Gila! Anak Magang Bikin Heboh, Uang Perusahaan Rp 17,4 Miliar Raib Seketika!

Priscilla Austin

anak magang
https://awsimages.detik.net.id/visual/2019/05/20/0811b3f9-8494-4c05-8d4d-cdf9dae63332_169.jpeg?w=715&q=90

beritahariini.news – Raksasa teknologi asal Tiongkok, ByteDance, yang dikenal sebagai induk perusahaan dari aplikasi populer TikTok, mengguncang jagat berita setelah mengajukan tuntutan hukum kepada salah satu anak magang nya, Tian Keyu. Tuntutan ini menuduh Tian melakukan sabotase terhadap model bahasa besar (LLM) pada sistem kecerdasan buatan (AI) milik ByteDance, yang menyebabkan perusahaan mengalami kerugian signifikan.

Kasus ini menjadi perbincangan hangat di Tiongkok, terutama karena tuntutan yang diajukan mencapai nilai fantastis, yaitu US$ 1,1 juta atau setara Rp 17,4 miliar. Insiden ini terjadi di tengah upaya besar-besaran Tiongkok untuk mendorong kemajuan teknologi AI domestiknya guna mengurangi ketergantungan pada teknologi dari Amerika Serikat.


Kronologi Kasus Sabotase Anak Magang

Menurut laporan dari Legal Weekly, media yang didukung oleh pemerintah, ByteDance menggugat Tian Keyu atas tindakan yang disebut sebagai sabotase sistem. Tian, yang diketahui merupakan mahasiswa pascasarjana di Peking University, diduga melakukan manipulasi kode tanpa izin terhadap LLM milik ByteDance. Model bahasa besar ini adalah teknologi AI yang mampu menghasilkan teks, gambar, dan konten lain berdasarkan kumpulan data besar.

Kasus ini pertama kali terungkap ketika ByteDance mengumumkan bahwa Tian telah dikeluarkan dari program magang pada Agustus 2024. Namun, laporan mengenai sabotase dan tuntutan hukum baru muncul ke publik setelah dokumen pengadilan di Pengadilan Distrik Haidian, Beijing dipublikasikan.

“Gugatan ini terkait dengan sabotase yang dilakukan Tian, yang mengakibatkan kerugian besar pada teknologi AI ByteDance,” tulis laporan Legal Weekly.


Dampak yang Diklaim oleh Anak Magang ByteDance

ByteDance mengklaim bahwa sabotase ini menyebabkan kerugian besar pada pengembangan teknologi mereka. Teknologi LLM yang disabotase dikatakan menjadi salah satu aset utama ByteDance dalam persaingan industri AI.

Beberapa dampak yang disebutkan dalam gugatan meliputi:

  1. Kerugian Finansial: ByteDance menuntut ganti rugi sebesar US$ 1,1 juta yang diklaim sebagai kompensasi atas kerugian yang mereka derita.
  2. Gangguan Operasional: Rumor sempat beredar bahwa sabotase tersebut memengaruhi lebih dari 8.000 unit GPU (Graphics Processing Units) yang digunakan dalam pelatihan AI.
  3. Citra Perusahaan: Insiden ini memicu pertanyaan tentang manajemen keamanan internal ByteDance, terutama dalam menangani aset teknologi sensitif.

Namun, ByteDance membantah beberapa rumor yang berkembang, termasuk laporan bahwa insiden ini menyebabkan perusahaan kehilangan jutaan dolar lebih dari klaim resmi.


Reaksi dari Anak Magang Tian Keyu dan Publik

Hingga kini, Tian Keyu belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Sebagai mahasiswa pascasarjana di salah satu universitas ternama di Tiongkok, Peking University, tindakan yang dituduhkan padanya mengejutkan banyak pihak.

BERITA LAINNYA : Heboh! Mahasiswa Gowes 50 KM Hanya untuk Nikmati Semangkuk Sup Dumpling

Sementara itu, kasus ini memicu perhatian publik karena melibatkan jumlah tuntutan yang sangat besar dan fakta bahwa pihak yang digugat adalah seorang anak magang. Dalam dunia kerja Tiongkok, gugatan hukum antara perusahaan dan pekerja memang bukan hal baru. Namun, kasus yang melibatkan anak magang dengan tuntutan nilai sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya.


ByteDance dan Pentingnya Teknologi AI

Sebagai salah satu raksasa teknologi di Tiongkok, ByteDance telah berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Teknologi LLM yang menjadi pusat kasus ini adalah salah satu upaya ByteDance untuk bersaing di pasar global melawan pemain besar lainnya seperti OpenAI dan Google.

Apa itu LLM (Model Bahasa Besar)?

LLM adalah sistem AI yang dirancang untuk memproses dan menghasilkan teks atau konten lainnya berdasarkan data besar. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk:

  • Menghasilkan teks atau dokumen yang kompleks.
  • Memproses data gambar dan suara untuk menghasilkan keluaran yang relevan.
  • Mengotomatisasi berbagai tugas berbasis data, termasuk analisis konten.

Teknologi ini menjadi sangat penting bagi perusahaan seperti ByteDance untuk mengembangkan fitur inovatif di aplikasi mereka, termasuk TikTok, yang menggunakan AI untuk merekomendasikan konten kepada pengguna.


Tiongkok dan Ambisi dalam Teknologi AI

Insiden ini terjadi di tengah upaya pemerintah Tiongkok untuk memperkuat kemampuan domestiknya dalam teknologi AI. Dengan adanya perang dagang dan sanksi teknologi dari Amerika Serikat, Tiongkok semakin mendorong perusahaan seperti ByteDance, Tencent, dan Huawei untuk menjadi mandiri dalam teknologi.

Kasus ini, meskipun negatif, menunjukkan pentingnya pelatihan LLM AI bagi Tiongkok

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...