotaan: 0,9 persen

  • Kereta cepat: 0,7 persen

  • Taksi online: 0,5 persen

  • Sepeda: 0,2 persen

  • Taksi reguler: 0,1 persen

  • Moda lainnya: 0,4 persen

Tujuan Perjalanan Pemudik Lebaran

Dilihat dari tujuan perjalanan, sebanyak 52 persen dari total pemudik tercatat melakukan perjalanan antar kota dalam negeri. Sedangkan 47,4 persen justru memilih untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, yang mencerminkan peningkatan minat masyarakat untuk berlibur sekaligus merayakan Lebaran di negara lain. Sementara sisanya, yakni 0,5 persen, tidak melakukan perjalanan selama masa libur Lebaran.

Tren ini memperlihatkan bahwa mudik bukan hanya sekadar tradisi lokal, namun juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk berwisata atau melakukan perjalanan berskala lebih luas.

Perputaran Uang Selama Lebaran 2025

Besarnya arus mudik yang terjadi pada tahun ini secara langsung berdampak pada perputaran ekonomi nasional, khususnya di daerah. Dalam laporan yang sama, pemerintah memperkirakan bahwa perputaran uang selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025 mencapai Rp357 triliun. Angka ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor konsumsi domestik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA : BRI Dirikan Posko BUMN Strategis untuk Mendukung Kelancaran Arus Balik Lebaran

Kenaikan konsumsi masyarakat tidak hanya terjadi di sektor transportasi, tetapi juga di sektor makanan, minuman, oleh-oleh khas daerah, akomodasi, dan hiburan. Sektor-sektor ini mengalami lonjakan permintaan yang signifikan, mendorong aktivitas produksi dan distribusi di berbagai wilayah.

Dampak Ekonomi bagi UMKM dan Jasa Lainnya

Lonjakan jumlah pemudik pada momen Lebaran 2025 membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tingginya permintaan terhadap produk makanan khas daerah, pakaian, suvenir, dan barang konsumsi lainnya membuat para pelaku UMKM kebanjiran pesanan.

Selain itu, sektor transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal laut, hingga maskapai penerbangan turut mencatatkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Begitu pula dengan sektor jasa akomodasi, seperti hotel dan penginapan lokal, yang mengalami kenaikan tingkat hunian selama periode arus mudik dan arus balik.

Keuntungan ekonomi ini juga turut dirasakan oleh sektor informal seperti pedagang kaki lima, ojek daring, tukang parkir, dan pengelola tempat wisata lokal.

Strategi Pemerintah Menyambut Lonjakan Pemudik Lebaran

Mengantisipasi lonjakan pemudik, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama masa mudik dan arus balik. Di antaranya melalui:

  • Penambahan armada transportasi darat, laut, dan udara

  • Pengaturan jadwal keberangkatan dan rekayasa lalu lintas

  • Penyediaan posko kesehatan dan pos pelayanan terpadu di titik-titik rawan kemacetan

  • Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN untuk menyediakan fasilitas penunjang mudik

Langkah-langkah tersebut diambil guna menghindari penumpukan kendaraan dan penumpang, serta meminimalkan risiko kecelakaan atau gangguan lainnya selama perjalanan mudik.

Potensi Pemulihan Ekonomi dari Momentum Mudik

Momen mudik Lebaran tahun ini dianggap sebagai salah satu titik awal penting dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi. Tingginya mobilitas masyarakat dan peningkatan konsumsi secara langsung meningkatkan perputaran uang di sektor riil, khususnya di daerah.

Berbagai kegiatan ekonomi yang dipicu oleh mudik—seperti belanja kebutuhan Lebaran, pemesanan tiket, penginapan, hingga wisata—turut mendorong pemulihan sektor yang sempat terpuruk selama masa pandemi.

Pemerintah berharap agar tren ini dapat terus berlanjut, dan menjadi momentum kebangkitan ekonomi nasional, terutama di sektor informal dan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Penutup: Arus Mudik sebagai Penggerak Ekonomi Nasional

Lonjakan jumlah pemudik Lebaran 2025 hingga 146,48 juta orang tidak hanya mencerminkan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari raya bersama keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp357 triliun, mudik menjadi momen strategis yang tidak hanya mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian nasional.

Pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan selama musim mudik. Lebaran bukan hanya tentang pulang kampung, tetapi juga tentang kontribusi terhadap pemulihan dan kemajuan ekonomi bangsa.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...