Strategi BNPP: Hilirisasi dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Perbatasan
beritahariini.news – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia memperkuat strategi pengembangan ekonomi nasional. Fokus utamanya adalah kawasan perbatasan. BNPP mengusung pendekatan ganda: hilirisasi komoditas lokal dan pengembangan pariwisata berbasis budaya.
BNPP mengarahkan strategi ini ke 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) aktif. Wilayah tersebut menjadi pintu perdagangan ke Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini.
Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, Irjen Pol Edfrie R. Maith, menyatakan pentingnya pembangunan ekonomi langsung di perbatasan. Kawasan ini menyimpan potensi pertanian, perikanan, dan peternakan yang besar.
Also Read
“Kami ingin industri pengolahan berdiri langsung di perbatasan. Komoditas lokal harus diolah di lokasi agar bernilai tambah dan menyerap tenaga kerja,” ujarnya.
BNPP mendorong hilirisasi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi lokal. Bahan mentah dari wilayah perbatasan akan diproses menjadi produk jadi atau setengah jadi. Langkah ini meningkatkan daya saing dan mendorong kemandirian ekonomi.
Maith menyoroti contoh kebutuhan industri pakan ternak di Bengkayang, Kalimantan Barat. Wilayah ini cocok untuk membangun industri berbasis produk pertanian. Hilirisasi juga mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
“Menjual bahan mentah memang mudah dan cepat untung. Tapi negara akan rugi dalam jangka panjang. Kita harus ambil manfaat maksimal dari setiap komoditas,” katanya.
Meski menjanjikan, hilirisasi memerlukan infrastruktur penunjang. Jalan, listrik, air, dan logistik harus tersedia. Investasi juga menjadi faktor penentu keberhasilan.
Selain hilirisasi, BNPP mengembangkan wisata budaya di perbatasan. Strategi ini mencakup pembangunan infrastruktur, promosi, dan keterlibatan komunitas lokal.
“Konektivitas antardestinasi harus selesai lebih dulu. Setelah itu, kita bisa kembangkan atraksi budaya seperti Pekan Gawai Dayak di Kalimantan atau festival keagamaan di NTT,” ujar Maith.
Pengembangan wisata ini akan memperkuat identitas lokal. Di sisi lain, pariwisata akan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
BNPP mengedepankan kolaborasi dengan pelaku lokal. Promosi melalui media sosial dan komunitas budaya menjadi bagian penting strategi ini.
Sepanjang 2024, ekspor dari wilayah perbatasan terus meningkat. PLBN Entikong mencatat ekspor sebesar Rp49,2 miliar. Komoditasnya mencakup hasil pertanian dan perikanan.
PLBN Badau mengekspor produk UMKM senilai Rp12,3 miliar. Produk unggulannya berupa olahan ikan, buah, dan kerajinan tangan. PLBN Aruk menyumbang ekspor perikanan Rp15,9 miliar dan pertanian Rp4,6 miliar.
Komoditas andalan dari perbatasan meliputi udang dogol, ikan tenggiri, durian, arang, dan daun keratom. Selain itu, minyak sawit mentah dan sarang burung walet juga menjadi ekspor unggulan.
BNPP menempatkan UMKM sebagai aktor utama pembangunan ekonomi perbatasan. Program pelatihan, fasilitasi legalitas, dan akses permodalan terus digencarkan.
Di sekitar PLBN, pelaku usaha kecil mendapat pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran digital. Pemerintah juga mendorong sinergi antarinstansi untuk mendukung pengembangan UMKM.
“Komunitas lokal harus terlibat sejak awal perencanaan. Ini agar program tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas Maith.
BACA JUGA : PT ASDP Indonesia Ferry Raih Penghargaan atas Komitmen Transportasi Aman dan Tertib
Keberhasilan hilirisasi dan wisata budaya bergantung pada dukungan infrastruktur. Jalan, listrik, air bersih, dan internet menjadi kebutuhan dasar. BNPP terus mendorong kementerian teknis mempercepat pembangunan tersebut.
Selain infrastruktur, investasi dari sektor swasta sangat dibutuhkan. BNPP mengajak pelaku usaha untuk bermitra dengan komunitas lokal. Pemerintah daerah diminta memberikan insentif yang menarik dan mempercepat perizinan.
BNPP berperan sebagai koordinator lintas sektor. Strategi pembangunan perbatasan membutuhkan dukungan kementerian dan pemerintah daerah. Setiap pihak punya tanggung jawab menjalankan program sesuai mandatnya.
Contoh nyata sinergi ini terlihat di Aruk dan Temajuk. Kolaborasi antara Kementerian PUPR, Kemenparekraf, dan Pemprov Kalimantan Barat berhasil membuka akses ekonomi baru di perbatasan.Perbatasan Sebagai Titik Unggulan Ekonomi Nasional
Wilayah perbatasan kini bukan lagi area tertinggal. Melalui hilirisasi komoditas dan pengembangan wisata budaya, kawasan ini berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan dukungan infrastruktur, investasi, dan partisipasi masyarakat, strategi BNPP akan memperkuat daya saing ekonomi nasional. Perbatasan pun menjadi garda terdepan pembangunan yang berkelanjutan.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…