Politik

UKI Tegaskan Bela Negara Harus Jadi Ilmu Wajib di Setiap Perguruan Tinggi

beritahariini.news – Universitas Kristen Indonesia (UKI) menegaskan bahwa pendidikan bela negara harus menjadi ilmu wajib di setiap perguruan tinggi. Hal ini dianggap penting sebagai fondasi moral, disiplin, dan sikap cinta tanah air yang perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum UKI, Tomson Situmeang, dalam acara Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) dan retret Fakultas Hukum UKI di Jakarta, Sabtu (27/9/2025). Menurutnya, menurunnya rasa nasionalisme pada generasi saat ini merupakan sinyal negatif yang harus segera ditangani oleh semua pemangku kepentingan pendidikan.

Kekhawatiran atas Generasi Z dan Tantangan Media Sosial

Tomson mengungkapkan, gaya hidup generasi muda, khususnya Gen Z, kini sangat dipengaruhi oleh media sosial. Hal ini, menurutnya, terlihat jelas dalam berbagai aksi demonstrasi belakangan ini yang sering menjurus pada tindakan anarkis.

“Demonstrasi memang hak demokrasi, tetapi tetap ada aturan mainnya. Aspirasi harus disampaikan secara santun, bukan dengan cara yang merusak,” tegas Tomson.

Ia menilai bahwa moral bangsa saat ini semakin terkikis, sehingga perlu dikembalikan melalui pendidikan bela negara. Dengan adanya mata kuliah bela negara, mahasiswa tidak hanya dilatih secara akademik, tetapi juga dibekali dengan nilai moral, etika, dan sikap kritis yang konstruktif.

Pentingnya Bela Negara dalam Dunia Pendidikan

Tomson menekankan bahwa bela negara tidak berhenti pada masa kuliah, tetapi juga harus melekat dalam kehidupan alumni setelah lulus. Menurutnya, seorang mahasiswa atau lulusan yang memiliki spirit bela negara akan berbeda karena menunjukkan moral, sikap, dan attitude yang baik.

Selain itu, bela negara juga melatih generasi muda untuk membangun kebersamaan dan kerja tim, sehingga mereka mampu menyelesaikan masalah secara kolektif. Dengan semangat bela negara, mahasiswa dapat memahami tanggung jawab sebagai warga negara sekaligus menanamkan nilai kebangsaan yang kuat.

BACA JUGA : Gubernur Papua Barat Daya Desak Pengembalian Tiga Pulau Sengketa ke Raja Ampat dalam Pertemuan dengan Wamendagri

LKMM-TD UKI: Wadah Pembentukan Karakter

Acara LKMM-TD yang digelar UKI menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai bela negara sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajarkan untuk memiliki mental yang kuat, disiplin, serta pemahaman mendalam mengenai peran mereka sebagai calon pemimpin bangsa.

Menurut Tomson, setiap mahasiswa wajib memahami bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab militer, melainkan kewajiban seluruh warga negara. Oleh karena itu, program pelatihan seperti LKMM-TD dinilai penting untuk diterapkan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Melalui LKMM-TD, mahasiswa bisa terlihat sejauh mana mereka memahami tanggung jawab membela negara,” ujarnya.

Sinergi Nilai Bela Negara dengan Kekristenan dan Pancasila

UKI sebagai institusi pendidikan berbasis nilai Kristiani juga menekankan pentingnya bela negara sebagai bagian dari implementasi iman dan tanggung jawab moral. Menurut Tomson, nilai kekristenan yang diajarkan di UKI sejalan dengan spirit Pancasila, sehingga mahasiswa tidak hanya dibekali wawasan akademik, tetapi juga karakter kepemimpinan yang berlandaskan cinta tanah air.

“Kami berharap melalui pendidikan bela negara, para mahasiswa bisa mengimplementasikan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai iman Kristiani, Pancasila, serta nasionalisme. Mereka adalah calon pemimpin masa depan bangsa,” tegasnya.

Peran Panitia: Membekali Mahasiswa dengan Jiwa Kepemimpinan

Sementara itu, Ketua Panitia LKMM-TD dan Retret Fakultas Hukum UKI, Grace Natalia Bornok Siahaan, menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan membentuk mahasiswa dengan jiwa kepemimpinan yang kuat.

“Untuk menjadi seorang pemimpin, harus memiliki mental yang tangguh, iman yang kokoh, serta jiwa yang berlandaskan Pancasila,” ujar Grace.

Ia menjelaskan bahwa melalui LKMM-TD, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan teori, melainkan juga kerinduan untuk menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Grace, pendidikan bela negara selaras dengan visi UKI yang berkomitmen melahirkan pemimpin rendah hati, berintegritas, serta cinta tanah air.

BACA JUGA : DPR RI Bangga atas Pidato Presiden Prabowo di PBB, Tegaskan Komitmen Indonesia pada Solusi Dua Negara

Bela Negara sebagai Pilar Pembentukan Generasi Unggul

Bela negara, menurut UKI, adalah kunci untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing tinggi. Dengan memahami bela negara, mahasiswa akan mampu menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan kecerdasan emosional, moral, dan spiritual.

Generasi yang memahami bela negara diyakini akan lebih mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa. Mereka akan tampil sebagai pemimpin yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran nasionalisme yang kuat.

Implementasi Nyata di Lingkungan Kampus

UKI berkomitmen untuk menjadikan bela negara bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata dalam kehidupan kampus. Melalui kegiatan organisasi, latihan kepemimpinan, retret, dan aksi sosial, mahasiswa didorong untuk mengaplikasikan nilai bela negara dalam bentuk kontribusi nyata.

Dengan cara ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Bela Negara sebagai Fondasi Nasionalisme Modern

Pernyataan UKI tentang wajibnya bela negara di setiap perguruan tinggi mencerminkan urgensi pendidikan nasionalisme di era modern. Di tengah tantangan globalisasi dan penetrasi media sosial, generasi muda membutuhkan pondasi moral yang kuat untuk tetap teguh menjaga identitas bangsa.

UKI meyakini bahwa bela negara adalah pilar utama dalam membangun karakter mahasiswa Indonesia. Melalui pendidikan ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin yang berintegritas, beriman, berjiwa Pancasila, dan memiliki cinta tanah air yang mendalam.

Dengan demikian, bela negara tidak sekadar jargon, melainkan ilmu wajib yang harus ditanamkan di seluruh kampus demi mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh, visioner, dan berdaya saing global.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

6 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

6 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

6 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

6 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

6 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

6 bulan ago