Hindari Menu Tinggi Lemak Saat Makan Sahur, Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Priscilla Austin

Makan Sahur
https://asset.kompas.com/crops/NuUAdB_YHf-V636R91O8bMvnK80=/0x20:970x667/1200x800/data/photo/2021/10/21/617111bf79ded.jpg

beritahariini.news – Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Asupan makanan saat sahur akan menentukan energi yang tersedia untuk menjalani puasa seharian penuh. Oleh karena itu, memilih Makan Sahur yang tepat menjadi kunci utama agar tubuh tetap bertenaga dan sehat selama berpuasa.

Namun, banyak orang yang masih keliru dalam memilih menu sahur. Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah mengonsumsi makanan tinggi lemak. Meski makanan berlemak terasa lezat dan menggugah selera, jenis makanan ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh, terutama saat dikonsumsi dalam keadaan perut kosong menjelang puasa.

Lalu, mengapa makanan tinggi lemak sebaiknya dihindari saat sahur? Berikut penjelasan lengkap mengenai dampak buruk makanan berlemak bagi tubuh serta alternatif makanan sehat yang lebih baik dikonsumsi saat sahur.

Dampak Negatif Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Saat Makan Sahur

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), konsumsi lemak memang diperlukan oleh tubuh, tetapi dalam jumlah yang terbatas. Apalagi, tidak semua jenis lemak baik untuk kesehatan. Lemak jenuh, yang banyak ditemukan dalam makanan olahan, gorengan, dan makanan cepat saji, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit jika dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi dan sering dikonsumsi saat sahur meliputi:

  • Gorengan (tempe goreng, tahu goreng, bakwan, risoles, dsb.)
  • Makanan cepat saji seperti ayam goreng dan kentang goreng
  • Nasi goreng atau mi goreng
  • Kue-kue manis, biskuit, dan pastry yang tinggi mentega atau margarin
  • Makanan bersantan seperti rendang, gulai, dan opor ayam

Konsumsi makanan ini secara berlebihan saat sahur dapat menimbulkan berbagai efek negatif bagi tubuh, di antaranya:

1. Mudah Lapar dan Kehabisan Energi

Banyak yang mengira bahwa makanan tinggi lemak dapat membuat kenyang lebih lama, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan protein dan karbohidrat kompleks, tetapi tidak memberikan rasa kenyang yang berkelanjutan.

Dilansir dari Healthline, makanan berlemak juga dapat mengganggu sinyal rasa lapar di otak. Akibatnya, tubuh cenderung tidak merespons rasa kenyang dengan baik, sehingga mudah merasa lapar kembali meskipun sudah mengonsumsi banyak makanan saat sahur.

Selain itu, lemak lebih padat kalori dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, sehingga konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan penumpukan lemak di tubuh yang berisiko menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

2. Memperlambat Pencernaan dan Menyebabkan Ketidaknyamanan

Makanan tinggi lemak cenderung memperlambat proses pencernaan karena memerlukan enzim dan cairan empedu dalam jumlah lebih banyak untuk dicerna. Akibatnya, tubuh bisa mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung, begah, dan rasa tidak nyaman di perut selama menjalani puasa.

Beberapa makanan berlemak, seperti gorengan dan makanan bersantan, juga dapat memicu asam lambung naik (gastroesophageal reflux disease atau GERD). Bagi mereka yang memiliki masalah lambung, konsumsi makanan ini saat sahur bisa menyebabkan rasa panas di dada, mulas, dan gangguan pencernaan lainnya selama berpuasa.

3. Meningkatkan Risiko Kolesterol dan Penyakit Jantung

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) dalam darah. Menurut WebMD, kadar LDL yang tinggi dapat memicu penumpukan plak di dinding arteri yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

BACA JUGA : 9 Menu Tinggi Serat Makanan Tahan Lapar, Pilihan Tepat untuk Sahur

Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke. Jika kebiasaan makan makanan tinggi lemak terus berlanjut selama Ramadan, dampak jangka panjangnya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular.

4. Menurunkan Produktivitas dan Konsentrasi

Saat berpuasa, tubuh membutuhkan energi yang stabil agar dapat tetap fokus dan produktif. Namun, konsumsi makanan berlemak saat sahur justru dapat menyebabkan kantuk dan penurunan konsentrasi.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga tubuh mengalihkan lebih banyak energi ke sistem pencernaan. Akibatnya, otak menjadi kurang fokus dan tubuh terasa lebih lemas serta mudah mengantuk sepanjang hari.

Alternatif Makanan Sehat untuk Makan Sahur

Agar tetap kenyang lebih lama dan memiliki energi yang cukup selama puasa, sebaiknya pilih makanan yang kaya akan serat, protein, dan karbohidrat kompleks. Berikut beberapa rekomendasi menu sahur yang lebih sehat:

1. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks lebih lambat dicerna oleh tubuh sehingga dapat memberikan energi yang tahan lama. Beberapa contoh karbohidrat kompleks yang baik untuk sahur meliputi:

  • Nasi merah atau nasi cokelat
  • Oatmeal
  • Roti gandum utuh
  • Quinoa

2. Makan Sahur Protein Berkualitas

Protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mencegah kehilangan massa otot selama puasa. Sumber protein yang baik untuk sahur antara lain:

  • Telur rebus
  • Dada ayam panggang
  • Ikan salmon atau tuna
  • Tahu dan tempe
  • Greek yogurt tanpa gula

3. Serat dari Buah dan Sayur

Makanan tinggi serat membantu memperlambat pencernaan dan menjaga keseimbangan gula darah. Buah dan sayur yang kaya serat dan cocok untuk sahur antara lain:

  • Alpukat
  • Pisang
  • Apel
  • Bayam
  • Brokoli
  • Wortel

4. Lemak Sehat

Meskipun makanan tinggi lemak jenuh sebaiknya dihindari, tubuh tetap membutuhkan lemak sehat untuk mendukung fungsi sel dan otak. Sumber lemak sehat yang baik untuk sahur meliputi:

  • Minyak zaitun
  • Alpukat
  • Kacang almond dan kenari
  • Ikan berlemak seperti salmon

5. Makan Sahur Air Putih yang Cukup

Hidrasi yang cukup sangat penting saat puasa. Minumlah setidaknya 2-3 gelas air putih saat sahur untuk mencegah dehidrasi sepanjang hari.

Kesimpulan

Mengonsumsi makanan tinggi lemak saat sahur bukanlah pilihan yang baik bagi kesehatan. Selain meningkatkan risiko berbagai penyakit, makanan ini juga membuat tubuh mudah lapar, memperlambat pencernaan, dan menurunkan produktivitas selama puasa.

Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang kaya akan serat, protein, karbohidrat kompleks, serta lemak sehat agar tubuh tetap bertenaga dan mampu menjalani puasa dengan optimal.

Dengan pola makan sahur yang tepat, puasa Ramadan tidak hanya menjadi ibadah yang penuh keberkahan, tetapi juga kesempatan untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...