beritahariini.news – Industri rokok kretek di Indonesia merupakan salah satu sektor strategis yang berperan besar dalam mendukung perekonomian nasional. Dengan rantai pasokan yang melibatkan jutaan pekerja, kontribusi terhadap penerimaan negara, dan dominasi penggunaan bahan baku lokal, industri ini menjadi pilar penting dalam menciptakan kedaulatan ekonomi. Namun, berbagai regulasi yang membebani sektor ini menimbulkan kekhawatiran akan kelangsungan hidup para pelaku usaha, petani tembakau, dan pekerja yang menggantungkan hidupnya pada industri hasil tembakau.
Anggota Komisi VII DPR RI, Eric Hermawan, menyoroti pentingnya inovasi dan pengembangan ekspor dalam industri rokok kretek, khususnya di Pamekasan, Madura. Langkah ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk tembakau Indonesia sekaligus memperkuat posisi sektor ini di pasar global.
Meningkatkan Nilai Tambah melalui Inovasi dan Ekspor
Eric Hermawan menyebutkan bahwa kualitas tembakau Madura memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi, seperti cerutu. Dengan meningkatkan inovasi pada pengolahan tembakau, pelaku UMKM di sektor ini dapat menghasilkan produk yang tidak hanya diminati di pasar lokal tetapi juga kompetitif di pasar internasional.

Also Read
“Produksi cerutu, sebagai salah satu inovasi dari tembakau berkualitas Madura, dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. Ini adalah peluang besar bagi UMKM dan petani tembakau untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Eric dalam keterangannya, Jumat (27/12/2024).
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan melalui pengembangan industri kreatif. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, industri tembakau di Madura diharapkan dapat menjadi lokomotif ekonomi lokal yang menyejahterakan masyarakat.
Harapan Petani Tembakau terhadap Kebijakan Rokok Kretek Pemerintah
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Pamekasan, Samukrah, mengemukakan harapannya agar pemerintah, khususnya Presiden Prabowo, memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan petani tembakau. Ia menilai kebijakan yang mendukung pertanian tembakau sangat diperlukan untuk melindungi ekosistem pertembakauan di Indonesia.
“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo dapat bersikap bijak dalam melindungi ekosistem pertembakauan. Sektor ini merupakan pilar penting ekonomi kerakyatan, dan keberlanjutannya sangat vital bagi kedaulatan ekonomi nasional,” kata Samukrah.
Namun, petani menghadapi tantangan besar dengan adanya regulasi yang dinilai membebani sektor ini. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 97 Tahun 2024, yang menetapkan kenaikan tarif Harga Jual Eceran (HJE) rokok sebesar 10,07 persen mulai Januari 2025. Selain itu, rencana pengenaan PPN sebesar 12 persen pada produk tembakau menambah kekhawatiran terhadap kelangsungan hidup industri hasil tembakau, terutama bagi petani tembakau kecil.
Industri Rokok Kretek dan Perannya dalam Perekonomian Nasional
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), M. Jusrianto, menyoroti empat aspek penting yang menjadikan industri kretek sebagai salah satu sektor strategis yang perlu dilindungi:
- Rantai Pasokan dari Hulu hingga Hilir
Industri kretek melibatkan 5,98 juta pekerja yang tersebar di berbagai rantai pasokan, mulai dari petani tembakau dan cengkeh hingga pekerja di pabrik pengolahan tembakau. - Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)
Produk kretek memiliki TKDN hingga 90 persen, yang berarti sebagian besar bahan baku berasal dari dalam negeri. Hal ini menjadikan industri kretek sebagai motor penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi petani tembakau dan cengkeh. - Kontribusi terhadap Penerimaan Negara
Cukai Hasil Tembakau (CHT) menyumbang sekitar 10 persen dari penerimaan negara. Pada tahun 2023, CHT mencapai Rp213,4 triliun, belum termasuk kontribusi dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), dan pajak daerah. - Peran dalam Memberdayakan Perempuan
Sebanyak 89 persen pekerja di sektor pengolahan tembakau adalah perempuan, sebagian besar lulusan SD dan SMP. Industri ini memberikan peluang kerja yang sangat penting bagi kelompok masyarakat yang sulit mengakses pekerjaan di sektor lain.
Tantangan dan Kebijakan yang Perlu Dipertimbangkan
Meskipun memberikan kontribusi besar bagi perekonomian, industri kretek menghadapi tantangan berat dari sisi regulasi dan kebijakan fiskal. Peningkatan tarif cukai yang terus-menerus, kenaikan HJE, serta rencana pengenaan PPN pada produk tembakau dinilai dapat mengancam kelangsungan usaha di sektor ini.
BACA JUGA : Puncak Libur Natal, Bandara Sultan Hasanuddin Dipadati 250.470 Penumpang
Di sisi lain, kebijakan fiskal yang terlalu ketat juga berpotensi memicu meningkatnya peredaran rokok ilegal, yang pada akhirnya justru merugikan penerimaan negara. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kebijakan yang lebih bijaksana dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan industri hasil tembakau tanpa mengorbankan keberlanjutannya.
Rekomendasi untuk Melindungi Industri Rokok Kretek
Untuk memastikan industri kretek tetap menjadi pilar penting ekonomi nasional, pemerintah perlu mempertimbangkan beberapa langkah berikut:
- Kebijakan Fiskal yang Berimbang
Kebijakan cukai dan pajak harus dirancang sedemikian rupa agar tidak membebani pelaku usaha dan petani tembakau kecil, sekaligus mampu menjaga penerimaan negara. - Dukungan terhadap Inovasi dan Diversifikasi Produk
Mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan produk bernilai tambah, seperti cerutu dan produk tembakau lainnya, yang dapat bersaing di pasar global. - Perlindungan terhadap Petani Tembakau
Memberikan subsidi atau insentif kepada petani tembakau untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka. - Penguatan Ekspor
Membuka pasar ekspor baru bagi produk tembakau Indonesia melalui diplomasi ekonomi dan perjanjian dagang internasional. - Pemberdayaan Pekerja Perempuan
Melakukan program pelatihan dan pemberdayaan untuk meningkatkan keterampilan pekerja perempuan di sektor pengolahan tembakau.
Kesimpulan
Industri rokok kretek bukan hanya sektor ekonomi strategis tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia. Dengan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, pemberdayaan perempuan, dan dukungan bagi jutaan pekerja, industri ini memegang peranan penting dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional.
Namun, tantangan dari regulasi yang memberatkan mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah bijak dalam melindungi ekosistem industri ini. Dukungan terhadap inovasi, kebijakan fiskal yang berimbang, serta perlindungan bagi petani tembakau adalah kunci untuk memastikan industri kretek tetap berkontribusi secara maksimal bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.














