beritahariini.news – Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, kembali menunjukkan performa gemilang dengan memastikan tiket ke babak 16 besar French Open 2025. Bertanding di Glaz Arena, Rennes, Jonatan menyingkirkan wakil Jepang Kenta Nishimoto lewat pertarungan dua gim langsung dengan skor 21–18, 21–12.
Kemenangan ini menambah rekor positif Jonatan atas Kenta, setelah pekan sebelumnya juga menumbangkan pemain Jepang itu di Denmark Open 2025 pada babak 32 besar dengan skor 10–21, 21–11, dan 21–7. Konsistensi permainan Jonatan menjadi sinyal positif menjelang fase krusial turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 tersebut.
Dalam laga kontra Nishimoto, Jonatan tampil tenang sejak awal gim pertama. Reli-reli panjang yang dibangun lawan berhasil dipatahkan dengan kombinasi pukulan drive cepat dan serangan tajam di depan net. Meski sempat tertinggal 14–16, Jonatan membalik keadaan lewat tiga poin beruntun sebelum akhirnya menutup gim pertama 21–18.

Also Read
Pada gim kedua, dominasi Jonatan semakin tak terbendung. Agresivitas dan fokus tinggi membuat Nishimoto kesulitan mencari celah. Jonatan terus menekan dengan permainan cepat dan variasi drop shot tajam hingga akhirnya menutup laga dengan skor 21–12.
“Puji Tuhan bisa menang lagi melawan Kenta. Saya lebih fokus hari ini dan tidak terburu-buru. Kondisi lapangan sedikit berbeda dengan Denmark, tapi saya bisa adaptasi lebih cepat,” ujar Jonatan usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Jonatan menjadi tunggal putra ketiga asal Indonesia yang melaju ke babak 16 besar French Open 2025.
Anthony Ginting dan Alwi Farhan Ikuti Jejak Jonatan
Sebelum kemenangan Jonatan, dua wakil tunggal putra Indonesia lainnya sudah lebih dulu memastikan tempat di babak 16 besar. Anthony Sinisuka Ginting tampil meyakinkan saat mengalahkan Lee Cheuk Yiu asal Hong Kong. Ginting menang dua gim langsung dengan skor 21–14 dan 21–13, memperlihatkan permainan penuh percaya diri dan kecepatan khasnya di lapangan.
Sementara itu, Alwi Farhan, pemain muda yang sedang naik daun, menorehkan kejutan besar dengan menumbangkan unggulan ketujuh asal Prancis, Alex Lanier. Bermain di hadapan pendukung tuan rumah, Alwi bermain tanpa beban dan menunjukkan kematangan strategi di usianya yang masih muda. Ia menang 21–15 dan 21–16 atas semifinalis Denmark Open 2025 tersebut.
Kemenangan Alwi menuai banyak pujian dari pelatih dan penonton. Pemain asal Surakarta itu dianggap sebagai salah satu regenerasi terbaik tunggal putra Indonesia yang mampu tampil konsisten di ajang internasional.
“Saya hanya berusaha menikmati permainan dan tidak terpengaruh sorakan penonton. Fokus saya adalah menjaga pola dan tidak banyak membuat kesalahan sendiri,” ucap Alwi Farhan usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan tiga wakil di sektor tunggal putra pada babak 16 besar, memperbesar peluang untuk melangkah lebih jauh di turnamen bergengsi ini.
BACA JUGA : Fajar/Fikri Siap Tempur di Denmark Open 2025, Fokus Jaga Konsistensi dan Waspadai Lawan Tangguh
Putri KW dan Gregoria Mariska Tersingkir dari Sektor Tunggal Putri
Sayangnya, sektor tunggal putri Indonesia belum menunjukkan hasil memuaskan. Harapan publik Tanah Air di French Open 2025 harus pupus setelah dua wakil terbaiknya tersingkir lebih awal.
Putri Kusuma Wardani (Putri KW) gagal melanjutkan langkahnya ke babak 16 besar setelah dikalahkan Tomoka Miyazaki dari Jepang. Bermain di Lapangan 1, Putri KW kalah dua gim langsung dengan skor 18–21 dan 15–21.
Meski sempat memberikan perlawanan ketat di gim pertama, Putri KW kesulitan menjaga ritme permainan pada gim kedua. Serangan cepat dan pertahanan rapat dari Tomoka membuatnya sering kehilangan momentum di poin-poin krusial.
Sementara itu, sehari sebelumnya, Gregoria Mariska Tunjung juga harus tersingkir di babak pertama usai ditundukkan oleh wakil China, Gao Fang Jie, dalam pertandingan tiga gim yang sengit. Gregoria kalah dengan skor 21–18, 6–21, dan 13–21.
Kekalahan dua tunggal putri ini memperlihatkan bahwa sektor tersebut masih membutuhkan evaluasi, terutama dalam hal konsistensi dan penguatan strategi di level turnamen Super 750 ke atas.
Hasil Lengkap Pertandingan Wakil Indonesia
Berikut hasil lengkap laga wakil Indonesia pada French Open 2025 hari Rabu, 22 Oktober, berdasarkan urutan pertandingan di tiap lapangan:
Lapangan 1
-
Pertandingan ke-2: Tomoka Miyazaki (Jepang) vs Putri Kusuma Wardani (Indonesia) – 21–18, 21–15
-
Pertandingan ke-9: Huang Di / Liu Yang (China) vs Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri – Hasil pertandingan belum diumumkan saat laporan ini ditulis
-
Pertandingan ke-11: Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana (Indonesia) vs Aaron Chia / Soh Woi Yik (Malaysia) – Pertandingan berlangsung ketat
Lapangan 2
-
Pertandingan ke-11: Muhammad Rian Ardianto / Rahmat Hidayat (Indonesia) vs Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty (India) – Pertandingan masih berlangsung
Lapangan 3
-
Pertandingan ke-3: Kenta Nishimoto (Jepang) vs Jonatan Christie (Indonesia) – 18–21, 12–21
-
Pertandingan ke-4: Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah (Indonesia) vs Goh Soon Huat / Lai Shevon Jemie (Malaysia) – Pertandingan ditentukan dalam dua gim
Lapangan 4
-
Pertandingan ke-11: Kenya Mitsuhashi / Hiroki Okamura (Jepang) vs Sabar Karyaman Gutama / Moh. Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia) – Pertandingan berlangsung ketat hingga rubber game
Evaluasi Penampilan Tim Merah Putih
Hasil yang diraih para atlet Indonesia di French Open 2025 menunjukkan dominasi sektor tunggal putra, sementara sektor ganda dan putri masih menghadapi tantangan berat. Pelatih kepala pelatnas PBSI, Rionny Mainaky, menilai bahwa hasil ini mencerminkan proses regenerasi yang sedang berjalan di pelatnas Cipayung.
“Untuk tunggal putra, Jonatan, Ginting, dan Alwi menunjukkan grafik yang positif. Namun, sektor putri masih harus lebih konsisten dan percaya diri saat menghadapi pemain-pemain Eropa dan Jepang,” ujar Rionny dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap kondisi lapangan Glaz Arena yang memiliki sirkulasi angin cukup kuat. Hal ini kerap menjadi faktor pembeda di turnamen-turnamen Eropa, di mana penguasaan kontrol shuttlecock menjadi krusial.
Fokus Menuju Babak 16 Besar
Dengan tiga wakil tunggal putra yang sudah memastikan tempat di babak 16 besar, Indonesia kini berfokus untuk menjaga peluang juara di sektor ini. Jonatan Christie dijadwalkan menghadapi pemenang antara Viktor Axelsen (Denmark) dan Lu Guang Zu (China).
Anthony Ginting akan berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn (Thailand), sementara Alwi Farhan berpotensi menantang Shi Yu Qi (China) jika keduanya berhasil melangkah.
PBSI menegaskan bahwa ketiga pemain akan mendapat pendampingan khusus dalam sesi latihan menjelang babak selanjutnya. Fokus utama adalah menjaga kebugaran fisik serta memperkuat mental bertanding menghadapi lawan-lawan elite dunia.
Harapan untuk Penampilan Wakil Ganda
Selain sektor tunggal, perhatian publik juga tertuju pada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang tengah berjuang mengembalikan dominasi ganda putra Indonesia di turnamen internasional.
Keduanya diharapkan mampu menembus babak perempat final, mengingat hasil di Denmark Open sebelumnya belum maksimal. Pasangan Fajar/Rian dan Leo/Bagas dikenal memiliki potensi besar dalam menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Aaron Chia/Soh Woi Yik dari Malaysia dan Satwik/Chirag dari India.
“Kami masih dalam adaptasi kondisi lapangan. Semoga bisa tampil maksimal di laga berikutnya,” ujar Fajar Alfian singkat.
Momentum Positif bagi Sektor Tunggal Putra Indonesia
French Open 2025 menjadi panggung penting bagi kebangkitan tunggal putra Indonesia. Dengan tiga wakil yang melangkah ke 16 besar — Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan Alwi Farhan — Indonesia masih memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara.
Meskipun sektor putri dan beberapa pasangan ganda harus tersingkir lebih awal, performa konsisten para atlet menunjukkan arah positif menuju turnamen akhir tahun BWF World Tour Finals 2025.
Publik Indonesia kini menaruh harapan besar pada Jonatan Christie dkk. untuk melanjutkan tren kemenangan dan membawa kembali supremasi bulutangkis Tanah Air di panggung dunia.















