beritahariini.news – Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan terhadap produk makanan dan minuman yang beredar di pasar guna menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran bahan makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, pewarna tekstil, serta bahan tambahan pangan ilegal lainnya.
Menurut Kepala BPOM, Taruna Ikrar, pengawasan ini akan difokuskan pada produk-produk yang banyak dikonsumsi saat Ramadhan, terutama makanan takjil yang dijual di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.
“Menjelang Ramadhan, kami akan melakukan intensifikasi pengawasan makanan dan minuman, khususnya produk yang rentan mengandung zat-zat berbahaya seperti boraks, formalin, atau plastik. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan produk yang aman untuk dikonsumsi,” ujar Taruna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/2/2025).

Also Read
Bagaimana strategi BPOM dalam memastikan keamanan pangan selama Ramadhan? Berikut ulasan lengkapnya.
Pengawasan Ketat Terhadap Produk Makanan dan Minuman Jelang Ramadhan
BPOM telah menyusun berbagai langkah strategis dalam meningkatkan pengawasan produk pangan menjelang Ramadhan, termasuk:
π 1. Pemeriksaan Produk di Pasar dan Tempat Produksi
- BPOM akan turun langsung ke pasar-pasar tradisional, supermarket, minimarket, hingga tempat produksi makanan untuk memantau kualitas dan keamanan bahan pangan yang dijual.
- Fokus utama pengawasan meliputi makanan takjil, minuman kemasan, serta produk-produk siap saji yang sering dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur.
π 2. Deteksi Zat Berbahaya dalam Makanan
- BPOM akan menguji sampel makanan dan minuman untuk memastikan tidak ada kandungan boraks, formalin, pewarna tekstil, atau bahan pengawet berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
- Penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar juga menjadi perhatian utama dalam pengawasan ini.
π 3. Pengecekan Masa Kedaluwarsa Produk
- Produk makanan kemasan dan minuman dalam botol yang beredar di pasaran akan diperiksa untuk memastikan bahwa tidak ada produk yang kedaluwarsa.
- Masyarakat dihimbau untuk selalu memeriksa label produk sebelum membeli, guna menghindari risiko konsumsi barang yang sudah tidak layak.
π 4. Pemantauan Produsen dan Distributor Makanan
- BPOM akan mengawasi industri makanan dan minuman, termasuk produsen lokal maupun distributor besar, untuk memastikan mereka mengikuti standar keamanan pangan yang telah ditetapkan.
- Pengawasan juga dilakukan terhadap usaha kuliner rumahan dan pedagang kaki lima yang menyediakan makanan berbuka puasa.
Dukungan dari 76 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Seluruh Indonesia
Dalam upaya memastikan keberhasilan pengawasan ini, BPOM mengerahkan 76 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA : 5 Makanan yang Terbukti Membantu Tidur Lebih Nyenyak dan Berkualitas
“Kami memiliki 76 UPT dari Sabang sampai Merauke, dengan dukungan 6.700 pegawai yang akan bekerja keras untuk memastikan keamanan makanan dan minuman menjelang Ramadhan,” ungkap Taruna.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BPOM untuk:
β
Menjamin keamanan pangan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa
β
Memastikan semua produk makanan dan minuman yang beredar sudah memenuhi standar kesehatan
β
Melindungi konsumen dari risiko penyakit akibat makanan yang mengandung zat berbahaya
BPOM Juga Mengawasi Produk Impor dan Kemasan Siap Saji
Selain mengawasi makanan lokal, BPOM juga memperketat pengawasan terhadap produk impor dan makanan siap saji yang beredar di Indonesia.
π Produk impor seperti makanan kemasan dan minuman dalam botol akan diperiksa untuk memastikan tidak ada pelanggaran standar kesehatan.
π Makanan cepat saji dan minuman instan yang dikonsumsi selama Ramadhan juga akan diuji untuk memastikan keamanan kandungan gizinya.
BPOM mengimbau masyarakat untuk:
β
Memilih produk yang memiliki label BPOM dan izin edar resmi.
β
Menghindari makanan yang mencurigakan atau memiliki warna mencolok, karena bisa mengandung pewarna tekstil berbahaya.
β
Memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan kemasan.
Efisiensi Anggaran Tanpa Mengurangi Kualitas Pengawasan
Terkait dengan efisiensi anggaran, BPOM tetap berkomitmen untuk menjalankan tugasnya secara optimal meskipun ada keterbatasan sumber daya.
“Kami paham bahwa ada efisiensi anggaran, tetapi kami tetap akan bekerja optimal. Efisiensi ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan rakyat banyak. Kami akan memastikan bahwa pengawasan tetap berjalan dengan baik,” ujar Taruna.
Dengan strategi yang lebih terarah dan pemanfaatan teknologi dalam pengawasan, BPOM tetap mampu menjalankan tugasnya dengan maksimal dalam melindungi masyarakat dari makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi.
Dampak Positif Pengawasan Ketat BPOM Menjelang Ramadhan
β 1. Masyarakat Bisa Berpuasa dengan Aman
- Dengan pengawasan ketat terhadap makanan dan minuman, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman tanpa khawatir mengonsumsi makanan berbahaya.
β 2. Menekan Kasus Keracunan Makanan
- Setiap tahun, sering ditemukan kasus keracunan makanan akibat konsumsi produk yang mengandung zat berbahaya. Dengan pengawasan BPOM, kasus ini dapat diminimalisir.
β 3. Meningkatkan Kesadaran Konsumen
- Dengan adanya sosialisasi dan edukasi dari BPOM, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya memilih makanan dan minuman yang aman.
β 4. Mendorong Produsen dan Pedagang untuk Mematuhi Standar Kesehatan
- Pengawasan yang ketat akan memaksa produsen makanan dan minuman untuk menaati regulasi, sehingga kualitas produk yang beredar di pasaran semakin baik.
Kesimpulan: BPOM Siap Menjaga Keamanan Pangan selama Ramadhan 2025
Dengan meningkatnya konsumsi makanan dan minuman selama Ramadhan, BPOM mengambil langkah serius dalam mengawasi peredaran produk pangan di seluruh Indonesia.
Melalui pengawasan intensif, uji laboratorium, pemantauan pasar, dan inspeksi langsung ke tempat produksi, BPOM memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat selama bulan suci ini aman dan bebas dari bahan berbahaya.
Masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dengan memilih produk yang memiliki izin BPOM, memeriksa tanggal kedaluwarsa, dan melaporkan jika menemukan produk mencurigakan.
Dengan kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan konsumen, diharapkan Ramadhan 2025 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.

















