https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2024/11/20/shin-tae-yong-indonesia-vs-arab-saudi-1.jpeg?w=700&q=90
beritahariini.news – Shin Tae-yong, mantan pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, resmi mengemban jabatan baru sebagai Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Penunjukan ini menandai babak baru dalam perjalanan karier Shin di dunia sepak bola, sekaligus menempatkannya sebagai tokoh penting di balik strategi global sepak bola Korea Selatan.
Dalam peran barunya, Shin akan lebih banyak bergerak di level internasional, membangun konektivitas dan memperluas jaringan Korea Selatan dengan federasi sepak bola dunia. Namun, hal menarik yang mencuat dari penunjukan ini adalah bahwa Shin Tae-yong kini berada di posisi strategis yang berpotensi menjadikannya sebagai “kompetitor” Timnas Indonesia, terutama dalam arena sepak bola Asia.
Menurut laporan Korea JoongAng Daily, KFA baru-baru ini menyusun ulang struktur organisasinya dengan membentuk komite eksekutif yang terdiri dari 27 anggota, termasuk lima wakil presiden, ketua komite, dan sejumlah anggota dewan lainnya. Langkah ini menyusul terpilihnya kembali Chung Mong-gyu sebagai Presiden KFA untuk masa jabatan keempatnya.
Also Read
BACA JUGA : Hasil Liga Champions Barcelona vs Dortmund 4-0: Blaugrana Bantai Mantan Finalis
Di antara lima wakil presiden yang diumumkan, nama Shin Tae-yong mencuat sebagai salah satu tokoh utama yang diandalkan untuk menangani urusan internasional. Peran ini diyakini akan memperkuat posisi Korea Selatan dalam hubungan sepak bola global dan memperluas pengaruhnya dalam federasi sepak bola internasional.
Shin Tae-yong bukanlah sosok asing dalam sepak bola Korea Selatan. Ia pernah menjabat sebagai pelatih timnas U-20, U-23, hingga akhirnya menjadi pelatih timnas senior Korea Selatan dan memimpin skuad Taegeuk Warriors dalam ajang Piala Dunia 2018 di Rusia.
Setelah periode bersama timnas Korea, Shin memulai petualangan barunya dengan menangani Timnas Indonesia sejak tahun 2020 hingga 2025. Di bawah arahannya, sepak bola Indonesia mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi performa maupun kedisiplinan skuad.
Kini, dengan duduk di kursi Wakil Presiden KFA, Shin tidak lagi berteriak di pinggir lapangan. Ia akan berperan sebagai arsitek kebijakan, yang menentukan arah dan strategi jangka panjang sepak bola Korea Selatan, termasuk hubungan dan pertukaran program dengan negara-negara lain.
Penempatan Shin dalam posisi strategis KFA membuat dirinya secara tidak langsung menjadi saingan Timnas Indonesia, tim yang sebelumnya ia bina selama lima tahun. Dengan perannya dalam menjalin kerja sama dan memperkuat sepak bola Korea Selatan di tingkat internasional, Shin kini berkontribusi terhadap penguatan kekuatan salah satu raksasa sepak bola Asia Timur.
Hal ini disoroti oleh pengamat sepak bola dari Football Institute, Budi Setiawan, yang menganggap bahwa Shin kini berada dalam fase karier baru yang menantang. Ia mengucapkan selamat atas jabatan tersebut, namun juga menyadari bahwa kini STY menjadi bagian dari sistem yang bersaing dengan Indonesia di berbagai level kompetisi.
“Saya ucapkan selamat kepada Shin Tae-yong atas posisinya di federasi Korea Selatan. Namun akan sulit mendoakan suksesnya dalam urusan tim nasional, karena kini seluruh negara Asia adalah kompetitor Indonesia,” ujar Budi.
Menariknya, Shin Tae-yong tidak sendiri dalam menjalankan tugasnya di KFA. Ia akan bekerja sama dengan Park Hang-seo, mantan pelatih sukses Timnas Vietnam. Park, yang juga diangkat sebagai Wakil Presiden KFA, akan lebih fokus pada aspek pengembangan internal dan pembinaan tim nasional.
Kehadiran dua figur berpengalaman ini di tubuh KFA dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sepak bola Korea Selatan, baik dalam ajang regional seperti Piala Asia maupun kualifikasi Piala Dunia.
Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara paling konsisten di Asia dalam ajang Piala Dunia, dengan lima kali partisipasi dan prestasi tertinggi sebagai semifinalis pada tahun 2002. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Taegeuk Warriors mengalami stagnasi prestasi di tingkat Asia, khususnya di Piala Asia, yang terakhir kali mereka menangkan pada tahun 1960.
Dengan bergabungnya Shin Tae-yong di jajaran strategis KFA, publik Korea berharap muncul langkah konkret untuk mengembalikan kejayaan sepak bola nasional, khususnya dalam merebut kembali trofi Asia dan lolos ke Piala Dunia secara konsisten.
Shin Tae-yong kini tidak hanya dikenal sebagai pelatih karismatik yang membangkitkan sepak bola Indonesia, tetapi juga sebagai tokoh strategis dalam struktur kepemimpinan sepak bola Korea Selatan. Penunjukannya sebagai Wakil Presiden KFA menjadi babak baru dalam kariernya dan berpotensi menjadikannya sebagai tokoh kunci dalam persaingan sepak bola Asia, termasuk dengan mantan tim asuhannya, Timnas Indonesia.
Kiprah internasional STY kini berlanjut di balik layar, mengatur kebijakan, merancang kerja sama strategis, dan membentuk arah masa depan sepak bola Korea. Indonesia, yang tengah membangun kekuatan baru, kini harus siap menghadapi salah satu ‘mantan’ terbaiknya sebagai kompetitor sejati di lapangan Asia.
beritahariini.news - Pemerintah menyatakan bahwa tidak akan ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi…
beritahariini.news - Kejaksaan Negeri Karo memaparkan secara terbuka modus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan…
beritahariini.news - Setelah penantian panjang yang penuh liku, Paul Pogba akhirnya kembali mencatatkan namanya di…
beritahariini.news - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah seorang pejabat tinggi militer Iran…
beritahariini.news - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Presiden Amerika Serikat Donald…
beritahariini.news - Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian luar biasa kepada Veda…