Viral

Cek Fakta PKH 2025: Klaim Link Pendaftaran Online untuk Cairkan Bansos Rp900 Ribu–Rp2,5 Juta Adalah Hoaks

beritahariini.news – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bantuan sosial, muncul informasi menyesatkan terkait pendaftaran Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) 2025. Sebuah akun Facebook pada 24 September 2025 membagikan tautan yang diklaim dapat digunakan untuk mencairkan bantuan sebesar Rp900 ribu hingga Rp2,5 juta secara daring.

Dalam unggahan tersebut tertulis:

“Bantuan sosial (BANSOS) BPNT dan PKH sama sekali belum dapat atau belum cair dana bansos Rp900.000 – Rp2.500.000 tahun 2025 cair hari ini seluruh Indonesia secara online. CAIRKAN SEKARANG! Bisa Langsung Daftar. Tidak Dipungut Biaya Sedikitpun. Klik tombol daftar.”

Ajakan ini mendorong masyarakat untuk segera mendaftar melalui ponsel. Namun, setelah ditelusuri, link tersebut bukan berasal dari situs resmi pemerintah. Lebih jauh lagi, tautan itu justru mengarah pada formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Analisis Fakta: Konfirmasi dari Kemensos

Kementerian Sosial menegaskan tidak ada link pendaftaran bansos PKH 2025 melalui situs tidak resmi. Semua layanan resmi terkait pengecekan dan informasi penerima bansos telah disediakan melalui kanal resmi pemerintah.

Ciri utama yang menunjukkan informasi tersebut hoaks antara lain:

  1. Alamat situs tidak resmi. Domain yang digunakan bukan .go.id, sehingga jelas bukan milik pemerintah.

  2. Permintaan data tidak relevan. Situs palsu meminta nomor Telegram, padahal sistem resmi hanya memerlukan data sesuai KTP.

  3. Janji pencairan instan. Pemerintah tidak pernah menjanjikan pencairan bansos secara online dengan segera setelah pendaftaran.

  4. Bahasa provokatif. Kalimat seperti “cair sekarang” atau “tanpa biaya” sering digunakan dalam modus penipuan daring.

BACA JUGA : Gempa Banyuwangi 25 September 2025: Kronologi, Wilayah Terdampak, dan Imbauan BMKG agar Waspada Hoaks

Cara Resmi Mengecek Status Bansos PKH 2025

Agar tidak tertipu tautan palsu, masyarakat dapat memanfaatkan dua kanal resmi yang disediakan oleh Kemensos untuk memeriksa status penerimaan bansos.

1. Melalui Situs cekbansos.kemensos.go.id

Langkah-langkahnya adalah:

  • Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.

  • Pilih lokasi domisili sesuai data KTP: Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan.

  • Masukkan nama lengkap sesuai KTP pada kolom Nama PM (Penerima Manfaat).

  • Isi kode captcha untuk verifikasi.

  • Klik tombol Cari Data.

Jika terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sistem akan menampilkan data lengkap penerima manfaat, termasuk nama, usia, jenis bansos, serta periode pencairan.

2. Melalui Aplikasi Resmi Cek Bansos

Selain situs web, Kemensos juga menyediakan aplikasi Cek Bansos di Google Play Store dan App Store.

Tahapannya:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos.

  • Registrasi akun menggunakan data KTP, NIK, nomor Kartu Keluarga, alamat email, serta unggahan foto KTP dan swafoto.

  • Login ke akun.

  • Pilih menu Cek Bansos atau Profil, lalu isi data domisili dan nama lengkap.

  • Klik Cari Data untuk melihat status penerimaan bansos.

Aplikasi ini dilengkapi fitur usulan dan tanggapan masyarakat, sehingga warga dapat mengajukan diri atau orang lain yang layak masuk dalam DTKS.

BACA JUGA : Memahami Tax Amnesty: Definisi, Tujuan Strategis, dan Manfaat Bagi Negara serta Wajib Pajak

Mengapa Hoaks Bansos Selalu Mudah Menyebar?

Hoaks mengenai bansos bukan hal baru. Setiap kali ada jadwal pencairan, selalu muncul tautan palsu dengan iming-iming pencairan instan. Ada beberapa faktor yang membuat informasi semacam ini cepat menyebar:

  1. Kondisi ekonomi mendesak. Banyak keluarga menaruh harapan besar pada bantuan sosial.

  2. Literasi digital rendah. Sebagian masyarakat belum terbiasa memeriksa keaslian situs atau informasi daring.

  3. Modus penipuan meyakinkan. Penggunaan istilah resmi seperti PKH, DTKS, serta nominal tertentu membuat kabar palsu tampak benar.

  4. Distribusi masif di media sosial. Facebook, WhatsApp, dan platform serupa mempercepat penyebaran tanpa verifikasi.

Risiko Terjebak Link Palsu

Klik pada tautan hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berbahaya. Risiko yang mungkin timbul di antaranya:

  • Pencurian identitas. Data pribadi dapat disalahgunakan untuk pinjaman online ilegal.

  • Penipuan finansial. Korban bisa diminta mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi.

  • Serangan siber. Malware dapat masuk ke perangkat melalui situs tidak resmi.

Sikap Tegas Pemerintah

Kemensos mengimbau masyarakat agar hanya mempercayai kanal resmi pemerintah untuk informasi bansos, yaitu:

  • Situs resmi: kemensos.go.id dan cekbansos.kemensos.go.id

  • Aplikasi Cek Bansos

  • Media sosial terverifikasi milik Kementerian Sosial

Selain itu, pencairan bansos dilakukan melalui perbankan yang bekerja sama dengan pemerintah, bukan melalui tautan acak.

Klaim adanya link pendaftaran Bansos PKH 2025 yang menjanjikan pencairan Rp900 ribu hingga Rp2,5 juta secara online dipastikan hoaks. Masyarakat harus berhati-hati terhadap informasi menyesatkan semacam ini dan hanya menggunakan kanal resmi Kemensos untuk mengecek status penerimaan bantuan.

Ingat, bansos tidak pernah dipungut biaya, serta pencairannya dilakukan melalui mekanisme resmi pemerintah. Waspada adalah langkah utama untuk mencegah jatuhnya korban penipuan digital.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

6 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

6 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

6 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

6 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

6 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

6 bulan ago