https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2025/03/15/viral-mobil-isi-bbm-rp-100000-di-spbu-makassar-tapi-cuma-diisi-rp-70000-1742035870623_169.png
beritahariini.news – Sebuah insiden viral terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 7490278 Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (14/3/2025). Seorang pengendara mobil marah besar karena merasa dirugikan setelah membayar Rp 100.000 untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM), namun hanya mendapatkan pengisian senilai Rp 70.000. Kejadian ini ramai diperbincangkan di media sosial dan mendapat perhatian serius dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang wanita turun dari mobilnya dan merekam kejadian tersebut. Wanita itu meminta klarifikasi dari petugas SPBU karena merasa hanya mendapatkan pengisian BBM senilai Rp 70.000 atau setara dengan 7 liter, padahal ia telah membayar Rp 100.000.
“Saya tadi sudah minta sama kita, saya isi Rp 100 (ribu), tapi kita cuma isikan ka Rp 70 (ribu). Saya minta nota, kita pergi ke sana,” ujar wanita tersebut dalam video.
Also Read
Petugas SPBU yang melayani pengendara mengaku mendengar permintaan pengisian hanya Rp 70.000. Ia juga menyatakan telah bersiap untuk mengembalikan uang Rp 30.000 sebagai kembalian.
“Saya di suruh ji ambil nota, Rp 70 (ribu) pendengaranku kak, jadi kubilang kembali Rp 30 (ribu),” kata petugas SPBU tersebut.
BACA JUGA : Viral Pria Naik Kuda Menuju Tarawih, Netizen Terhibur dan Soroti Keunikannya
Namun, pengendara tidak menerima alasan petugas tersebut. Ia merasa kesal karena uang kembalian tidak langsung diberikan. Selain itu, ia juga sempat diberi nota pembelian Rp 100.000 yang bukan miliknya.
“Andaikan kita bilang kasih kembali Rp 30 (ribu), kita langsung kembali ka dong, ini tidak kita kembalikan ka, kita langsung pergi,” ujarnya.
“Terserah, intinya saya minta Rp 100 ribu, kenapa kalian cuma kasih ka cuma Rp 70 ribu. Ini bukan notaku, terus kenapa kita kasikan ka ini, ini jam 11.00, masa baku tunjuk-tunjuk kalian. Masa saya harus berkelahi di sini cuma gara-gara uang Rp 30 ribu,” tambahnya dengan nada kesal.
Merespons insiden ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera mengambil langkah tegas. Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengembalikan selisih nominal pengisian BBM sebesar Rp 30.000 kepada konsumen.
“Setelah menerima laporan, pihak pengelola SPBU segera bertindak cepat dengan mengembalikan selisih nominal pengisian BBM sebesar Rp 30.000 kepada konsumen,” jelas Fahrougi dalam keterangan resmi pada Sabtu (15/3/2025).
Selain mengembalikan uang, pihak SPBU juga telah berkomunikasi langsung dengan konsumen untuk menyampaikan permintaan maaf. Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan, SPBU juga memberikan e-voucher BBM kepada konsumen yang dirugikan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab lebih lanjut, pihak SPBU telah berkomunikasi langsung dengan konsumen untuk menyampaikan permintaan maaf. Selain itu, pihak SPBU juga akan memberikan e-voucher BBM sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan pelayanan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan,” tambah Fahrougi.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan briefing ulang kepada seluruh operator SPBU. Tujuannya adalah meningkatkan ketelitian dan profesionalisme petugas dalam melayani konsumen.
“Selain itu, guna mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan, pihak SPBU telah melakukan briefing ulang kepada seluruh operator agar lebih teliti dalam melaksanakan tugasnya,” tegas Fahrougi.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang sistem pelayanan dan transparansi di SPBU. Meskipun Pertamina telah mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah, kejadian ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelayanan publik, terutama di sektor vital seperti pengisian BBM.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah insiden serupa di masa depan:
Insiden viral di SPBU Makassar ini menjadi pelajaran berharga bagi Pertamina dan seluruh operator SPBU di Indonesia. Meskipun masalah telah diselesaikan dengan mengembalikan uang dan memberikan kompensasi, langkah pencegahan dan peningkatan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan. Konsumen berhak mendapatkan pelayanan yang transparan dan profesional, terutama dalam transaksi yang melibatkan kebutuhan sehari-hari seperti pengisian BBM. Dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…