5 Mitos Skincare di Musim Hujan yang Justru Bisa Merusak Kulit, Waspadai Risiko yang Sering Diabaikan

Priscilla Austin

5 Mitos Skincare di Musim Hujan yang Justru Bisa Merusak Kulit, Waspadai Risiko yang Sering Diabaikan

beritahariini.news – Musim hujan sering dianggap sebagai periode yang menenangkan karena udara lebih sejuk dan kelembapan relatif tinggi. Namun, kondisi ini justru dapat membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan kulit. Banyak orang terjebak dalam pemahaman keliru atau mitos perawatan kulit di musim hujan, yang tanpa disadari berpotensi merusak lapisan pelindung kulit, memicu jerawat, bahkan meningkatkan risiko infeksi jamur.

Menurut Dr. Karen Grace Gavino-Dionisio, dokter kulit dari Philippine Dermatological Society, kelembapan tinggi di musim hujan sering kali memicu ketidakseimbangan kulit. Area wajah tertentu seperti dahi dan hidung bisa terlihat lebih berminyak, sementara bagian lain seperti pipi terasa kering atau tertarik.

Untuk itu, sangat penting memahami fakta di balik mitos skincare yang beredar agar kulit tetap sehat dan terlindungi selama musim hujan.

1. Kulit Berminyak Tidak Membutuhkan Pelembap

Banyak orang dengan tipe kulit berminyak berpikir bahwa di musim hujan, pelembap tidak diperlukan karena udara sudah cukup lembap. Ada pula yang khawatir pelembap justru membuat kulit semakin berminyak. Padahal, anggapan ini salah besar.

Fakta Penting: Kulit Tetap Butuh Hidrasi

Saat pelembap dilewatkan, kulit akan merespons dengan memproduksi minyak berlebih untuk mengompensasi kekurangan hidrasi. Kondisi ini justru memperparah kulit berminyak, membuat pori-pori lebih mudah tersumbat, dan memicu jerawat.

Solusinya adalah menggunakan pelembap ringan berbasis gel atau bebas minyak. Bahan-bahan seperti asam hialuronat, niacinamide, dan lidah buaya sangat direkomendasikan karena dapat mengunci kelembapan tanpa membuat wajah terasa berat atau lengket.

BACA JUGA : Angka Kematian Kanker Payudara Masih Tinggi, Kemenkes Soroti Rendahnya Skrining Dini

2. Cuaca Lembap Sudah Cukup Menjaga Kulit Tetap Terhidrasi

Kelembapan udara memang bisa memberikan rasa segar, tetapi bukan berarti kulit otomatis terhidrasi dengan baik. Banyak orang tidak menyadari bahwa dehidrasi kulit tetap bisa terjadi di musim hujan.

Tanda-Tanda Kulit Dehidrasi

  • Kulit terasa kencang dan sensitif

  • Muncul bercak kasar atau bersisik

  • Wajah terlihat kusam

  • Makeup sulit menempel dengan baik

Solusi Hidrasi yang Benar

Gunakan toner atau essence dengan kandungan humektan seperti gliserin dan asam hialuronat untuk menarik air ke dalam lapisan kulit. Hindari produk berbasis alkohol keras yang justru merusak kelembapan alami kulit.

3. Air Hujan Tidak Berbahaya untuk Kulit

Ada mitos bahwa air hujan bersifat alami dan aman untuk kulit. Padahal, faktanya air hujan di perkotaan sering tercemar polusi, debu, dan mikroba dari atmosfer. Kandungan tersebut bisa menempel pada kulit dan menyebabkan iritasi, jerawat, hingga infeksi.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Kehujanan?

  • Segera mandi dengan air bersih

  • Gunakan pembersih wajah lembut untuk mengangkat polusi dan mikroba

  • Oleskan pelembap untuk mengembalikan kelembapan kulit

Dengan langkah sederhana ini, risiko iritasi akibat paparan air hujan bisa ditekan seminimal mungkin.

BACA JUGA : Membongkar Mitos Generasi Micin: Fakta Ilmiah MSG dan Keamanannya bagi Kesehatan

4. Tabir Surya Tidak Penting di Hari Mendung

Mitos ini sangat berbahaya. Banyak orang menunda penggunaan sunscreen saat cuaca berawan, padahal sinar ultraviolet (UV) tetap menembus awan. Paparan sinar UVA dan UVB tetap terjadi meskipun matahari tidak terlihat.

Dampak Jika Abai pada Tabir Surya

  • Penuaan dini (kerutan, garis halus, bintik hitam)

  • Kerusakan sel kulit

  • Peningkatan risiko kanker kulit

Tabir surya dengan SPF minimal 30 dan PA+++ wajib digunakan setiap hari, bahkan saat mendung atau hujan. Untuk aktivitas luar ruangan, ulangi pemakaian setiap 3–4 jam.

5. Jerawat Jamur Tidak Terjadi di Musim Hujan

Mitos terakhir yang kerap dipercaya adalah bahwa jerawat jamur hanya muncul di cuaca panas. Faktanya, kelembapan tinggi di musim hujan justru memperbesar risiko pertumbuhan jamur.

Infeksi Jamur Kulit

Infeksi jamur sering muncul di area lipatan tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan jari kaki. Namun, pada wajah, ia dapat menimbulkan jerawat jamur (fungal acne) yang bentuknya mirip jerawat biasa, tetapi sulit diatasi dengan obat jerawat konvensional.

BACA JUGA : World Heart Day 2025: Empat Langkah Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Pencegahan dan Perawatan

  • Gunakan pembersih wajah dengan kandungan asam salisilat atau benzoil peroksida

  • Hindari penggunaan scrub kasar yang merusak pelindung kulit

  • Segera mandi dan mengganti pakaian setelah kehujanan untuk mencegah pertumbuhan jamur

Fakta vs Mitos Skincare di Musim Hujan

Musim hujan sering membuat orang lengah dalam menjaga kesehatan kulit. Lima mitos skincare—mulai dari menganggap pelembap tidak perlu, tabir surya tidak penting, hingga meremehkan risiko jerawat jamur—bisa berakibat fatal bagi kesehatan kulit jika terus dipercaya.

Kuncinya adalah memahami kebutuhan kulit dan menerapkan perawatan sesuai fakta medis, bukan mitos. Pelembap tetap wajib digunakan, tabir surya tidak boleh ditinggalkan, dan kebersihan kulit harus dijaga setelah kehujanan. Dengan disiplin perawatan yang tepat, kulit tetap sehat, segar, dan terlindungi meski berada di bawah derasnya hujan.

Popular Post

NewsPolitik

Profil Ketua Komnas HAM Anis Hidayah: Aktivis Migran yang Kini Memimpin Lembaga Hak Asasi Tertinggi

beritahariini.news – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menetapkan susunan baru pimpinan dan subkomisi untuk periode 2022–2027. Keputusan ...

Viral

MUA Dea Lipa Akui Dirinya Pria Bernama Deni, Pihak Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

beritahariini.news – Polemik soal identitas asli MUA viral bernama Dea Lipa, atau yang dikenal publik sebagai Sister Hong Lombok, akhirnya ...

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

Viral

5 Fakta Kasus Bu Guru Salsa, Viral Gegara Ulah Pacar Online

beritahariini.news – Kasus yang menimpa Salsa Anindya, guru honorer asal Jember, Jawa Timur, menjadi perbincangan publik setelah rekaman pribadinya tersebar ...

News

Heboh! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Retak, Warga Temukan Isi Kelapa dan Serabut

beritahariini.news – Warga Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, digemparkan oleh temuan tak biasa pada pondasi ...

Gaya HidupLainnya

Cantiknya Olla Ramlan Saat Pamer Momen Liburan di Labuan Bajo

beritahariini.news – Artis dan presenter Olla Ramlan tengah menikmati momen liburan yang menenangkan di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata ...

Ekonomi

Proyek Batu Bara BUMN Dapat Pendanaan Rp 3,5 Triliun

beritahariini.news – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar milik negara yang tergabung dalam holding ...