beritahariini.news – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan perlunya penerapan standar biaya dalam penggunaan fasilitas hotel dan restoran untuk kegiatan resmi pemerintah. Pernyataan tersebut mencerminkan upaya legislator dalam mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Pentingnya Standarisasi Biaya Rapat Pemerintah
Rifqinizamy menilai bahwa pedoman teknis mengenai batasan dan mekanisme penggunaan anggaran untuk rapat di luar kantor, khususnya di hotel dan restoran, sangat mendesak untuk diterapkan. Menurutnya, kebijakan ini harus mencakup seluruh level pemerintahan, mulai dari kementerian dan lembaga hingga pemerintah daerah.
“Jika kegiatan rapat berskala kecil dan tidak bersifat mendesak, maka seharusnya tetap mengutamakan penggunaan ruang kantor yang tersedia,” ujar Rifqi di Jakarta pada Senin.

Also Read
Dampak Efisiensi terhadap Sektor MICE
Rifqi mencermati bahwa kebijakan efisiensi belanja operasional pemerintah selama beberapa tahun terakhir telah menurunkan permintaan dari sektor MICE. Penurunan ini membuat banyak pelaku usaha perhotelan dan restoran mengalami tekanan ekonomi.
Sebagai respons, ia mendukung langkah Kementerian Dalam Negeri yang mengizinkan kembali agenda pemerintah dilaksanakan di hotel dan restoran. Ia menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas saat menerapkan kebijakan tersebut.
BACA JUGA : Timnas Kalahkan China Ole Romeny hingga Patrick Kluivert Temui Prabowo di Kertanegara
Tanggung Jawab Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah
Kepala daerah memikul tanggung jawab utama dalam memastikan efisiensi anggaran terlaksana dengan benar. Rifqi juga meminta sekretaris daerah menyusun klasifikasi kegiatan agar agenda berskala besar atau membutuhkan fasilitas khusus tetap dapat berjalan secara efisien.
“Pejabat tidak boleh menentukan lokasi kegiatan berdasarkan preferensi pribadi. Keputusan harus didasarkan pada urgensi, skala, serta dampaknya terhadap masyarakat,” tegas Rifqi.
Kebijakan Dukungan dari Kementerian Dalam Negeri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan izin kepada pemerintah daerah untuk kembali melaksanakan kegiatan resmi di hotel dan restoran. Ia menilai keputusan ini sebagai langkah strategis untuk mendukung sektor MICE yang sedang dalam proses pemulihan.
Tito menyampaikan bahwa industri perhotelan dan restoran bergantung pada tenaga kerja serta jaringan pasokan makanan dan minuman. Agenda rapat pemerintah bisa menggerakkan seluruh ekosistem tersebut.
Tito mencontohkan bagaimana produsen lokal seperti petani, nelayan, dan pelaku UMKM bisa menerima manfaat dari kegiatan tersebut karena terlibat dalam rantai logistik dan suplai hotel dan restoran.
Peran Strategis Industri MICE
Industri MICE terbukti mampu menggerakkan perekonomian daerah. Sektor ini bukan hanya membuka lapangan kerja langsung, tetapi juga mendorong aktivitas sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, kerajinan, dan jasa kebersihan.
Kegiatan resmi pemerintah yang digelar di hotel dan restoran turut meningkatkan pendapatan usaha kecil dan menengah, terutama di daerah yang belum memiliki infrastruktur pertemuan milik pemerintah.
Perlu Regulasi Teknis Standar Biaya
Kebijakan baru ini perlu disertai regulasi teknis agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran. Pemerintah harus menetapkan batas biaya maksimal, jenis kegiatan yang diperbolehkan, serta sistem pengawasan yang transparan.
Pemerintah pusat dan daerah juga harus menyusun indikator justifikasi kegiatan berdasarkan efektivitas, efisiensi, serta pertimbangan lokasi dan hasil yang ditargetkan.
BACA JUGA : Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Dorong Swasembada Jagung Lewat Panen Raya di Kalimantan Barat
Menyeimbangkan Efisiensi dan Pemulihan Ekonomi
Pemerintah harus menyeimbangkan efisiensi fiskal dengan upaya pemulihan ekonomi nasional. Rapat bukan hanya pengeluaran, tetapi juga sarana distribusi anggaran produktif ke pelaku usaha lokal.
Keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban publik menjadi prinsip utama agar kebijakan ini tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat.
Pengelolaan Anggaran yang Tertib dan Efektif
Usulan Komisi II DPR RI mengenai standar biaya untuk rapat pemerintah di hotel dan restoran menjadi langkah penting menuju pengelolaan anggaran yang lebih tertib. Kebijakan ini menempatkan efisiensi sebagai prioritas tanpa mengabaikan kebutuhan mendukung sektor jasa.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi semakin kuat melalui kebijakan ini. Pemerintah sekaligus memperlihatkan komitmen terhadap pemulihan sektor MICE yang memegang peranan penting dalam ekonomi kreatif nasional.
















