Bulog Ungkap Ketersediaan Stok Pangan Menjelang Ramadan, Benarkah Aman?

Priscilla Austin

Stok Pangan
https://images.bisnis.com/posts/2025/02/27/1843153/120220-bio-bisnis-24-bulog_fokus_jual_stok_beras_lama2_1708438810.jpg

beritahariini.news – Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2025, Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Berbagai komoditas utama seperti beras, gula pasir, telur, minyak goreng, hingga daging sapi dan daging kerbau telah dikuasai oleh Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, menyatakan bahwa hingga 25 Februari 2025, cadangan beras yang dimiliki Bulog mencapai 1,96 juta ton.

“Kami memastikan stok pangan utama, terutama beras, dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran. Saat ini, kami memiliki stok beras sebanyak 1,96 juta ton, baik yang berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) maupun pasokan komersial,” ujar Suyamto dalam konferensi pers di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/2/2025).

Ketersediaan Komoditas Strategis di Gudang Bulog

Selain beras, Bulog juga telah menyiapkan stok pangan lainnya dalam jumlah yang mencukupi:

  • Telur ayam: 6 ton
  • Gula pasir: 10.885 ton
  • Daging sapi: 16 ton
  • Minyak goreng: 4.086 kiloliter
  • Daging kerbau: 10.196 ton
  • Tepung terigu: 129 ton
  • Jagung PSO: 94.482 ton
  • Jagung komersial: 18.226 ton

Dalam hal minyak goreng, Bulog berperan sebagai distributor Minyakita serta menjual minyak goreng secara komersial. Untuk memenuhi kebutuhan Ramadan, Bulog mendapatkan alokasi pengadaan sebesar 50.000 kiloliter Minyakita guna mencegah kelangkaan di pasaran.

“Kami berupaya memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar sehingga harga tetap stabil. Kami juga mengoptimalkan pasokan minyak goreng komersial sebagai upaya intervensi pasar,” jelas Suyamto.

Strategi Penyerapan Beras dan Stabilisasi Harga

Guna memastikan ketahanan stok beras, Bulog juga melakukan pengadaan melalui mitra pangan dan membeli gabah kering panen (GKP). Hingga akhir Februari 2025, realisasi penyerapan GKP dan beras mencapai 167.000 ton.

BACA JUGA : Terkait Isu BBM, Cak Imin dan Bahlil Susun Strategi Baru Subsidi Energi

Meskipun angka ini masih jauh dari target 3 juta ton yang ditetapkan, Bulog optimistis akan meningkatkan penyerapan saat musim panen raya Maret-April.

“Kami menyadari bahwa produksi beras di awal tahun mengalami penurunan. Namun, saat panen raya tiba, kami akan lebih maksimal dalam penyerapan gabah dari petani guna memastikan stok beras tetap terjaga,” kata Suyamto.

Neraca Produksi dan Konsumsi Stok Pangan Beras Nasional

Secara nasional, neraca produksi dan konsumsi beras mengalami defisit pada Januari-Februari 2025. Namun, pada Maret, produksi diperkirakan akan mengalami surplus signifikan.

“Pada Maret 2025, produksi beras diproyeksikan mencapai 5,24 juta ton. Sementara itu, konsumsi nasional berada di angka 2,57 juta ton. Dengan demikian, surplus produksi diperkirakan mencapai 2,6 juta ton beras,” jelasnya.

Surplus ini diharapkan dapat menstabilkan harga beras di pasaran serta memberikan cadangan yang cukup bagi masyarakat hingga pasca-Idulfitri.

Langkah Strategis untuk Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Untuk menghindari lonjakan harga, Bulog telah menyiapkan berbagai langkah strategis, di antaranya:

  1. Operasi Pasar Murah Bulog akan menggelar operasi pasar murah di berbagai daerah guna menjual bahan pokok dengan harga terjangkau.
  2. Distribusi Merata Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan di daerah tertentu.
  3. Kerja Sama dengan Pemerintah dan Mitra Swasta Bulog terus berkoordinasi dengan kementerian terkait serta pihak swasta guna menjamin kelancaran rantai pasok pangan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan.

Imbauan Stok Pangan kepada Masyarakat

Bulog mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying karena stok pangan dalam kondisi aman. Selain itu, pedagang dan distributor diingatkan untuk tidak menimbun bahan pangan guna menghindari gangguan distribusi yang dapat berdampak pada lonjakan harga.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Bulog berkomitmen untuk menjaga pasokan agar tetap stabil dan terjangkau bagi semua,” tutup Suyamto.

Dengan kesiapan stok yang telah disusun oleh Bulog, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa harus khawatir akan ketersediaan dan harga bahan pokok.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...