beritahariini.news – Singapura tengah dilanda cuaca ekstrem dengan turunnya suhu hingga 21,9 derajat Celsius akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir. Fenomena Suhu Singapura ini mengakibatkan gangguan pada sejumlah penerbangan di Bandara Changi dan Seletar, serta mencatat curah hujan tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Fenomena Penurunan Suhu Drastis di Singapura
Dalam beberapa hari terakhir, Singapura mengalami cuaca yang tidak biasa dengan suhu turun secara signifikan hingga mencapai titik terendah 21,9°C di kawasan Tuas Selatan pada pagi hari, 20 Maret 2025. Curah hujan yang tercatat di Waduk MacRitchie mencapai 204,2 mm sekitar pukul 16.00 waktu setempat, menjadikan kota ini dalam kondisi basah dan lembab yang lebih intens dibandingkan biasanya.
Menurut Badan Meteorologi Singapura (MSS), fenomena ini dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur akibat sistem cuaca tekanan rendah yang memperkuat aktivitas hujan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Singapura. MSS juga mencatat bahwa suhu yang anjlok ini merupakan salah satu yang terendah dalam satu dekade terakhir, di mana rata-rata suhu tahunan di Singapura biasanya berkisar antara 25°C hingga 31°C.
Also Read
Dampak Cuaca Buruk Suhu Singapura terhadap Penerbangan
Kondisi cuaca ekstrem ini berdampak besar pada sektor transportasi udara, khususnya di Bandara Changi dan Bandara Seletar. Sejumlah penerbangan harus mengalami keterlambatan, pembatalan, atau penjadwalan ulang akibat jarak pandang yang rendah serta kondisi landasan pacu yang licin.
Dilansir dari The Straits Times, beberapa maskapai penerbangan yang terkena dampak antara lain:
- Jetstar dan Scoot yang mengalami penjadwalan ulang sejumlah penerbangan.
- TransNusa yang membatalkan penerbangan ke Jakarta.
- Penerbangan ke Seoul, Phuket, dan Jakarta yang mengalami penundaan.
- Firefly Airlines dari Malaysia yang terkena dampak operasional di Bandara Seletar.
Pihak Bandara Changi telah mengeluarkan peringatan kepada para penumpang untuk selalu mengecek jadwal penerbangan mereka sebelum menuju bandara, mengingat potensi gangguan yang masih bisa berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
BACA JUGA : Daftar Tarif Tol di Pulau Jawa 2025 untuk Persiapan Mudik Lebaran
Dampak Cuaca Dingin bagi Warga Singapura
Penurunan suhu yang tidak biasa ini juga memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari warga Singapura. Beberapa dampak yang dirasakan meliputi:
-
Peningkatan Konsumsi Listrik
Suhu dingin yang lebih rendah dari biasanya menyebabkan lonjakan penggunaan pemanas air dan alat pemanas ruangan di sejumlah rumah tangga. Beberapa warga mengaku lebih sering menggunakan jaket dan selimut tebal untuk menghangatkan diri. -
Hujan Lebat Mengganggu Aktivitas Luar Ruangan
Sejumlah kegiatan luar ruangan, seperti olahraga dan acara publik, terpaksa dibatalkan atau ditunda akibat cuaca yang kurang bersahabat. -
Kemacetan Lalu Lintas
Hujan deras yang terus turun membuat beberapa ruas jalan utama di Singapura mengalami kepadatan lalu lintas yang lebih parah dari biasanya. Beberapa titik genangan air juga dilaporkan muncul di beberapa kawasan, meski masih dalam batas wajar. -
Ancaman Banjir di Beberapa Wilayah
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) telah memberikan peringatan terkait potensi banjir lokal di beberapa daerah yang rentan terhadap curah hujan tinggi. Sejumlah waduk dan drainase utama telah diawasi lebih ketat untuk mencegah kemungkinan luapan air.
Prediksi Cuaca Suhu Singapura dalam Beberapa Hari ke Depan
Menurut Badan Meteorologi Singapura, cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Namun, intensitas hujan diprediksi akan berkurang secara bertahap setelah tanggal 22 Maret 2025.
Pemerintah dan otoritas terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat dan selalu mempersiapkan diri dengan membawa payung atau jas hujan saat bepergian. Selain itu, warga yang memiliki masalah kesehatan, terutama lansia dan anak-anak, disarankan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit akibat suhu dingin yang tidak biasa ini.
Kesimpulan
Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Singapura dengan suhu mencapai 21°C dan curah hujan tinggi telah menyebabkan gangguan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di sektor transportasi udara. Dengan banyaknya penerbangan yang terganggu, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal penerbangan mereka.
Meskipun penurunan suhu ini dianggap sebagai kejadian langka, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dapat membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi hal yang semakin penting bagi masyarakat Singapura dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.