Politik

Tri Rismaharini Dorong Kemandirian Perempuan dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan

beritahariini.news – Dalam sebuah forum sarasehan kebangsaan bertajuk “Perempuan Berdaya, Indonesia Raya” yang diselenggarakan di Kantor DPD PDI Perjuangan Banten, Kota Serang, pada Minggu (16/6), mantan Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, menyampaikan pesan kuat mengenai urgensi pemberdayaan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga sekaligus solusi nyata dalam mengatasi permasalahan kemiskinan struktural di daerah.

Sebagai tokoh nasional yang dikenal memiliki rekam jejak dalam pembangunan berbasis kerakyatan, Tri Rismaharini menyoroti betapa pentingnya keterlibatan aktif perempuan, khususnya para ibu rumah tangga, dalam dinamika ekonomi lokal dan nasional.

Perempuan sebagai Kunci Transformasi Ekonomi Rumah Tangga

Dalam orasinya, Risma—sapaan akrab mantan Wali Kota Surabaya itu—mengungkapkan bahwa akar dari banyak persoalan kemiskinan di Indonesia, khususnya di wilayah Banten, bukan semata-mata terletak pada pendapatan kepala keluarga laki-laki. Banyak di antara mereka yang sudah bekerja keras sebagai tukang becak, buruh harian, maupun sopir. Namun, realitas ekonomi rumah tangga tetap stagnan, bahkan tidak mampu keluar dari jeratan kemiskinan.

“Kenapa masih miskin? Karena peran perempuan dalam ekonomi rumah tangga belum dimaksimalkan,” ujar Risma dengan nada tegas.

Ia menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak boleh semata bergantung pada satu sisi, melainkan harus inklusif dan menyentuh seluruh anggota keluarga, terutama para ibu rumah tangga yang sejatinya memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan dan produktivitas domestik.

BACA JUGA : Pertemuan Prabowo dan Putin Tegaskan Kembali Sejarah Dukungan Rusia terhadap Indonesia

Inspirasi dari Surabaya: UMKM Sebagai Jalan Kemandirian

Risma kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat memimpin Kota Surabaya, di mana ia secara konsisten mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis rumah tangga sebagai salah satu strategi mengentaskan kemiskinan.

Ia menekankan bahwa perempuan memiliki potensi luar biasa dalam sektor wirausaha apabila difasilitasi dengan pelatihan yang tepat, akses permodalan, serta kemampuan pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Ibu-ibu di Banten harus berani berubah. Jangan jualan seperti zaman dulu. Harus bisa kemas produk dengan rapi, menarik, dan higienis agar menciptakan nilai tambah,” katanya.

Risma juga menyoroti bahwa desain kemasan dan strategi promosi merupakan elemen penting yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas produk.

Perempuan Harus Menciptakan Pasar Sendiri

Dalam narasi yang sarat semangat perjuangan, Risma mendorong kaum perempuan untuk tidak sekadar menjadi pelaku pasif dalam perekonomian, tetapi mampu menciptakan pasar secara mandiri. Ia mengajak para perempuan untuk membangun jaringan, memperkuat branding, serta memahami segmentasi pasar yang sesuai dengan produk mereka.

“Kalau tidak menciptakan pasar sendiri, maka pasar itu akan diambil orang lain. Ini saatnya perempuan bangkit dan merebut ruang ekonomi,” serunya.

Ironi Kemiskinan di Tengah Potensi Geografis Strategis

Dalam pemaparannya, Risma juga menyinggung situasi geografis Provinsi Banten yang sangat dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu Jakarta. Dengan jarak tempuh yang hanya sekitar dua jam, seharusnya Banten mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berdaya saing tinggi.

Namun, realita menunjukkan bahwa angka kemiskinan di sejumlah wilayah Banten masih cukup tinggi. Hal ini mencerminkan bahwa potensi geografis belum dikonversi secara optimal menjadi kekuatan ekonomi rakyat.

“Jarak dekat dari Jakarta seharusnya menjadi kekuatan strategis. Jangan justru jadi daerah pinggiran yang tertinggal,” ungkap Risma dengan penuh keprihatinan.

Sarasehan sebagai Medium Pencerahan dan Pemberdayaan

Ketua DPD PDI Perjuangan Banten, Ade Sumardi, menyampaikan bahwa sarasehan ini merupakan bagian integral dari program Bulan Bung Karno, yang tidak hanya memuat refleksi nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga konkret dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis rakyat.

“Melalui forum ini, para ibu dibekali bukan hanya inspirasi, tapi juga pengetahuan praktis agar usaha rumahan mereka bisa naik kelas,” tutur Ade.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi para perempuan pelaku UMKM di Banten untuk terus berkembang dan berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga serta pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA : Empat Pulau Resmi Masuk Wilayah Aceh, Gubernur Sumut Tunjukkan Sikap Legawa

Refleksi Bung Karno dan Peran Strategis Perempuan

Momentum Bulan Bung Karno, yang menjadi latar sarasehan ini, menggarisbawahi pentingnya kembali menghidupkan semangat perjuangan, gotong royong, dan kemandirian rakyat. Dalam semangat tersebut, perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pendamping laki-laki, melainkan sebagai subjek pembangunan yang aktif, kritis, dan produktif.

Risma menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki kekuatan kolektif untuk menciptakan perubahan besar dalam perekonomian bangsa apabila diberdayakan secara tepat. Melalui pendidikan keterampilan, pendampingan usaha, serta akses ke pasar dan teknologi, perempuan dapat menjadi aktor utama dalam pengentasan kemiskinan.

Arah Kebijakan dan Dukungan Keberlanjutan

Untuk memastikan bahwa agenda pemberdayaan perempuan berjalan secara berkelanjutan, dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi politik, lembaga sosial, dan sektor swasta. Dukungan kebijakan yang responsif gender, insentif bagi UMKM perempuan, serta pendirian rumah produksi dan inkubator bisnis lokal menjadi langkah-langkah konkret yang patut segera diwujudkan.

Tidak kalah pentingnya adalah penguatan literasi keuangan dan digitalisasi usaha mikro yang akan mempermudah para pelaku usaha perempuan untuk menjangkau pasar lebih luas, termasuk memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Perempuan sebagai Pilar Pembangunan Bangsa

Pesan yang disampaikan oleh Tri Rismaharini dalam sarasehan tersebut tidak sekadar retorika, tetapi merupakan seruan untuk aksi nyata. Perempuan Banten, dengan segala potensi dan semangatnya, memiliki peran vital dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga dan memperkuat perekonomian daerah.

Dengan pemberdayaan yang menyentuh aspek keterampilan, motivasi, dan akses terhadap sumber daya, perempuan tidak hanya dapat memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga mereka sendiri, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mendorong Banten menjadi provinsi yang sejahtera, adil, dan maju.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

7 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

7 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

7 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

7 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

8 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

8 bulan ago