Dampak Buruk Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan, Bisa Picu Gangguan Mental

Priscilla Austin

Ultra Proses
https://asset.kompas.com/crops/X0mdg4hQePGPSAzi2kNKIu6lvwQ=/0x0:1794x1196/1200x800/data/photo/2023/03/31/6426cd565e9f8.png

beritahariini.news – Makanan ultra proses (Ultra Processed Food/UPF) semakin mendominasi pola konsumsi masyarakat modern. Meskipun praktis dan menggugah selera, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa makanan ini dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Dari peningkatan risiko penyakit kronis hingga gangguan mental, konsumsi makanan ultra-proses sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari.

Apa Itu Makanan Ultra Proses?

Makanan ultra proses adalah produk makanan yang telah mengalami berbagai tahapan pemrosesan industri, sehingga komposisinya jauh dari bentuk alaminya. Dalam sistem klasifikasi NOVA, makanan ultra-proses termasuk dalam kategori keempat, yaitu makanan yang mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan penambah rasa.

Beberapa contoh makanan ultra proses yang umum dikonsumsi meliputi:

  • Makanan ringan dalam kemasan seperti keripik dan biskuit
  • Minuman bersoda dan minuman berenergi
  • Daging olahan seperti sosis, nugget, dan ham
  • Makanan cepat saji seperti burger dan ayam goreng
  • Sereal sarapan dengan kadar gula tinggi
  • Makanan beku siap saji

Mengapa Makanan Ultra-Proses Harus Dihindari?

Meskipun tampak menggoda karena rasanya yang enak dan kemudahan dalam penyajian, makanan ultra-proses memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan.

1. Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis dari Ultra Proses

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh kandungan gula, lemak trans, dan garam yang tinggi dalam makanan tersebut.

Sebuah studi yang dilakukan oleh British Medical Journal (BMJ) menemukan bahwa individu yang mengonsumsi lebih dari 4 porsi makanan ultra-proses per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular hingga 10% dan risiko kematian dini hingga 62%.

2. Gangguan Mental dan Kesehatan Otak

Selain dampak fisik, konsumsi makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan gangguan mental. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa individu yang mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami depresi dan kecemasan.

Bahkan, penelitian dari University of São Paulo, Brasil, menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang mencapai 20% dari total asupan kalori harian dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif sebesar 28%.

3. Memicu Ketagihan dan Pola Makan Berlebih

Makanan ultra proses sering kali dirancang untuk menggugah selera dan memicu rasa ketagihan. Kombinasi gula, lemak, dan garam dalam kadar tinggi membuat otak melepaskan hormon dopamin, yang dapat menyebabkan seseorang terus mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan.

Akibatnya, pola makan menjadi tidak terkendali, yang berujung pada peningkatan berat badan dan obesitas.

4. Ultra Proses Mengandung Zat Tambahan Berbahaya

Makanan ultra-proses sering kali mengandung berbagai zat tambahan yang tidak ditemukan dalam makanan alami. Beberapa zat yang umum digunakan dalam makanan ini meliputi:

  • Sirup jagung fruktosa tinggi yang berkontribusi pada resistensi insulin dan diabetes
  • Lemak trans yang meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Pemanis buatan yang dapat mengganggu metabolisme tubuh
  • Pengawet dan pewarna buatan yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan gangguan kesehatan lainnya

BACA JUGA : 5 Jenis Protein Beku yang Bisa Langsung Digoreng di Air Fryer dengan Praktis

Cara Menghindari Makanan Ultra Proses

Meskipun makanan ultra-proses sangat mudah ditemukan di pasaran, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindarinya:

1. Pilih Makanan Alami atau Minimal Diproses

Sebisa mungkin, pilih makanan yang berasal dari bahan alami seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan ultra-proses.

2. Periksa Label Nutrisi

Sebelum membeli produk makanan, pastikan untuk membaca label nutrisi dan daftar bahan. Hindari produk yang mengandung bahan tambahan dalam jumlah banyak, seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan.

3. Masak Sendiri di Rumah

Memasak makanan sendiri memungkinkan kita untuk mengontrol bahan-bahan yang digunakan. Dengan memasak di rumah, kita dapat mengurangi konsumsi makanan ultra-proses dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat.

4. Kurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji sering kali termasuk dalam kategori makanan ultra-proses. Sebaiknya, batasi konsumsi makanan ini dan pilih alternatif yang lebih sehat seperti makanan yang dimasak sendiri atau restoran yang menyajikan makanan segar.

Kesimpulan

Makanan Ultra Proses memang menawarkan kenyamanan dan rasa yang menggoda, tetapi dampaknya terhadap kesehatan sangat merugikan. Dari meningkatkan risiko penyakit kronis hingga gangguan mental, konsumsi makanan ini sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari.

Dengan memilih makanan alami, memeriksa label nutrisi, dan memasak sendiri di rumah, kita dapat menjaga pola makan yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit akibat konsumsi makanan ultra-proses. Mulailah perubahan kecil hari ini untuk masa depan kesehatan yang lebih baik!

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...