beritahariini.news – Musim hujan sering dianggap sebagai periode yang menenangkan karena udara lebih sejuk dan kelembapan relatif tinggi. Namun, kondisi ini justru dapat membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan kulit. Banyak orang terjebak dalam pemahaman keliru atau mitos perawatan kulit di musim hujan, yang tanpa disadari berpotensi merusak lapisan pelindung kulit, memicu jerawat, bahkan meningkatkan risiko infeksi jamur.
Menurut Dr. Karen Grace Gavino-Dionisio, dokter kulit dari Philippine Dermatological Society, kelembapan tinggi di musim hujan sering kali memicu ketidakseimbangan kulit. Area wajah tertentu seperti dahi dan hidung bisa terlihat lebih berminyak, sementara bagian lain seperti pipi terasa kering atau tertarik.
Untuk itu, sangat penting memahami fakta di balik mitos skincare yang beredar agar kulit tetap sehat dan terlindungi selama musim hujan.

Also Read
1. Kulit Berminyak Tidak Membutuhkan Pelembap
Banyak orang dengan tipe kulit berminyak berpikir bahwa di musim hujan, pelembap tidak diperlukan karena udara sudah cukup lembap. Ada pula yang khawatir pelembap justru membuat kulit semakin berminyak. Padahal, anggapan ini salah besar.
Fakta Penting: Kulit Tetap Butuh Hidrasi
Saat pelembap dilewatkan, kulit akan merespons dengan memproduksi minyak berlebih untuk mengompensasi kekurangan hidrasi. Kondisi ini justru memperparah kulit berminyak, membuat pori-pori lebih mudah tersumbat, dan memicu jerawat.
Solusinya adalah menggunakan pelembap ringan berbasis gel atau bebas minyak. Bahan-bahan seperti asam hialuronat, niacinamide, dan lidah buaya sangat direkomendasikan karena dapat mengunci kelembapan tanpa membuat wajah terasa berat atau lengket.
BACA JUGA : Angka Kematian Kanker Payudara Masih Tinggi, Kemenkes Soroti Rendahnya Skrining Dini
2. Cuaca Lembap Sudah Cukup Menjaga Kulit Tetap Terhidrasi
Kelembapan udara memang bisa memberikan rasa segar, tetapi bukan berarti kulit otomatis terhidrasi dengan baik. Banyak orang tidak menyadari bahwa dehidrasi kulit tetap bisa terjadi di musim hujan.
Tanda-Tanda Kulit Dehidrasi
-
Kulit terasa kencang dan sensitif
-
Muncul bercak kasar atau bersisik
-
Wajah terlihat kusam
-
Makeup sulit menempel dengan baik
Solusi Hidrasi yang Benar
Gunakan toner atau essence dengan kandungan humektan seperti gliserin dan asam hialuronat untuk menarik air ke dalam lapisan kulit. Hindari produk berbasis alkohol keras yang justru merusak kelembapan alami kulit.
3. Air Hujan Tidak Berbahaya untuk Kulit
Ada mitos bahwa air hujan bersifat alami dan aman untuk kulit. Padahal, faktanya air hujan di perkotaan sering tercemar polusi, debu, dan mikroba dari atmosfer. Kandungan tersebut bisa menempel pada kulit dan menyebabkan iritasi, jerawat, hingga infeksi.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Kehujanan?
-
Segera mandi dengan air bersih
-
Gunakan pembersih wajah lembut untuk mengangkat polusi dan mikroba
-
Oleskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit
Dengan langkah sederhana ini, risiko iritasi akibat paparan air hujan bisa ditekan seminimal mungkin.
BACA JUGA : Membongkar Mitos Generasi Micin: Fakta Ilmiah MSG dan Keamanannya bagi Kesehatan
4. Tabir Surya Tidak Penting di Hari Mendung
Mitos ini sangat berbahaya. Banyak orang menunda penggunaan sunscreen saat cuaca berawan, padahal sinar ultraviolet (UV) tetap menembus awan. Paparan sinar UVA dan UVB tetap terjadi meskipun matahari tidak terlihat.
Dampak Jika Abai pada Tabir Surya
-
Penuaan dini (kerutan, garis halus, bintik hitam)
-
Kerusakan sel kulit
-
Peningkatan risiko kanker kulit
Tabir surya dengan SPF minimal 30 dan PA+++ wajib digunakan setiap hari, bahkan saat mendung atau hujan. Untuk aktivitas luar ruangan, ulangi pemakaian setiap 3–4 jam.
5. Jerawat Jamur Tidak Terjadi di Musim Hujan
Mitos terakhir yang kerap dipercaya adalah bahwa jerawat jamur hanya muncul di cuaca panas. Faktanya, kelembapan tinggi di musim hujan justru memperbesar risiko pertumbuhan jamur.
Infeksi Jamur Kulit
Infeksi jamur sering muncul di area lipatan tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan jari kaki. Namun, pada wajah, ia dapat menimbulkan jerawat jamur (fungal acne) yang bentuknya mirip jerawat biasa, tetapi sulit diatasi dengan obat jerawat konvensional.
BACA JUGA : World Heart Day 2025: Empat Langkah Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Pencegahan dan Perawatan
-
Gunakan pembersih wajah dengan kandungan asam salisilat atau benzoil peroksida
-
Hindari penggunaan scrub kasar yang merusak pelindung kulit
-
Segera mandi dan mengganti pakaian setelah kehujanan untuk mencegah pertumbuhan jamur
Fakta vs Mitos Skincare di Musim Hujan
Musim hujan sering membuat orang lengah dalam menjaga kesehatan kulit. Lima mitos skincare—mulai dari menganggap pelembap tidak perlu, tabir surya tidak penting, hingga meremehkan risiko jerawat jamur—bisa berakibat fatal bagi kesehatan kulit jika terus dipercaya.
Kuncinya adalah memahami kebutuhan kulit dan menerapkan perawatan sesuai fakta medis, bukan mitos. Pelembap tetap wajib digunakan, tabir surya tidak boleh ditinggalkan, dan kebersihan kulit harus dijaga setelah kehujanan. Dengan disiplin perawatan yang tepat, kulit tetap sehat, segar, dan terlindungi meski berada di bawah derasnya hujan.

















