https://asset.kompas.com/crops/X0mdg4hQePGPSAzi2kNKIu6lvwQ=/0x0:1794x1196/1200x800/data/photo/2023/03/31/6426cd565e9f8.png
beritahariini.news – Makanan ultra proses (Ultra Processed Food/UPF) semakin mendominasi pola konsumsi masyarakat modern. Meskipun praktis dan menggugah selera, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa makanan ini dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Dari peningkatan risiko penyakit kronis hingga gangguan mental, konsumsi makanan ultra-proses sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari.
Makanan ultra proses adalah produk makanan yang telah mengalami berbagai tahapan pemrosesan industri, sehingga komposisinya jauh dari bentuk alaminya. Dalam sistem klasifikasi NOVA, makanan ultra-proses termasuk dalam kategori keempat, yaitu makanan yang mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan penambah rasa.
Beberapa contoh makanan ultra proses yang umum dikonsumsi meliputi:
Also Read
Meskipun tampak menggoda karena rasanya yang enak dan kemudahan dalam penyajian, makanan ultra-proses memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula, lemak trans, dan garam yang tinggi dalam makanan tersebut.
Sebuah studi yang dilakukan oleh British Medical Journal (BMJ) menemukan bahwa individu yang mengonsumsi lebih dari 4 porsi makanan ultra-proses per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular hingga 10% dan risiko kematian dini hingga 62%.
Selain dampak fisik, konsumsi makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan gangguan mental. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa individu yang mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami depresi dan kecemasan.
Bahkan, penelitian dari University of São Paulo, Brasil, menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang mencapai 20% dari total asupan kalori harian dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif sebesar 28%.
Makanan ultra proses sering kali dirancang untuk menggugah selera dan memicu rasa ketagihan. Kombinasi gula, lemak, dan garam dalam kadar tinggi membuat otak melepaskan hormon dopamin, yang dapat menyebabkan seseorang terus mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan.
Akibatnya, pola makan menjadi tidak terkendali, yang berujung pada peningkatan berat badan dan obesitas.
Makanan ultra-proses sering kali mengandung berbagai zat tambahan yang tidak ditemukan dalam makanan alami. Beberapa zat yang umum digunakan dalam makanan ini meliputi:
BACA JUGA : 5 Jenis Protein Beku yang Bisa Langsung Digoreng di Air Fryer dengan Praktis
Meskipun makanan ultra-proses sangat mudah ditemukan di pasaran, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindarinya:
Sebisa mungkin, pilih makanan yang berasal dari bahan alami seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan ultra-proses.
Sebelum membeli produk makanan, pastikan untuk membaca label nutrisi dan daftar bahan. Hindari produk yang mengandung bahan tambahan dalam jumlah banyak, seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan.
Memasak makanan sendiri memungkinkan kita untuk mengontrol bahan-bahan yang digunakan. Dengan memasak di rumah, kita dapat mengurangi konsumsi makanan ultra-proses dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat.
Makanan cepat saji sering kali termasuk dalam kategori makanan ultra-proses. Sebaiknya, batasi konsumsi makanan ini dan pilih alternatif yang lebih sehat seperti makanan yang dimasak sendiri atau restoran yang menyajikan makanan segar.
Makanan Ultra Proses memang menawarkan kenyamanan dan rasa yang menggoda, tetapi dampaknya terhadap kesehatan sangat merugikan. Dari meningkatkan risiko penyakit kronis hingga gangguan mental, konsumsi makanan ini sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari.
Dengan memilih makanan alami, memeriksa label nutrisi, dan memasak sendiri di rumah, kita dapat menjaga pola makan yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit akibat konsumsi makanan ultra-proses. Mulailah perubahan kecil hari ini untuk masa depan kesehatan yang lebih baik!
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…