beritahariini.news – Dua andalan tunggal Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung, akhirnya kembali ke panggung bulu tangkis internasional setelah absen cukup lama akibat cedera dan gangguan kesehatan. Keduanya dipastikan tampil dalam dua turnamen besar berturut-turut, Japan Open 2025 dan China Open 2025, sebagai bagian dari pemulihan performa menuju Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025.
Pemulihan dan Persiapan Intensif di Pelatnas Cipayung
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyampaikan bahwa baik Ginting maupun Gregoria telah melalui fase pemulihan yang intensif dan menunjukkan perkembangan positif selama program latihan di Pelatnas Cipayung.
“Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung dipastikan berangkat ke Japan Open dan China Open setelah melihat kesiapan dari program-program latihan yang mereka jalani,” ujar Eng Hian melalui rilis resmi PBSI.
Keputusan untuk kembali menurunkan dua pemain tunggal terbaik nasional ini dilakukan dengan penuh pertimbangan, termasuk dari aspek kesehatan, performa, dan kesiapan mental. Kedua turnamen ini menjadi ajang pemanasan penting menjelang Kejuaraan Dunia yang semakin dekat.
Fokus Ginting: Pulih Total dan Kembali Bertanding
Anthony Sinisuka Ginting sempat menepi panjang dari berbagai kejuaraan akibat cedera serius pada bahu kanannya, yang mencakup kerusakan pada tulang rawan dan peradangan otot. Meski sempat tampil di Malaysia Open 2025 awal tahun ini, pemain asal klub SGS PLN Bandung itu harus menjalani pemulihan intensif setelah merasakan kembali ketidaknyamanan pada bahu yang cedera.
Kini, Ginting dikabarkan telah pulih secara fungsional, meski masih harus menjaga beban latihan secara bertahap. Japan Open dan China Open menjadi ujian penting bagi Ginting untuk mendapatkan kembali feeling bertanding, stabilitas pukulan, serta stamina di bawah tekanan kompetisi internasional.
“Ginting diharapkan bisa melewati kedua turnamen dengan aman tanpa cedera dan dapat kembali mendapatkan feeling bertanding lagi menjelang Kejuaraan Dunia,” ungkap Eng Hian.
Target Gregoria: Kembali ke Performa Puncak
Gregoria Mariska Tunjung menghadapi tantangan berbeda. Sejak Maret 2025, pebulu tangkis kelahiran Wonogiri itu terpaksa absen akibat serangan vertigo parah, yang memengaruhi keseimbangan dan daya tahan tubuhnya. Kondisi tersebut sempat mengganggu intensitas latihannya dan membuatnya menarik diri dari beberapa turnamen penting di kalender BWF.
Namun, setelah beberapa bulan pemulihan, Gregoria kini dinyatakan fit secara medis dan fisik, serta siap kembali ke persaingan di level Super 750 dan Super 1000. Eng Hian menjelaskan bahwa keikutsertaan Gregoria di Japan dan China Open bertujuan untuk menjaga kondisi bertanding menjelang Kejuaraan Dunia.
“Gregoria diharapkan bisa tampil dengan performa terbaik dan menyelesaikan rangkaian pertandingan dengan kondisi yang tetap fit,” ujar Eng Hian yang juga merupakan mantan pemain nasional.
PBSI menargetkan kedua pemain ini dapat memanfaatkan dua turnamen elite sebagai batu loncatan menuju puncak performa:
Japan Open 2025 15–20 Juli Tokyo, Jepang Level: BWF World Tour Super 750
China Open 2025 22–27 Juli Changzhou, Tiongkok Level: BWF World Tour Super 1000
Kedua ajang ini akan menghadirkan persaingan ketat dari pemain-pemain top dunia, termasuk Viktor Axelsen, Kunlavut Vitidsarn, An Se-young, hingga Carolina Marin. Keikutsertaan Ginting dan Gregoria juga menjadi tolak ukur kesiapan mental dan fisik mereka setelah fase pemulihan yang panjang.
Tantangan dan Harapan Menuju Kejuaraan Dunia
PBSI menilai Japan Open dan China Open sebagai momentum tepat untuk mengukur kesiapan skuad tunggal Indonesia jelang Kejuaraan Dunia. Fokus utama bukan semata-mata meraih gelar, melainkan membangun kembali konsistensi, kepercayaan diri, dan daya saing di level tertinggi.
Kembalinya Ginting dan Gregoria disambut hangat oleh pencinta bulu tangkis Tanah Air. Mereka adalah figur penting dalam peta kekuatan tunggal Indonesia. Harapan pun mengarah pada stabilitas performa dan ketahanan fisik, terutama dalam jadwal padat menuju puncak musim.
Kesimpulan
Kabar kembalinya Anthony Sinisuka Ginting dan Gregoria Mariska Tunjung ke lapangan menjadi angin segar bagi dunia bulu tangkis nasional. Setelah melalui masa pemulihan yang tidak mudah, keduanya siap kembali bertarung di panggung internasional melalui Japan Open dan China Open 2025.
PBSI menaruh harapan besar agar dua atlet ini dapat menyelesaikan turnamen tanpa cedera, dan mampu mengembalikan performa terbaiknya sebelum Kejuaraan Dunia. Dengan semangat, disiplin, dan dukungan dari tim pelatih serta masyarakat Indonesia, Ginting dan Gregoria diharapkan kembali menjadi tumpuan harapan Merah Putih di kancah global.