Ekonomi

Strategi Baru Kementan: Kemitraan Industri-Peternak untuk Revolusi Susu Nasional!

beritahariini.news – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor Revolusi Susu nasional melalui berbagai langkah strategis. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah memperkuat kemitraan antara industri pengolahan susu (IPS) dengan peternak lokal. Langkah ini diyakini dapat mendorong peningkatan populasi sapi perah, kualitas susu, serta keberlanjutan usaha peternakan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Agung Suganda, menjelaskan pentingnya kontribusi IPS dalam mengangkat kesejahteraan peternak lokal. “Kami mendorong industri pengolahan susu untuk aktif bermitra dengan koperasi dan peternak lokal. IPS memiliki peran vital dalam mendukung peningkatan populasi sapi perah nasional,” kata Agung dalam keterangannya di Jakarta.

Regulasi untuk Meningkatkan Produksi Susu Nasional

Kementan saat ini tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Produksi Susu Nasional. Regulasi ini dirancang untuk menjadi landasan utama dalam memastikan penyerapan susu segar dari peternak oleh IPS. Hal ini juga diharapkan dapat menekan impor bahan baku susu yang hingga kini masih mendominasi kebutuhan dalam negeri.

“Pemerintah tidak memaksa, tetapi kami meminta industri untuk memperhatikan nasib peternak dan mendukung keberlanjutan usaha mereka,” ujar Agung. Langkah ini termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang akan memperkuat ekosistem persusuan nasional melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.

Dampak Wabah PMK dan Target Pemulihan

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda pada 2022 memberikan dampak besar terhadap sektor persusuan. Populasi sapi perah turun hingga 10 persen, sementara produktivitas menurun sekitar 30-40 persen. Kondisi ini menekan suplai susu segar nasional dan mendorong Pemerintah untuk mengambil langkah pemulihan yang lebih agresif.

Dalam lima tahun ke depan, Kementan menargetkan penambahan 1 juta ekor sapi perah untuk mendukung kebutuhan susu nasional. Pada 2025, target jangka pendeknya adalah mendatangkan 200 ribu ekor sapi perah. Hingga saat ini, investor telah berkomitmen untuk mendatangkan 185 ribu ekor, sehingga hanya tersisa 15 ribu ekor lagi untuk memenuhi target tersebut.

Konsumsi Susu Indonesia Masih Rendah

Agung juga menyoroti rendahnya konsumsi susu masyarakat Indonesia yang baru mencapai 16 liter per kapita per tahun. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan Vietnam yang sudah mencatat konsumsi 26 liter per kapita. Untuk meningkatkan angka ini, Pemerintah memasukkan susu sebagai bagian dari program “Makan Bergizi Gratis” (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden.

BACA JUGA : Pajak Kendaraan Bermotor Bakal Naik Lagi Tahun Depan, Begini Rinciannya

“Kami ingin masyarakat lebih teredukasi mengenai pentingnya susu sebagai sumber gizi. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan generasi muda Indonesia,” tambah Agung.

Kemitraan Strategis untuk Kualitas dan Keberlanjutan

Sebagai salah satu contoh sukses kemitraan, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) bersama Koperasi SAE Pujon di Malang, Jawa Timur, membangun fasilitas Milk Collection Center (MCC). Fasilitas ini berfungsi untuk memastikan kualitas susu segar dari peternak memenuhi standar industri.

“Fasilitas ini menjawab keraguan terkait kualitas susu dari peternak lokal, sehingga lebih mudah diterima oleh industri,” ungkap Agung. Kerja sama ini menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di daerah lain untuk memperkuat sektor peternakan.

Proyek Strategis Revolusi Susu Nasional untuk Sektor Susu

Pemerintah telah mengusulkan 30 lokasi peternakan sapi perah untuk masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan status ini, lokasi peternakan akan mendapatkan berbagai insentif, termasuk biaya sewa lahan yang lebih murah dan dukungan infrastruktur yang memadai. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri persusuan nasional.

Harapan Besar untuk Revolusi Susu Nasional

Dengan berbagai langkah strategis yang telah dirancang, Kementan optimistis bahwa revolusi susu nasional dapat terwujud. Selain memperkuat kemandirian produksi susu dalam negeri, inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Semoga upaya ini menjadi langkah besar menuju Indonesia yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan susu nasional, serta memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat,” tutup Agung.

Melalui program ini, Kementan berharap dapat menggerakkan semua sektor untuk bersama-sama memperkuat ekosistem persusuan yang lebih berkelanjutan dan berkualitas di Indonesia. Revolusi susu nasional bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga tentang membangun ketahanan pangan dan ekonomi yang lebih kokoh.

Priscilla Austin

Recent Posts

Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik di Tengah Isu Kenaikan Harga

beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…

7 bulan ago

Kejari Karo Bongkar Pola Dugaan Korupsi Jasa Videografi, Amsal Sitepu Jadi Tersangka

beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…

7 bulan ago

Gol yang Lama Dinanti Paul Pogba Akhiri Puasa Empat Tahun

beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…

7 bulan ago

Pejabat Tertinggi Garda Revolusi Iran Gugur dalam Serangan Israel di Bandar Abbas

beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…

7 bulan ago

Trump Manuver Diplomatik Lewat Pakistan, Dorong Gencatan Senjata dengan Iran

beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…

7 bulan ago

Sejarah Baru Moto3 Honda Team Asia Soroti Debut Fantastis Veda Ega Pratama

beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…

8 bulan ago