Luciano Spalletti & Buffon. Dok. Foto: beritahariini.news
beritahariini.news – Legenda hidup Juventus, Gianluigi Buffon, secara terbuka menyuarakan dukungan penuhnya kepada Luciano Spalletti untuk menjadi pelatih baru klub berjuluk Si Nyonya Tua. Pernyataan itu disampaikan Buffon dalam wawancara eksklusif dengan media Italia setelah muncul kabar bahwa manajemen Juventus tengah mempertimbangkan pergantian pelatih pasca pemecatan Igor Tudor.
Buffon menilai Spalletti memiliki kemampuan taktis, kharisma, serta visi sepak bola modern yang sesuai dengan kebutuhan Juventus saat ini. “Bagi saya, Luciano adalah sosok yang tepat untuk klub besar yang ingin tetap ambisius. Anda tidak akan banyak kalah jika dia yang memimpin,” ujar Buffon, dikutip dari Football Italia (27/10/2025).
Musim 2025/2026 berjalan berat bagi Juventus. Setelah awal musim yang menjanjikan, performa tim anjlok dalam dua bulan terakhir. Juventus gagal menang dalam delapan pertandingan terakhir di Serie A, hanya mencetak tiga gol, dan tersingkir lebih awal dari ajang Coppa Italia. Hasil buruk itu membuat tekanan terhadap pelatih Igor Tudor semakin besar hingga akhirnya manajemen klub memutuskan kontraknya pada 26 Oktober.
Also Read
Sumber internal klub yang dikutip oleh La Gazzetta dello Sport menyebut bahwa direktur olahraga Cristiano Giacomini dan presiden Gianluca Ferrero kini tengah menjajaki beberapa kandidat pengganti. Nama Luciano Spalletti muncul sebagai pilihan utama karena dianggap memiliki reputasi yang cocok dengan ambisi Juventus untuk kembali ke papan atas Eropa.
“Spalletti memahami bagaimana mengelola tim besar dan membangun permainan yang solid. Ia punya pengalaman membawa Napoli menjuarai Serie A dan sukses bersama Inter dan Roma. Itu bukan hal yang bisa diabaikan,” ujar salah satu sumber klub.
Sebagai sosok yang selama dua dekade lebih membela Juventus, Buffon tentu paham atmosfer dan tuntutan tinggi di Turin. Ia menilai Spalletti memiliki mentalitas juara yang dibutuhkan klub setelah beberapa tahun tanpa gelar besar.
“Luciano bukan hanya pelatih dengan strategi bagus. Ia tahu bagaimana membuat pemain percaya diri, disiplin, dan lapar kemenangan. Juventus butuh sosok seperti itu,” kata Buffon kepada BeIN Sports.
Menurut mantan kiper timnas Italia itu, Spalletti juga dikenal memiliki pendekatan humanis kepada pemain. Ia kerap berdialog, memahami karakter individu, dan menciptakan suasana ruang ganti yang positif. Hal ini dinilai penting di tengah situasi internal Juventus yang sedang goyah akibat hasil buruk dan isu disharmoni antar pemain.
“Ketika saya masih di tim nasional, saya melihat langsung bagaimana Spalletti memperlakukan pemain. Ia tahu kapan harus keras, tapi juga tahu kapan harus memberi ruang. Itu kualitas langka di sepak bola modern,” tambah Buffon.
Baca Juga: Lionel Messi Dekati Rekor 1.000 Gol, Seberapa Besar Kemungkinannya?
Luciano Spalletti bukan nama asing di kancah sepak bola Italia. Pelatih berusia 66 tahun itu dikenal sebagai salah satu taktik terbaik negeri tersebut. Ia pernah membawa AS Roma meraih dua gelar Coppa Italia (2007 dan 2008), serta memimpin Napoli menjuarai Serie A 2022/2023, mengakhiri penantian panjang klub selatan Italia selama 33 tahun sejak era Diego Maradona.
Setelah sukses bersama Napoli, Spalletti dipercaya menjadi pelatih tim nasional Italia pada 2023 menggantikan Roberto Mancini. Namun masa baktinya di Gli Azzurri sempat diwarnai tekanan akibat hasil kurang konsisten di kualifikasi Euro 2024. Meskipun begitu, Spalletti tetap dianggap sebagai sosok yang mampu mengubah arah permainan tim secara modern dan ofensif.
Kini, setelah masa kontraknya bersama tim nasional Italia berakhir, Spalletti kembali menjadi incaran sejumlah klub top Eropa. Juventus disebut-sebut menjadi yang paling serius dalam melakukan pendekatan. Menurut laporan Sky Sport Italia, pihak manajemen Juventus sudah melakukan kontak awal dengan agen Spalletti pekan lalu. Negosiasi dikabarkan berjalan positif dan tinggal menunggu kesepakatan akhir terkait durasi kontrak dan staf kepelatihan.
Dukungan Buffon dinilai menambah legitimasi Spalletti di mata publik Juventus. Mantan penjaga gawang itu bukan hanya legenda klub, tetapi juga figur yang dihormati oleh para pendukung dan jajaran manajemen. Sejak pensiun, Buffon kini menjabat sebagai Kepala Delegasi Timnas Italia, namun ia tetap mengikuti perkembangan klub yang membesarkan namanya.
“Buffon bukan orang sembarangan di Juventus. Jika dia sampai menyuarakan dukungan terhadap Spalletti, itu bisa menjadi sinyal kuat bagi manajemen,” tulis Corriere dello Sport dalam analisanya.
Beberapa eks pemain Juventus lain juga menanggapi wacana tersebut. Andrea Barzagli menyebut bahwa Spalletti adalah sosok ideal untuk memulihkan semangat tim. Sementara Claudio Marchisio menilai Spalletti bisa membawa kembali gaya bermain menyerang yang sempat hilang sejak era Massimiliano Allegri.
Baca Juga: Hasil Lengkap French Open 2025: Jonatan Christie Melaju ke 16 Besar, Putri KW Tersingkir
Jika benar bergabung, Spalletti akan menghadapi sejumlah tantangan besar. Pertama, ia harus memperbaiki mental pemain yang sempat goyah akibat hasil buruk. Kedua, ia harus menata kembali keseimbangan tim yang kehilangan identitas permainan. Juventus di era Tudor sering tampil tanpa arah jelas, dan Spalletti dituntut untuk menghadirkan filosofi yang lebih terstruktur.
Selain itu, tekanan dari fans dan media akan sangat tinggi. Juventus dikenal memiliki ekspektasi besar terhadap setiap pelatihnya, terutama setelah bertahun-tahun gagal bersaing dengan Inter Milan dan Napoli di papan atas Serie A. Target realistis bagi Spalletti di musim ini adalah membawa Juventus kembali ke zona Liga Champions dan memperbaiki rekor tandang yang buruk.
“Juventus butuh waktu, tapi dengan Spalletti, setidaknya mereka akan punya identitas bermain yang jelas. Itu langkah awal menuju kebangkitan,” ujar analis sepak bola Italia, Paolo Condo.
Menurut laporan terakhir dari Black White Read All Over, manajemen Juventus akan mengadakan rapat resmi pada akhir pekan ini untuk memutuskan calon pelatih baru. Nama Spalletti berada di urutan teratas daftar prioritas, disusul oleh Roberto Mancini dan Raffaele Palladino. Jika negosiasi berjalan lancar, pengumuman resmi bisa dilakukan paling cepat awal November 2025.
Buffon sendiri berharap keputusan klub bisa segera diambil agar tim punya waktu beradaptasi sebelum menghadapi jadwal padat. “Setiap hari tanpa pelatih permanen adalah hari yang hilang. Juventus perlu segera menata kembali arah dan keyakinannya,” ujarnya menutup wawancara.
Dukungan terbuka Gianluigi Buffon kepada Luciano Spalletti memberi warna baru dalam saga pencarian pelatih Juventus. Dengan reputasi Spalletti sebagai arsitek yang berpengalaman dan filosofi taktik progresif, serta dukungan moral dari figur penting seperti Buffon, peluang terjadinya kerja sama antara keduanya di Turin kini semakin besar.
Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, era baru Juventus berpotensi dimulai era di mana klub berusaha kembali ke jalur kejayaan dengan fondasi disiplin, taktik modern, dan semangat juara yang selama ini menjadi DNA sejati La Vecchia Signora.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…