https://statik.tempo.co/data/2025/07/08/id_1411290/1411290_720.jpg
beritahariini.news – Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang dan Tangerang Selatan sejak Senin sore hingga tengah malam, 7 Juli 2025, menyebabkan banjir besar di berbagai titik strategis. Curah hujan tinggi sejak akhir pekan telah memperburuk kondisi saluran air yang tidak mampu menampung limpahan debit hujan. Akibatnya, puluhan kawasan permukiman dan ruas jalan utama tergenang hingga mencapai ketinggian lebih dari satu meter.
Di Kota Tangerang Selatan, banjir mulai terjadi sejak sore dan terus memburuk seiring hujan yang tak kunjung reda hingga lewat tengah malam. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Jalan Aria Putra, Kecamatan Ciputat, di mana akses jalan utama lumpuh total.
Seorang pengendara sepeda motor, Hilmi, yang sehari-hari bekerja sebagai kurir, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding sebelumnya.
Also Read
“Biasanya banjir hanya sebentar, sekarang air bertahan lama dan hampir semua jalan utama Ciputat tergenang,” ujarnya.
BACA JUGA: Kronologi Penganiayaan Pacar Driver Shopee Food oleh Birdha dan Keluarganya
Ia mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan pengiriman barang sejak siang hingga malam karena hampir semua jalur pengantaran terputus akibat banjir. Ia bahkan terpaksa mengembalikan barang kiriman ke gudang karena motornya tidak mampu melewati genangan.
“Saya lewat depan Bakso Titoti Ciputat sudah tidak bisa, di Bintaro juga banyak titik banjir. Muter-muter cari jalan, akhirnya balik ke gudang,” tambahnya.
Coki, anggota Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kota Tangerang Selatan, mengonfirmasi bahwa hingga Senin malam, tercatat sedikitnya 14 titik banjir tersebar di berbagai kecamatan. Di antara lokasi terdampak, beberapa menjadi viral di media sosial karena tinggi genangan air dan dampaknya terhadap aktivitas warga.
Banjir mencapai ketinggian 1,1 meter dan merendam rumah-rumah warga di Perumahan Bintaro Indah, Jombang, Ciputat. Diperkirakan lebih dari 200 kepala keluarga terdampak akibat meluapnya aliran Kali Serua.
BACA JUGA: Ferrari F40 Rp40 Miliar Diserempet Truk di AS YouTuber Ngamuk, Minta Publik Bantu Ungkap Pelaku
Sementara itu, di Kelurahan Serua Indah, banjir beraliran deras merendam permukiman warga setinggi hampir setengah meter, dampak dari kombinasi luapan kali dan buruknya saluran drainase. Sekitar 180 kepala keluarga tercatat terdampak menurut data BPBD.
Di kawasan Empang Sari RT 004/07 dan Kampung Masjid RT 005/03, banjir masing-masing mencapai ketinggian hingga 1 meter dan 1,3 meter, menenggelamkan rumah-rumah warga. Puluhan keluarga mengalami kerugian dan harus mengungsi sementara waktu.
Salah satu titik paling mencolok adalah kawasan pusat perbelanjaan Bintaro Jaya Xchange, yang ikut terendam banjir dan menyebabkan kemacetan parah di seputaran jalan. Gambar dan video banjir di kawasan ini dengan cepat menyebar di media sosial, memperlihatkan kendaraan yang terjebak dan lalu lintas yang lumpuh.
Sementara itu, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Puri Pamulang, RT 04 RW 09, Kelurahan Bambu Apus, akibat tekanan air yang tinggi di bagian turap perumahan.
Di sisi lain, wilayah Kota Tangerang juga tak luput dari dampak hujan deras. Beberapa lokasi terdampak antara lain:
Kecamatan Pinang – banjir melanda sejumlah blok di kawasan perumahan.
Kelurahan Kunciran – jalanan dan rumah warga terendam, menghambat mobilitas harian.
Anto, warga Kelurahan Kunciran, menyayangkan lambannya respon pemerintah daerah dan buruknya perawatan drainase serta aliran sungai.
“Baru kemarin banjir, sekarang banjir lagi. Drainase ga pernah dibersihin. Sungainya juga sudah dangkal. Kami warga selalu was-was tiap kali hujan,” ujarnya.
Ia juga mengkritik pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan aspek lingkungan.
“Jalan makin banyak dibeton, tapi saluran air nggak diperhatikan. Yang dirugikan ya warga,” tambahnya dengan nada kesal.
Pihak BPBD Tangerang Selatan menyatakan telah menurunkan tim ke lokasi-lokasi banjir untuk membantu evakuasi, serta menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Namun, dengan luasnya wilayah terdampak, proses penanganan membutuhkan waktu dan koordinasi lintas dinas.
BPBD juga mengingatkan warga untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan susulan dalam beberapa hari ke depan, serta meminta masyarakat untuk tidak memaksakan berkendara melewati genangan air yang tidak diketahui kedalamannya.
Banjir yang melanda Kota Tangerang dan Tangerang Selatan pada awal Juli 2025 kembali menunjukkan bahwa masalah drainase dan pengelolaan tata ruang perkotaan belum ditangani secara serius. Wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terdampak kini ikut tergenang, menunjukkan luasnya penyebaran titik banjir baru.
Masyarakat berharap agar pemerintah kota segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari perbaikan sistem drainase, pengerukan sungai, hingga perencanaan pembangunan yang berorientasi pada mitigasi risiko banjir.
Tanpa langkah konkret, banjir bukan hanya menjadi ancaman infrastruktur, tetapi juga mengganggu ekonomi masyarakat kelas bawah yang sangat bergantung pada mobilitas harian dan keamanan tempat tinggal.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…